Sekolah Islam Hanya Memproduksi Pengangguran Dan Koruptor
                                       
Pemerintah RI menghamburkan dana negara untuk membangun ribuan bahkan jutaan 
sekolah2 Islam seperti IAIN, madrasah, PGA, STAIN, dan Pesantren2 yang tersebar 
diseluruh pelosok2 wilayah Indonesia.

Padahal dana negara berasal dari pajak, dan 85% pajak yang dikumpulkan 
pemerintah berasal dari mereka yang bukan Islam.

Sementara para lulusan sekolah2 Islam ini berlimpah ruah yang tidak produktif 
sehingga tidak ada lapangan kerjanya selain jadi guru agama, jadi politikus, 
jadi terorist, dan yang terbesar adalah menjadi pengangguran.

Yang berhasil menjadi gurupun kebanyakan tidak digaji atau digaji dengan sangat 
rendahnya karena yang menggaji-pun tidak mampu karena juga tidak bergaji.

Yang berhasil menjadi politikus melalui partai2 Islam itupun akhirnya bisa 
sukses sebagai koruptor.

Dan yang terbesar dari lulusan Sekolah2 Islam ini bergelar S1, S2, dan S3 
meskipun gelarnya mentereng seperti gelar sarjana betulan dari science oleh 
mereka digunakan untuk melamar pegawai negeri padahal tidak punya kapasitas 
keahlian apapun juga.  Dari mereka ini mayoritas adalah menjadi pengangguran.

Pemerintah men-sia2kan dana negara untuk memproduksi pengangguran besar2an yang 
pada gilirannya nanti hanya menambah pengacau2 negara itu sendiri.


> "wawan" <selarasmilis@ ...> wrote:
> ironi sekali yah????? mo nangis bacanya....
> Da yg namanya guru madrasah mah gak pernah
> kedengaran dapet gaji. Dikampung sayah,
> yg namanya madarasah mah bangunannya juga 
> dari bilik. Bangunannya mirip-mirip rumah
> orang dayak di Pontianak.
> 


Yang salah itu jelas gurunya bukan yang menggajinya.  Kalo memang guru agama 
Islam mau mendapat gaji bagus, janganlah menjadi guru agama Islam, tapi jadilah 
guru matematik.

Seorang guru itu khan berfungsi mengajarkan murid2nya agar bisa mendapatkan 
keahlian yang memungkinkan si murid bisa melamar kerja dan digaji perusahaan 
dimana perusahaan yang mendapatkan keuntungan atas hasil kerja pegawainya itu 
kemudian bisa menggaji pegawainya.

Kalo guru yang cuma mengajarkan sembahyang itu gimana si murid bisa cari 
kerjaan yang bergaji sehingga bisa menggaji guru pengajarnya ??

Disinilah kesalahan fatal pemerintah di Indonesia membangun lebih banyak 
berlipat kali sekolah2 agama Islam dimana lulusannya enggak punya lapangan 
pekerjaan selain jadi terorist dan koruptor.

Kalo saya sekolah komputer, lulus, dan cari kerja dengan gaji besar kemudian 
sebagian gaji itu bisa saya gunakan untuk sekolah lagi yang lebih tinggi agar 
gaji saya bisa lebih besar lagi.  Dan sebagai akibat gaji saya yang besar, maka 
guru yang mengajar saya pun ikut merasakan gaji yang saya dapatkan itu.

Begitulah contoh fungsi guru, lhaaa...  guru ngaji itu bagaimana bisa membuat 
muridnya mendapatkan gaji besar ???  Lalu darimana muridnya bisa membayar guru 
mengajinya kalo sang murid enggak laku dilapangan pekerjaan manapun juga ???  
Kalo memang benar Allah mewajibkan umatnya untuk mengaji.... Allah haruslah 
memberi gaji kepada semua yang menyembahnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke