Muskitawati wrote:
Manusia dasarnya baik, begitulah kata Khonghucu.  Dan saya menambahkan bahwa 
agama-lah yang membuat manusia jadi tidak baik.



Di dalam pembukaan UUD 1945  ada juga tertulis "...bahwa pada dasarnya nanusia 
itu baik". Tapi marilah kita renungkan kebenaran pernyataan  orang baik-baik, 
Muskitawati tersebut di atas. Bila anda  pernah menonton film gangster atau 
membaca novel  Sisilia anda akan merasakan  kekuatan energi yang mengerikan 
dari perangai "membela perbuatan  baik ini". Di satu sisi pimpinan gang sangat 
membela dan mencintai kelompoknya, istri dan anak-anaknya, Mereka sangat 
menghargai kejujuran dalam pergaulan kelompoknya namun marah besar pada 
kejujuran musuh-musuhnya. Bukan hanya gang manusia baik-baik ini, siapapun 
orang-orang yang berambisi mendapatkan kehidupan lebih mapan,  selalu berusaha 
mengendalikan nasibnya dengan  memaksakan keinginannya  secara halus atau 
kasar.   

Seorang Kristen Otto Van Bismarck Schonhansen pelopor pendiri bagsa Jerman 
bersatu adalah orang baik-baik,  seorang arsitek "Jerman  diatas 
segala-galanya". Demikian juga diktator  Hitler, manusia baik-baik ini sangat 
mencintai kekasih dan istrinya  terbukti dengan tulisan surat cinta romantis 
yang dikirimkannya.    

Untuk meredam perbuatan baik-baik  inilah maka dibuatlah undang-undang HAM oleh 
PBB yang berisi standard moral bagi setiap bangsa bangsa di dunia. Jadi 
pelaksanaan dan rencana mewujudkan  perbuatan baik-baik kepada tuhan,  
saudara-saudara  seiman, segolongan(ras), sebangsa dan setanah  air tidak boleh 
merenggut kebebasan individu dan golongan dari kalangan berbeda karena "mereka 
juga pada dasarnya baik". 
 
Arguman Nietzshe mengatakan; " bahwa keinginan manusia untuk mengendalikan 
nasibnya dan memaksakan keinginannya pada orang lain adalah motivasi manusia 
yang paling dasar". Sejarah abad ke-20 telah membuktikan ramalan "Nietzsche" 
bahwa setiap orang memilliki dasar keinginan baik-baik yaitu "keinginan untuk 
berkuasa".  Masalahnya adalah desakan keinginan baik-baik  untuk berkuasa  
selalu tidak mentolerir rintangan apapun sebagai akibatnya terjadilah 
penjajahan, PD I  dan PD II,  penggolongan kaum beriman dan kafir, kasta, dan 
teroris.  

Celakanya agama malah mendukung keinginan baik-baik umatnya  melalui  ajaran 
dogmatis yang sengaja dipelintir  tanpa memperdulikan akibatnya,   penderitaan 
bagi golongan yang berbeda sekte dan berbeda agama. Demikianlah agama,  selain 
mendukung perbuatan-perbuatan baik golongannya  namun juga menghalanghalangi 
setiap pribadi untuk mengenal Tuhan secara pribadi. Pencarian Tuhan adalah 
urusan pribadi, pencarian yang dilakukan diri sendiri. Tidak mendasar 
mencemohkan seorang kaya yang percaya pada Yesus sebagai Tuhan hanya karena 
jarang datang ke gereja pada hari minggu dan  tidak peduli pada persembahan 
sepersepuluhan padahal ia telah banyak berusaha keras memperjuangkan agar 
karyawan perusahaannya tetap bisa bekerja pada saat krisis, hidup layak sesuai 
dengan keahliannya dan karyawannya yang paling rendah tetap mendapatkan upah 
dua kali lipat dari UMR yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Saya sendiri adalah orang yang percaya pada neraka dan Yesus adalah  Tuhan yang 
menjadi manusia. Namun saya menolak disebut beragama kristen protestan karena 
agama selalu menuntut ketaatan pada gereja,  padahal Mateus dan Lukas 
menceritakan bagaimana  Yesus menyembuhkan pelayan kepala pasukan hanya oleh 
karena kepercayaannya yang begitu besar pada kuasaNya bukan karena ketaatan 
pada hukum Taurat.  Kepala pasukan sangat percaya bahwa Yesus tidak perlu  
mengorbankan waktunya pergi ke rumahnya menjamah sang pelayan yang  sakit agar 
sembuh,  cukup  melalui perkataanNya saja.  

Sebagai manusia yang berdosa bukan berarti kita kehilangan sifat-sifat baik,  
namun harus ada standard moral yang lebih tinggi dari sekedar undang-undang HAM 
yaitu   kepercayaan pada Tuhan. Manusia tidak dipersatukan oleh hukum dan 
peraturan, ketertiban tercipta bukan oleh sebab ketakutan pada sanksi hukum 
karena pelanggaran.  Masyarakat dunia hanya bisa bersatu, tertib dan damai bila 
setiap orang menemukan motivasi dan makna hidup mereka oleh kesadaran yang kuat 
yaitu kesadaran pada Citra Agung yang memiliki kekuatan ide dan kata-kata untuk 
mengilhami orang agar berani berkomitmen dan berkorban.

Kata Yesus; "bila engkau menyayangi saudara-saudaramu saja lantas apa 
perbedaanmu dengan orang-orang yang lain?  Aku berkata kepadamu sayangilah 
musuh-musuhmu dan kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihi dirimu 
sendiri."  Pernyataan ini   keluar dari mulut orang baik-baik yang  tidak 
beragama dan anti ketaatan  kepada "hari sabat bangsa Yahudi".  PernyataanNya 
diatas bersifat universal,  melindungi pribadi dan bangsa yang tidak percaya 
kepadaNya. PernyataanNya di atas  tidak tertulis pada kitab agama Yahudi maupun 
Qur'an dan  tidak menunjukkan kebaikan-kebaikan yang berpihak pada gangNya 
apalagi ambisi-ambisi kekuasaan. PernyataanNya bukan ditujukan bagi kenyamanan  
sudara-saudara dan murid-murid yang Dia kasihi.        

--- Pada Sel, 20/10/09, muskitawati <muskitaw...@yahoo.com> menulis:

Dari: muskitawati <muskitaw...@yahoo.com>
Judul: [zamanku] Indonesia Perlu Ada Kebebasan Kritik2 Agama !!!
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Tanggal: Selasa, 20 Oktober, 2009, 8:03 AM






 




    
                  Indonesia Perlu Ada Kebebasan Kritik2 Agama !!!

                                             

Kaya atau miskin, sama2 ada yang jahat dan ada yang baik.

Orang kaya yang baik, bisa amal menolong banyak orang miskin.

Orang miskin yang baik, tak bisa apa2 selain berdoa dan puja-puji.



Orang kaya yang jahat, kalau tertangkap bisa dipaksa bayar ganti rugi.

Orang miskin yang jahat, kalau tertangkap cuma capek gebukinnya.



> jadi yang masuk sorga adalah orang2 kaya.

> pantes aja banyak sekali orang2 beriman

> terjun kepolitik agar dapat kekuasaan

> dan cepat kaya.  bahkan mereka membentuk

> semacam sindikat berkedok agama untuk

> jabatan tertentu yang basah.



Menurut ajaran agama, orang kaya banyak dosanya, dan orang miskin banyak 
ibadahnya.



Menurut ajaran agama, miskin didunia tapi kaya diakhirat.



Menurut ajaran agama, orang miskin menimbun pahala diakhirat, sedang orang kaya 
menimbun harta didunia yang tidak bisa dibawa ke_akhirat.



Padahal, kekayaannya itu khan bisa ditukar jadi pahala agar bisa diangkut ke 
akhirat ???



Meledakin bomb jadi terorist jihad sekalipun ternyata ada pahalanya yang bisa 
dinikmati disorga nantinya.



Yang jelas, orang miskin itu tak punya kemampuan untuk menjadi kaya, lalu 
gimana nanti disorga bisa jadi lebih mampu????



Yang perlu direnungkan adalah, apakah diakhirat kita perlu makan? Apakah 
diakhirat kita perlu mandi? Apakah diakhirat kita bisa jadi tua? Apakah 
diakhirat ada anak2 kecil yang kemudian bisa jadi dewasa?  Lalu apakah 
diakhirat laki2 bisa dibedakan dari wanita?



Yaaa....  enggak perlu dijawab satu2 ya, cukup semuanya itu bulshiiit



Tujuan kalimat diatas ini sebenarnya menyindir atau mau mengkritik ajaran semua 
agama.



Tetapi cukup dari dua contoh response pembaca dibawah ini sudah dapat dinilai, 
ternyata tak satupun pembaca yang mengerti kalo tulisan saya ini mengkritik 
agama bahkan sesungguhnya menghina agama.



Inilah masalahnya, saya mau menunjukkan keburukan, kelemahan, dan kebohongan 
ajaran agama tanpa menyinggung atau menyebut agamanya, SAYANG......  ternyata 
kritik saya terhadap agama tak mengena karena tidak dimengerti para pembaca 
yang penuh diracuni kepercayaan agamanya masing2.



Begitulah kenyataannya, mengkritik agama ternyata tidak bisa dengan cara yang 
halus melainkan harus dengan cara2 kasar, dengan kata2 yang bombastis seperti 
"Islam Ajaran Terorist", "Islam Ajaran Biadab", dll.



Jadi, janganlah mengharapkan kritik agama dengan cara2 yang halus karena tidak 
akan mengena.



Tulisan saya ini contohnya, disalah mengerti oleh pembaca yang keracunan iman 
agama.



Saya jelas2 bilang, orang kaya bisa miskin kalo memang dia mau tiba2 miskin 
misalnya kekayaannya dibakar saja, atau bisa juga kekayaannya disumbangkan ke 
Yatim Piatu sehingga dia sendiri tidak punya apa2 lagi.



Begitulah kenyataannya, orang kaya bisa miskin, dan juga bisa ber-pura2 miskin, 
sebaliknya, orang miskin enggak mungkin bisa pura2 kaya apalagi kepingin kaya 
beneran.



Kenapa hal ini perlu direnungkan? ??  Karena ajaran agama selalu menganggap 
orang miskin lebih bahagia dari orang kaya, mereka bilang, lebih baik miskin 
tapi bahagia daripada kaya menderita.



Naaah...... inilah contoh ajaran sesat, ajaran bohong, bayangin, renungin dong, 
gimana mungkin miskin bisa bahagia???  Betul, kaya bisa jadi menderita, tapi 
kalo miskipun PASTI tidak bahagia meskipun bukan berarti harus menderita.



Yesus mengajarkan murid2nya agar jangan mau bayar pajak, sebaliknya Islam malah 
mengajarkan umatnya untuk menariki pajak mereka yang bukan Islam......  ????  
Kenapa bisa beda ajarannya???  Padahal sama2 dari Allah katanya.



Jawabnya gampang, kedua ajaran ini bukan dari Allah, bisa dianggap berasal dari 
setan meskipun bisa dibuktikan setan juga tidak ada, tapi maksudnya setan itu 
simbolik dari kejahatan.



Yesus mengajarkan jangan mau bayar pajak disebabkan karena dia sendiri belum 
menjadi penguasa, dia memang ber-cita2 untuk berkuasa, tapi sebelum jadi 
penguasa wajar dia menyuruh jangan mau bayar pajak agar penguasanya jadi lemah.



Sebaliknya, Muhammad itu berhasil menjadi penguasa, itulah sebabnya dia rajin 
narik pajak bahkan rajin merampok.



Memang keduanya jelek, tapi Muhammad yang paling biadab.  Siapa yang berani 
jamin bahwa apabila Yesus berhasil jadi raja dia tidak seperti Muhammad ???  
Yaaa....  enggak ada jaminannya ya!!!  Semua orang sama, sebelum berkuasa dia 
baik2, tapi setelah berkuasa dia angkara murka.  Demikianlah kenyataannya 
Muhammad si angkara murka.



Manusia dasarnya baik, begitulah kata Khonghucu.  Dan saya menambahkan bahwa 
agama-lah yang membuat manusia jadi tidak baik.



Lihatlah nasib umat Ahmadiah...! !!  Mereka di dholimi oleh ajaran Islam itu 
sendiri, dijadikan halal untuk didholimi.



Naaah....  Salah kalo anda bilang bahwa agamanya baik tapi manusianya yang 
tidak baik.  Buktinya, kalo saja tidak beragama, bisa dipastikan orang Ahmadiah 
tidak mengalami bencana buatan Syariah ini.



Jangan lupa, 2 Jendral Islam di Iran dan lebih dari 30 perwira tingginya, baru2 
ini mati dibunuh oleh teror bomb Islam Jundulah.  Ini kenyataan, jangan bohong, 
mereka melakukan itu karena Islam satu dihalalkan membasmi Islam lainnya.



Padahal kita sebagai manusia khan harusnya tolong menolong tanpa membedakan 
agamanya.  Gara2 agama jadinya saling membunuh bukan lagi tolong menolong.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke