Friends,

Kali ini ada interpretasi mimpi tentang abjad Mesir kuno atau hieroglyph, kiat 
melepaskan diri dari cengkeraman agama, dan wejangan bagaimana bersikap 
terhadap kemampuan luar biasa yg memang sudah ada di diri kita sendiri semuanya 
tanpa terkecuali. Enjoy!


+

PERCAKAPAN 1: NANTI JUGA AKAN MENGERTI SENDIRI


T = Hi Mas Leo,

Udah lama banget ya aku ga nanya... This time mo nanya lagi, singkatnya semalem 
di mimpi aku yang aku tau bahwa langit subuh itu ditutupin banyak sekali 
tulisan mirip hieroglyph, bukan bintang, dan huruf-huruf itu glowing dan 
sparkling seperti bintang dan warnanya ke-emasan. Jadi, di situlah aku melihat 
diriku sendiri. Menjelang pagi. Langit udah mulai terang dan lagi cepet-cepet 
mencatat semua huruf/ kata-kata yg berserakan di langit. It was a beautiful 
scene. Aku
 sendiri ga ngerti apa artinya. Aku cuma terus aja nyatet dan dalam hati aku 
ngomong sendiri "biarin deh dicatet dulu, mungkin nanti lama-lama aku ngerti 
artinya". Ga lama sinar matahari udah mulai ada dan tulisan-tulisan itu jadi 
hilang karena langit jadi putih dan terang. Apa ya artinya mas?

J = Artinya apa yg ditemukan di dalam hidup anda sekarang ini semuanya 
dikumpulkan dahulu. Walaupun sekarang tidak mengerti, tetapi dikumpulkan saja, 
sebab suatu saat akan mengerti juga. Ada tulisan yg tidak dimengerti, 
contohnya, tetapi tulisan itu disimpan saja karena suatu saat akan mengerti 
juga ketika dibuka kembali. Things like that. Yg cukup menakjubkan bukan 
mimpinya itu, tetapi interpretasinya yg diberikan juga di dalam mimpi yg sama. 
Anda yg bermimpi, dan anda pula yg memberikan interpretasi. Interpretasinya di 
dalam mimpi juga. Berarti anda sadar di dalam alam mimpi. A great leap forward 
dibandingkan dengan orang-orang yg masih mau menjadi manusia
 sakti mandra guna berbekalkan nama Allah. Kalo kita sih biasa-biasa aja dari 
dahulu sampai sekarang. We enjoy things coming and going. Biarpun sekarang 
tidak mengerti, nanti juga akan mengerti. Good luck!


+

PERCAKAPAN 2: CARA MEMBEBASKAN DIRI DARI AGAMA


T = Mau tanya...

Sejak kecil saya (dan pastinya kebanyakan manusia) sudah diprogram untuk takut 
pada ulama dan yakin sekali pada Allah yang gampang kecewa dan gemar menyiksa. 
Nah, gimana cara efektif dan termudah untuk menghilangkan ketakutan yang sudah 
berurat akar?

J = Langgar saja semua pantangan agama. Ada seorang teman saya yg memiliki 
latar belakang Muslim. Dia dibesarkan dengan cara ditakut-takuti bahwa ada 
Allah yg tidak boleh dipertanyakan. Tidak boleh membantah para ulama karenan 
nanti bisa masuk Neraka, dsb... Akhirnya teman itu justru melakukan apa yg 
dilarang. Kalau dilarang masuk tempat ibadah orang kafir, maka dia justru akan 
masuk dan ikut
 ibadah. Kalau ke tempat-tempat keramat dibilang musyrik dan syirik, dia justru 
ke tempat-tempat yg dikeramatkan itu. Kalau babi dibilang haram, dia akhirnya 
malah makan babi. Ternyata orangnya tidak mati, sampai sekarang masih hidup 
biasa-biasa saja.

Ternyata semuanya tetap biasa-biasa saja. Ternyata tidak ada segala macam yg 
diancamkan kepadanya. Ternyata orang tua dan ulama tidak bisa apa-apa. Ternyata 
tidak ada Allah yg datang tergopoh-gopoh memberikan "hukuman" (dalam tanda 
kutip). Teman itu sekarang mengaku sebagai seorang HIndu. Sangat happy. So, 
saran saya untuk anda adalah langgar saja segala larangan agama yg dijejalkan 
kepada anda sejak masa kanak-kanak. Kalau anda mau, masuk saja ke dalam gedung 
gereja, vihara Buddha, pura Hindu. Ikut saja beribadat. Tidak akan ada yg 
mengusir anda ketika anda masuk gereja, vihara ataupun pura. Anda akan diterima 
dengan tangan terbuka. And, don't forget to eat pork. Makan babi akan 
mengakibatkan anda
 kebal terhadap jin Muslim yg akan lari terbirit-birit dari hadapan anda sambil 
berteriak: haram, haram !!

Tentu saja saran saya ini berlaku untuk semua orang. Kalau anda dibesarkan 
dalam keluarga Muslim fanatik, maka cara me-netralkan segalanya adalah dengan 
melakukan segala apa yg dilarang oleh Islam. Kalau anda berasal dari Kristen 
fanatik, caranya juga sama, yaitu melakukan apa yg dilarang oleh Kristen. Kalau 
dibilang bahwa Buddha itu Setan, ya masuklah ke vihara Buddha dan ikut 
sembahyang di sana. Sembahyang kepada "Setan" (dalam tanda kutip). Akhirnya 
kita sendiri akan sadar bahwa ternyata segala larangan itu omong kosong belaka, 
dan tujuannya cuma untuk membuat kita menjadi robot seumur hidup. Menjadi robot 
agama, captured market yg tidak bisa membebaskan diri. Menjadi manusia yg tidak 
bisa merealisasikan dirinya. Semua agama sifatnya menginjak-injak kebebasan 
manusia, cuma memang ada yg keterlaluan sekali menginjaknya seperti Islam.
 Makanya saya suka senang sekali ketika mendengar ada teman yg bisa membebaskan 
diri dari keracunan Allah. Akhirnya,...

T = Apakah notes Bang Leo ini juga terbit dalam bentuk blog atau situs? 
Maksudnya yang ditag hingga mudah disearch berdasarkan topik. Alamatnya di mana?

J = Belum ada. Yg saat ini ada barulah tiga ebooks yg akan bisa anda peroleh 
langsung di mailbox anda apabila anda join milis spiritual indonesia di 
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Judulnya: 1) Pelangiku 
Warna Ungu, 2) Mata Ketiga, Simbol dan Interpretasinya, dan 3) Mencari Tuhan 
dalam Kesadaran.

Di facebook sendiri ada sekitar 200 notes. Kalau mau baca klik saja di 
<http://www.facebook.com/home.php#/notes.php?id=583149371&style=1>


+

PERCAKAPAN 3: BAGAIMANA MENJADI ORANG BERKEMAMPUAN LUAR BIASA


T = Dear Leo,

Ini beberapa pertanyaanku setelah membaca e-book mu: Bagaimana kamu tahu bahwa 
kamu
 tahu? Bagaimana kamu tahu bahwa kamu tidak tahu?

J = Gak pernah dipikirin, walaupun bisa juga dikatakan bahwa pengalaman dan 
pengetahuan berperan banyak. Contoh, saya bisa tahu bahwa semua konsep Allah 
itu buatan manusia belaka. Allah itu konsep yg dilahirkan dari budaya Timur 
Tengah. Darimana saya tahu itu? Dari belajar, dari membandingkan, dari membaca 
sendiri sumber-sumber aslinya dan tidak mengandalkan diri dari "katanya".

Pada pihak lain, saya tahu bahwa saya tidak tahu apabila saya belum pernah 
mengalaminya. Saya tidak bisa bilang bahwa setelah mati saya akan pergi ke 
mana, karena saya belum pernah mati gitu lho. Dan saya juga tahu bahwa saya 
tahu, bahwa orang-orang beragama itu cuma berfantasi saja ketika mereka 
berkhotbah tentang Sorga dan Neraka. Mereka tahu dari mana ayo? Dari fantasi 
belaka bukan? Dan daripada ber-fantasi, lebih baik saya bilang bahwa saya tidak 
tahu. Yg saya tahu bahwa saya saat ini sadar. Saya sadar bahwa saya
 sadar. Dari dulu juga seperti itu.

Jadi, ada yg bisa kita ketahui secara pasti, dan ada juga yg tidak bisa kita 
ketahui. Kalau tentang segala macam nabi-nabi yg katanya menurunkan ayat-ayat 
dari Allah, saya bisa tahu pasti bahwa asalnya dari manusianya sendiri. Mereka 
sendiri yg bilang dari Allah, pedahal Allah itu cuma figment dari their own 
imaginations. Saya juga bisa, caranya mudah saja: Saya tinggal bilang saja 
bahwa ada Malaikat Jibril yg menurunkan ayat melalui saya, as simple as that...

T = Apakah munculnya sifat galak melulu lower? Apakah sifat tenang melulu 
higher?

J = Tidak selalu. Terkadang galak diperlukan, terutama dalam menghadapi 
manusia-manusia naluriah yg merasa dirinya kebal karena membawa-bawa nama 
Allah. Ternyata mereka biasa saja, dan bisa ditendang ke luar dengan sempurna. 
Galak dan tenang itu dua sisi dari mata uang yg sama. Tapi galaknya saya tentu 
saja berbeda dengan galaknya orang beragama. Mereka galak
 karena merasa "terluka" ( dalam tanda kutip) karena ternyata saya bisa 
menelanjangi agama mereka. Ternyata agamanya itu buatan manusia belaka, dan 
tidak seperti yg diiklankan. Mereka merasa terluka karena diperlihatkan bahwa 
mereka selama ini menipu diri mereka sendiri.

Pada pihak lain, galaknya orang beragama adalah galak yg pengecut. Mereka tidak 
berani berhadapan langsung karena mereka mungkin secara intuitif juga tahu 
bahwa Allah yg mereka bawa-bawa itu cuma pemanis bibir saja. Cuma penipuan diri 
sendiri saja. Sudah ribuan tahun agama-agama menipu manusia di seluruh bagian 
dunia. Semua agama seperti itu kelakuannya.

Sifat tenang adalah tidak terpengaruh apapun yg mau orang lain bilang. Orang 
lain mau senang atau sedih bukanlah urusan kita. Orang lain mau berpendapat 
apapun bukanlah urusan kita. So, tidak ada yg lebih tinggi dan lebih rendah. 
Galak dan tenang cuma dua sisi dari mata uang yg sama.

T = Mengapa ada dikotomi yg
 menempatkan sifat galak sebagai jelek/ rendah dan tenang sebagai baik/ tinggi?

J = Karena orang yg mengerti akan memberikan advis bahwa ketenangan akan bisa 
menghadapi segalanya. Kalau kita tenang, maka kita akan bisa memilih modus 
operandi apakah yg akan kita lakukan. Kita bisa tetap tenang saja, dan kita 
bisa berpura-pura galak sampai orang yg bawain kita Allah di atas sebuah talam 
akan lari terbirit-birit... Pedahal kita biasa saja. Tidak terpengaruh apapun. 
Galak yg dikeluarkan cuma action doang supaya orang tidak sembarangan main 
bluffing. Bluffing atau ancam mengancam merupakan spesialisasi orang beragama, 
dikiranya kita akan takut kalo dia bawa nama Allah. Ternyata akhirnya dia 
membuktikan sendiri bahwa kita tidak takut. Orangnya sendiri yg bawa-bawa nama 
Allah tidak takut bawa-bawa nama itu. Mengapa kita musti takut, ya gak? The 
thing is, nama yg begitu pasaran dan murah meriah seperti Allah tidak perlu 
ditakutkan. Itu bukan Tuhan,
 melainkan memedi. Allah is memedi yg diciptakan oleh manusia pencipta agama 
agar manusia lainnya bisa diperbudak. Kalau manusianya sudah sadar bahwa dia 
selama ini dibohongin, ya udah. Game over. Tetapi terkadang perlu dikeluarkan 
galak lebih dahulu.

Saya galak ketika saya bilang bahwa Allah tidak bisa apa-apa ketika manusia yg 
mengiklankan Allah saya tendang dengan sempurna. I hope they will understand 
that the Allah is just a concept. Kita mau bilang apapun tentang Allah is ok 
karena Allah cuma konsep yg kita buat saja. Abstrak. Mati. Yg hidup itu 
kesadaran manusia. Dan kesadaran manusia itu ada di anda dan di saya. Bukan di 
Allah.

T = Bahwa semua mimpi dan petunjuk sebagai simbol, aku setuju, kita yang 
menginterpretasikannya; pertanyaannya bilamana interpretasi kita cukup akurat, 
tidak bias dan bagaimana memprosesnya?

J = Interpretasi mimpi tidak menggunakan patokan "akurasi" melainkan utilitas, 
kegunaan. Apakah suatu
 interpretasi berguna bagi anda? Apabila berguna, ya pakailah. Kalau ternyata 
tidak berguna, ya buanglah. Akurasi sendiri tidak dipertanyakan karena harus 
ada standards. Lalu standards mana yg akan kita pakai? Standard interpretasi 
Freudian? Standard interpretasi primbon Jawa? Standard interpretasi dari New 
Age? ... So, akurasi merupakan istilah yg terlalu berat untuk dibawa-bawa, 
selain cuma akan membuat manusianya semakin bingung. Yg penting kita bisa 
artikan dan bermanfaat. Bermanfaat artinya interpretasi itu bisa terdengar 
sebagai benar di telinga manusia yg mengalaminya. Manusianya merasa terbantu, 
and that's all...

T = Mengapa kamu memilih hidup sebagai tarot reader? Apa pertimbangannya?

J = Saya tidak memilih hidup sebagai tarot reader, saya memilih hidup 
biasa-biasa saja. Tarot is only a medium, bisa digunakan bisa juga tidak. 
Malahan saya boleh dibilang jarang menggunakan tarot. Kalau tidak diminta, saya 
tidak akan mengeluarkan
 tarot karena sebenarnya lebih mudah bila langsung bicara saja. Lebih cepat dan 
efisien. Tapi tarot bisa digunakan oleh mereka yg baru mulai belajar tentang 
simbol-simbol. Ternyata kita akan tahu bahwa segalanya di dunia ini cuma simbol 
belaka. Bahkan Allah itu cuma simbol, dan bukan essensi. Yg essensial itu 
ternyata kesadaran kita saja yg bisa menciptakan Allah. Bisa menciptakan Shiva. 
Bisa menciptakan Vishnu. Bisa menciptakan Durga. Bisa menciptakan Bunda Maria. 
Semuanya itu simbol yg diciptakan oleh kesadaran kita. Dan ketika kita fokus 
kepada simbol-simbol itu, bisa juga terjadi "interaksi". Ada sesuatu yg diolah 
oleh kesadaran kita dan menghasilkan sesuatu yg baru. Tetapi yg bekerja itu 
tetap kesadaran kita saja. Yg awal dan akhir itu kesadaran kita, our 
consciousness. Roh Kudus atau Roh Allah itu kesadaran kita. Nur Muhammad juga. 
Shiva itu simbol dari diri kita. Bunda Maria simbol dari diri kita. Semuanya 
simbol. Makanya kita tidak perlu takut
 terhadap orang yg bawa-bawa simbol begituan untuk menjatuhkan kita. Our own 
kesadaran lebih besar daripada segala simbol yg kita ciptakan sendiri.

T = Bagaimana kamu dealing dengan kemampuan luar biasamu?

J = Susah sekali. Terkadang kemampuan saya yg luar biasa itu mau mengajak saya 
jalan-jalan ke angkasa luar, menembus bulan dan bintang. Tapi benernya cuma mau 
berada di sebelah seseorang yg very cute and very quiet. Akhirnya saya diam 
saja dan berdoa kepada Allah ta'alla. Saya bilang: Ya Allah, kalo memang bener 
saya musti berjodoh sama dia, jadikanlah. Tapi, as always, Allah diam saja. 
Mana pernah sih Allah menjawab kalo ditanya? ... So, akhirnya saya belajar 
bahwa Allah itu cuma boneka yg diajak bicara oleh kita. Kita sendiri yg 
bertanya, dan kita sendiri yg menjawab. Nothing luar biasa, melainkan kemampuan 
biasa-biasa saja. Semua orang juga bisa. You can do it too.

T = Pernahkah merasakan kebingungan?

J = Pernahlah. Kalo
 gak pernah bingung namanya bukan manusia melainkan ulama. Ulama selalu yakin 
atas pilihannya karena Allah berbicara kepada mereka dan tidak bisa dilihat 
oleh orang lain. Berdasarkan ngomong-ngomong dengan Allah, the ulama akan 
berbicara dalam khotbah Jumat. Ingatlah bahwa Allah cuma menurunkan "cobaan" di 
Padang supaya umat semakin bertakwa kepada Allah, begitu kata si ulama.

Bertakwa apanya lagi? Kan barusan sembahyang lohor sambil nangis-nangis, eh 
udah gitu the surau runtuh. Mao takwa apanya lagi? Tapi the ulama membutakan 
telinganya, pura-pura budeg atawa memang sudah budeg sejak dia dikenal sebagai 
ulama.

T = Pernahkah merasa tidak yakin atas pilihan?

J = Pernahlah. Kalau selalu merasa yakin atas pilihan namanya bukan manusia 
melainkan ulama. Ulama harus selalu yakin akan apa yg diucapkan/ dituliskannya 
walaupun hati kecilnya tahu bahwa dia cuma membodohi umat. Kalau sudah menjadi 
ulama artinya sudah tidak lagi manusiawi, sudah
 tidak bisa lagi membedakan benar dan salah. Sudah keracunan Allah dan 
ayat-ayat. Ulama adalah penjaja candu. Candu itu agama bagi rakyat. Sebagai 
pedagang candu, para ulama harus selalu yakin atas pilihannya. Kalo gak yakin, 
siapa yg mao beli the candu (agama) ayo?

T = Mengapa 'mata ketiga' kadang aktif, kadang tidak?

J = Mengapa mata fisik terkadang aktif terkadang tidak? Kalau aktif berarti 
kita sedang melek. Kalau tidak aktif artinya lagi bobo. Tetapi waktu bobo 
ternyata kita bisa melihat pemandangan juga. Yg melihat pemandangan ketika kita 
tidur itu adalah 'mata ketiga'. Melihatnya tanpa mata fisik, tetapi diproses di 
dalam otak sehingga muncul sebagai impressi berbentuk simbol-simbol. Pedahal 
the mata fisik merem. Hebat kan?


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia 
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.


(Illustrasi): HAM Kebebasan Beragama di Indonesia masih terinjak-injak, walaupun
 masih lebih bebas dibandingkan dengan situasi di Korea Utara, Cina dan Iran. 
Kebebasan beragama jauh lebih besar di Israel dibandingkan dengan di Indonesia. 
HAM Kebebasan Beragama (Religious Freedom) cuma bisa diterapkan kalau 
manusianya mau membuang segala macam pantangan yg di-haramkan dalam agama. 
Merupakan HAM untuk ke luar dari agama apa saja, masuk agama apa saja, dan 
membuang agama apa saja. Ini HAM yg dijamin oleh PBB dan negara-negara maju di 
seluruh dunia.


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke