Poligami Hanyalah Variasi Praktek Pelacuran
                                                     
Sebenarnya enggak perlu memperdebatkan urusan Poligami yang disamakan dengan 
pelacuran, apalagi saling menghina atas pendirian ini.

Sia2lah menolak atau memperdebatkannya karena disemua negara maju sudah jelas 
UU nya yaitu melarang Poligami dan hasil studinya sudah memastikan bahwa 
Poligami hanyalah variasi dari praktek pelacuran, yaitu hubungan sex oleh satu 
laki2 terhadap banyak wanita dengan pengaruh uang ataupun harga.

Kalo dalam pelacuran, siperempuan atau gendaknya diberi uang yang dinamakan 
"biaya service"

Maka dalam Poligami, siperempuan atau walinya diberi uang yang dinamakan "mahar"

Meskipun keduanya diberi nama yang beda tapi faktanya sama2 yaitu "uang atau 
harta".

Lalu apa gunanya diperdebatkan lagi kalo sudah memang berlaku disemua negara 
maju didunia sekarang ini dimana ditetapkan dalam HAM bahwa Poligami dan 
Pelacuran keduanya sama2 merendahkan derajat wanita yang merupakan pelanggaran 
HAM.

Anda mau menolak hal ini juga tidak mungkin bisa, karena pemahaman seperti ini 
makin berkembang dengan makin majunya cara2 berpikir seseorang.

Bagaimana mungkin anda mau mempertahankan Poligami kalo tidak ada dukungan dari 
semua system kehidupan itu sendiri???  Mana ada perusahaan yang mau memberi 
tunjangan isteri kepada pegawai2nya yang beristri lebih dari satu ????

Demikianlah, poligamy tidak bisa berkembang karena tidak ada system yang bisa 
menunjangnya.  Poligamy merusak system management karena menunjang hidup isteri 
satu berbeda perhitungannya dengan menunjang hidup dua isteri, berbeda juga 
dengan tiga isteri, berbeda dengan empat isteri..... dst.....  lalu gimana 
perusahaan bisa bikin planning?  Itulah sebabnya, bahkan di Indonesia sendiri 
telah ditetapkan bahwa Pegawai Negeri dan ABRI dilarang poligamy dan kalo 
ditemukan berpoligami akan dipecat.

Pelacuran dan Poligami keduanya sama2 praktek pelecehan terhadap wanita yang 
harus dilarang bukan malah di institusikan, keduanya ini merupakan praktek 
korupsi dalam membangun system kekeluargaan dan kemajuan generasi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke