Facebook:
Radityo Djadjoeri

----- Original Message ----- 
From: "Dinda MU" <dind...@gmail.com>
To: "mediacare" <mediac...@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, December 01, 2009 12:58 AM
Subject: [mediacare] Penjelasan dari MenKomInfo


http://www.facebook.com/notes/tifatul-sembiring/khutbah-iedul-adha-ya-allah-jauhkan-kami-dari-musibah/231533118008

Khutbah Iedul Adha: "Ya Allah, Jauhkan kami dari Musibah"
Today at 3:18pm
Pengantar

Saat ini, sedang ramai dibicarakan seputar persepsi melenceng terhadap
khutbah Iedhul Adha yang saya bawakan di Padang beberapa waktu lalu.

Digambarkan di dalam berita-berita tersebut --yang anehnya di rilis
juga oleh lembaga berita ternama kelas dunia! -- bahwa saya
mempersalahkan masyarakat yang yang melakukan pornografi, hanya semata
dan ditekankan sedemikian bombastis karena pornografi, sebagai
penyebab musibah yang ada di tanah air.

Saya seperti melakukan "menyalahkan para korban" jika kesimpulan
diambil dari berita-berita tersebut. Padahal tak ada sedikitpun dalam
naskah saya bermaksud seperti itu.

Apakah saya perlu menuntut hak jawab kepada media-media tersebut?
Rasanya tidak. Cukuplah masyarakat akan menilai bagaimana kompentensi
yang mereka tunjukkan dengan menampilkan berita yang oleh sebagain
orang dianggap sebagai ketidakakuratan yang memalukan.

Saya merasa,masyarakat kita sudah cukup cerdas untuk tidak segera
terprovokasi oleh pandangan sempit, sebagian orang yang mungkin dalam
proses pendewasaan.

Saya tak perlu membantah. rasanya cukup dengan menampilkan naskah asli
khutbah, pandangan sempit itu saya yakin akan sirna, dan berganti
menjadi pemahaman baru yang lebih positif.

Berikut naskah asli khutbah, untuk diresapi bersama dan digali
maknanya, agar maksud yang saya sampaikan bisa dimengerti oleh semua
pihak.

Saya selalu optimis dan percaya kepada kedewasaan masyarakat. Jika
masih ada sebagian kecil yang tertutup nuraninya dan berpandangan
sempit setelah membaca naskah ini. kita doakan bersama agar kedewasaan
menghampiri dan menyapa mereka.

Alangkah indahnya negeri ini jika kita hidup tanpa prasangka,

Selamat merenungkan dengan seksama.

Wassalam
Tifatul Sembiring


Khutbah Iedul Adha 1430 H
Lapangan Kantor Gubernur Sumbar
Jln. Sudirman - Padang
Sumatera Barat


"Ya Allah, Jauhkan kami dari Musibah"
Oleh: Ir.H.Tifatul Sembiring

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat rahima kumullah

Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah.
Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar
manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di
surau-surau, di desa-desa, digunung-gunung, dikampung-kampung di
seluruh pelosok negeri Islam.

Getarkan qalbu mu'min, yang tengah khusyu' dzikrullah, penuh mahabbah,
penuh ridho, penuh roja' -harap-harap cemas akan hari perjumpaan
dengan Khaliq, Pencipta.

Pekik suara itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita
bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut
riuh rendah suara Malaikat nan tengah khusyu' dalam penghambaan diri
mereka kepada Allah swt.

Di Palestina,
Dimana Yahudi, tengah bersorak sorai setelah sukses menipu kaum
muslimin. Mengadu domba antara sesama rakyat Palestina, antara Hamas
dan Fatah.

Sebanyak 1500 orang kaum muslimin telah dibantai di Ghaza, 5.000 orang
terluka parah. Ribuan tentara Yahudi Israel semakin gencar menggilas
dan memporak porandakan tempat tinggal kaum muslimin, kaum lelaki
dibunuh, anak-anak dianiaya dan perempuan-perempuan dinodai. Semua
bangunan di Ghaza city nyaris rata dengan tanah.

Serangan Israel atas Ghaza, dipenghujung akhir tahun 2008, sisa-sisa
masa jabatan George Bush, mereka manfaatkan untuk menghabisi kaum
muslimin.
21 malam di Ghaza.... oh Ghaza....

waaa Islamaah...
Ketidak ridhoan orang-orang kafirin, harus selalu kita waspadai,
bahkan Masjidil Aqsha yang mereka injak-injak kehormatannya. Di tanah
yang telah diwashiyatkan oleh Umar Ibn Khattab untuk dijaga, negeri
yang telah ditebus oleh Sholahuddin Al-Ayyubi dengan darah para
syuhada.
Kini mereka mengadu domba antara Fatah dengan Hamas, membelah dua
negeri itu dan berupaya memojokkan para pejuang Palestina.

Maha terpuji Engkau Ya Allah
Dalam limpahan nikmat yang menyenangkan kami.
Dalam genangan darah yang menyedihkan hati kami
Dalam kobaran api dendam musuh-musuhmu dan
musuh kami yang meluluh lantakkan rumah-rumahMu,
Tempat bernaung hamba-hamba-Mu

Takbir berkumandang Di Iraq,
Negeri dengan bangunan-bangunan bersejarah nan telah rata dengan
tanah, kekayaan ummat yang coba dijarah oleh Amerika. Setiap hari kita
saksikan pembunuhan demi pembunuhan. Penangkapan dan penggeledahan
rumah-rumah yang kerap disertai dengan penganiayaan. Dan hati kita
sedikit terobati, kala tentara penjajah tersungkur, dihajar
peluru-peluru mujahiddin.

Sudah 700.000 kaum muslimin Iraq mati terbunuh. Inilah ulah sikap
bar-bar dari George Bush, yang telah dikutuk oleh masyarakat dunia
termasuk oleh Rakyat Amerika sendiri.

Oh, Fallujah, Oh Samara. Negeri muslim yang mereka bombardir setiap
hari. Darah ummat menggenang, nyawa-nyawa tak berdosa meregang,
korban-korban cacat hidup penuh penderitaan.

Di Afghanistan,
Keping-keping reruntuhan, seolah wilayah yang tak lagi bertuan. Puas
memborbardir kawasan muslim ini, tentara Amerika pergi menghindar dan
membiarkan penduduknya terlantar.
Berkali-kali dengan dalih menyerang kelompok Taliban, namun akhirnya
korban Sipil selalu lebih banya, entah rasionalitas apa yang mereka
gunakan untuk membunuh penduduk sipil dinegara orang.

Takbir berkumandang di Uighur, Xinjiang, negeri kaum Muslimin
dibelahan Timur. Yang kerapkali mendapatkan perlakuan diskriminasi
dari pemerintah China, setelah mereka dianeksasi oleh China dari
Turkestan Timur 100 tahun lalu.

Takbir berkumandang di Ciagalontang, Sawulu - Tasikmalaya, di Garut di
Cianjur, di tenda-tenda pengungsi.
Takbir berkumandang di Minangkabau, ditangah nagari..

Adakah takbir masih berkumandang di Pariaman?
Adakah Takbir masih berkumandang di Sungai Batang?
Adakah Takbir masih berkumandang di Malalak?
Di Sungai Limau di Sungai Garinggiang ?
Diseluruh nagari??

Gempa yang terjadi mengguncangkan tanah
Meluluh lantakkan puluhan ribu rumah dan bangunan
Meratakannya dengan tanah
ratusan masjidpun tak bisa lagi digunakan lagi untuk beribadah.

Marilah kita berlindung kepada Allah dari segala macam musibah.
Ya Allah jauhkanlah kami dari segala macam musibah.
Ya Allah jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd

Allahu Akbar, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dimana-mana
Allah Maha Besar diatas segala makhluk-makhlukNya
Allah Maha Pelindung dan Penolong
Lindungannya amat kuat

Allah penguasa Hari kiyamat
Hari yang Maha dahsyat
Hari ketika seorang ibu melemparkan bayi yang tengah disusuinya
Hari ketika setiap yang hamil gugur
Hari yang manusia seperti mabuk, padahal sesungguhnya mereka tidak mabuk
Akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Qs 22:2-3)


Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin Jama'ah ied yang berbahagia,

Pada hari ini, kita berkumpul untuk melaksanakan sholat iedul Adha,
sementara jutaan ummat Islam kemarin telah melaksanakan Wuquf di
Padang Arafah, dan saat ini, jama'ah Haji tengah melaksanakan
pelontaran Jumrah di Mina

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin/at jama'ah sholat Ied yang berbahagia

Akan tetapi ketahuilah bahwa ibadah haji, bukanlah sekadar peristiwa
ritual belaka, apalagi bersifat ceremonial. Syari'at haji diturunkan
setelah Rasulullah saw. beserta shahabat melalui pengorbanan dan jihad
yang panjang. Bagi kita saat ini, hendaknya peristiwa haji ini,
kembali mengingatkan kita kepada perjuangan Nabi saw beserta para
shahabatnya. Serta mengenang pengorbanan Ibrahim as dan putranya
Ismail. Mempererat ukhuwwah dan kepedulian sesama, yang insya Allah,
seluruhnya bernilai ibadah disisi Allah swt.

Semoga, seluruh usaha ibadah kita ini menjadi pemberat timbangan
kebaikan kita di yaumul mizan kelak, semakin taqarrub kita kepada
Allah swt., serta memperoleh buah ibadah yang dijanjikan, yaitu
derajat orang-orang yang bertaqwa.

Sebentar lagi -insya Allah beberapa hewan qurban akan disembelih, ada
sapi, ada kambing, ada kerbau. Para ibu-ibupun telah menyiapkan
hidangan ketupat serta makanan tambahan. Semoga kurban yang kita
lakukan hari ini, meningkatkan ketaqwaan kita disisi Allah swt. Amin
Ya Rabbal 'alamin.

Semuanya kita lakukan adalah agar kita menjadi orang yang pandai
bersyukur, artinya berterimakasih kepada yang Maha Kuasa atas segala
nikmat dan Karunia-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Namun ingatkah kita, wahai para hadirin/hadirat Rahimakumullah.
Betapa banyak sudah, nikmat Allah swt kepada kita semua yang sudah kita 
reguk.

Ketika pagi mulai bersemi, ketika manusia mulai terjaga dari tidurnya.
Kemudian Allah swt menerbitkan matahari yang memberikan kehangatan.
Menghangatkan bumi dan juga jiwa kita.
Kita bangun dari tidur kita, dipagi hari, sehat tanpa kekurangan apapun.
Adakah kita ingat, bahwa kita, sudah bersyukur pada Allah atas
pemberian dan karunia itu?

Kita dengar indahnya suara kicau burung, yang menjadikan jiwa kita
senang dan tenang. Membangkitkan gairah pagi.
Adakah kita ingat bersyukur pada Allah atas pemberian dan karunia ini?

Kita pandang berbagai warna bunga mekar nan mewangi.
Kita hirup udara segar, oksigen yang Allah keluarkan dari pohon-pohon.
Tubuh kita bernafas hingga jadi sehat dan bisa terus hidup.
Kita lihat segar pucuk-pucuk daun, yang masih basah oleh titik-titik
embun yang menetes seolah terasa membasuh relung-relung jiwa kita.
Adakah kita ingat, bahwa kita, sudah bersyukur kepada Allah swt atas
pemberian dan karuniaNya itu?
Bagaimana sekiranya semua itu tidak ada, bagaimana jika semua nikmat
itu dicabut oleh Allah swt?.


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau dustakan?"Qs Ar-Rahman.

Kata seorang penyair:
Oh, titik embun yang menetes, membasuh relung jiwaku
Oh, kicau burung yang menyambut surya bersemi.
Duhai Ilahi, meski malu kami datang

Betapa banyak nikmat-Nya yang telah kita reguk,
Seteguk air yang menghilangkan dahaga, sesuap nasi yang menyirnakan
rasa lapar, kelak pasti kita akan ditanya.

"Kemudian, hari ini sungguh kalian akan ditanya tentang nikmat-nikmat
(yang kalian rasakan)".

Maka, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa,
Allah !!, Malikiyau middin, Pemilik urusan di hari kiyamat, dihari
seseorang tidak dapat menolong orang lain. Hari dimana seorang anak
manusia lari dari ayah dan ibunya, lari dari kaum dan kerabatnya.

Allah!!, Penguasa Yaumul Mahsyar, Padang yang maha luas, tempat
berkumpul nya manusia AL- awwaluun wal Akhiruun.
Yang akan memperlihatkan kepada kita catatan-catatan,
tentang apa-apa yang pernah kita kerjakan, catatan tentang apa-apa
yang telah kita lalaikan.
Akan dihitung segala perbuatan kita, akan ditimbang segala kebaikan
dan keburukan kita, akan dihisab semua manusia, dihari perhitungan
ini.


Bukankah Aku sudah panjangkan umur engkau? dst

Marilah kita berlindung kepada Allah, dengan sebenar-benar minta 
perlindungan.
Allah !!, Yang adzab-Nya sangat keras dan pedih,
Kelak akan dipertunjukkan, ketika seorang lelaki mungkar dihadirkan,
lalu dituangkan air rebusan api neraka keatas kepalanya. Hingga
meleleh isi perut dan kulit-kulit mereka. Dan bagi mereka
cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka ingin keluar dari siksaan
itu, akibat derita dan sengsaranya, maka dikembalikan ia kepada adzab
itu, lalu dikatakan,


"Rasakanlah adzab yang membakar ini".

Takutlah kepada adzab Allah, dengan sebenar-benar rasa takut.
Allah !!, pemilik neraka jahannam, Kelak, tempat orang-orang kafir
akan digiring secara berbondong-bondong.

"Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka, yang bahan
bakarnya adalah manusia dan api. Di dalamnya ada malaikat-malaikat
penjaga yang keras dan bengis".(QS At-Tahrim : 6)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin Jama'ah iedul Adha yang berbahagia,

Sejak akhir tahun 2004 sampai sekarang, bencana dinegeri kita tercinta
ini, seolah tidak ada henti-hentinya terjadi.

Mulai dari gempa di NAD dan Nias, Banjir bandang di Jember, dan
Trenggalek, banjir bandang di Sinjai, Sulsel. Tanah longsor di Luwu
Utara, Sulteng. Banjir di Bolaang Mongondow, Tanah Longsor di
Gorontalo. Gempa DI Jogya, Gunung Merapi meletus, banjir besar di
Jakarta, Tsunami di Pangandaran dan Kebumen, Gunung meletus di Halsel,
gempa besar di Tasikmalaya, Garut, Bandung dan Cianjur. Dan baru saja
berselang gempa di Sumatera Barat, ditanah Minang.

Kota Padang, Pariaman, Malalak, Sungai Batang, Lubuk Basung menderita
paling parah.
Belum selesai kita tangani yang satu, sudah datang bencana berikutnya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin Jama'ah iedul Adhai yang berbahagia,

Sesungguhnya ada korelasi langsung atau tak langsung, hubungan yang
kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau akhlak manusia.

Sering terjadi bencana, sebab akhlak manusia yang telah rusak. Terlalu
banyak berbuat maksiyat dan melawan kepada Allah swt.

Banyak orang sekarang, yang hanya takut kepada manusia, tapi tidak
takut kepada Allah swt.
Mereka melampiaskan seluruh nafsu dan ketamakan, serta berlaku
sewenang-wenang dengan segala kekuatan yang mereka miliki.

Allah swt berfirman:

"Kalaulah sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa,
sungguh Kami akan bukakan atas mereka Keberkahan dari langit dan bumi.
Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka dengan
kedustaan itu". QS 7:96

Ayat Allah yang tidak bisa kita rubah dan kita bantah sama sekali.
Jadi jelas sekali keterangan Allah swt dalam Al-Qur'an, jika manusia
itu Iman dan taqwa maka keberkahan melimpah.Tapi kalau ingkar dan
maksiyat, maka Allah swt akan datang adzab dan musibah.

Tengoklah bagaimana kerusakan moral di negeri ini

Baru-baru ini diungkapkan data, bahwa ada 500 jenis VCD porno buatan
Indonesia sendiri yang sudah beredar diperjual belikan. Dan yang
paling mengerikan adalah bahwa bintangnya anak-anak yang masih di SMP
dan SMU.

Masih sanggupkah kita menghadapkan muka kita di hadapan Allah di
Padang Mahsyar besok.? Sanggupkah kita menjawab pertanyaan Allah
kelak? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap pendidikan anak-anak
kita?

Korupsi meraja lela, Indonesia mendapat ranking no 1 terkorup di Asia,
dan no 3 terkorup di dunia.
Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda:

"Tiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka nerakalah tempatnya?".
Mengapa banyak manusia tidak takut memakan sesuatu yang haram.

Jual beli perkara, bahkan oknum di MA. Apalagi oknum-oknum di PT atau
PN. Makelar kasus, mafia peradilan, di ranah-ranah penegak hukum.

Kelak di hadapan Allah, di Padang Mahsyar, mereka tidak akan bisa
berkutik lagi. Akan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah.
Mulut-mulut mereka akan dikunci, tangan disuruh berbicara, dan
kaki-kaki menjadi saksi.

"Alyawma nakhtimu 'ala afwahihim watukallimunaa aydiihim..."

Perzinahan, dan maksiyat, bahkan divideokan pula, seolah ingin "show of 
force".
Seorang ibu membunuh 3 orang anaknya di Bandung, lantaran takut miskin.

Seorang anak remaja membantai seluruh keluarganya, termasuk ayah
ibunya di Medan. Fitnah dan menghalalkan segala cara, yang benar bisa
salah dan yang salah bisa benar. Merebaknya kesyirikan dan
tayangan-tayangan yang merusak aqidah di televisi.

Inilah bentuk kerusakan akhlak dan moral manusia di negeri ini.
Bagaimana adzab Allah tidak datang secara bertubi-tubi. Penyebabnya
adalah ulah tangan manusia itu senidiri:

Zhaharal fasadu fil barri wal bahr, Bima katsabat ayninnas

Oleh sebab itu marilah kita taubat, taubatan nasuha, sungguh-sungguh
bertaubat, mohon ampun kepada Allah swt.

Allah swt adalah penerima taubat.
Sebesar gunung dosa kita, lalu kita datang sungguh-sungguh ingin
bertaubat, maka engkau dapati Allah swt, Maha Pengampun.

Kalau kita mendekat sejengkal kepada Allah, maka Allah swt akan
mendekat sehasta. Jika kita mendekat kepada Allah swt sehasta, maka
Allah akan medekat sedepa. Dan jikia kita berjalan menuju Allah swt,
maka Allah akan berlari menyambut uluran taubat kita.


"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah swt".


"Katakanlah (Hai Muhammad), Hai hamba-hambaKu, janganlah kalian putus
asa terhadap rahmat Allah. Sesunbguhnya Allah mengampuni segala dosa.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang"


Kegembiraan kita di hari lebaran ini, hendaknya tidak mengurangi
kepedulian terhadap kaum muslimin yang tengah menderita dibelahan
dunia lain. Baik yang berada di Iraq, yang di Palestina, di
Afghanistan.
Demikian juga perhatian kita terhadap korban bencana yang masih
menginap di tenda-tenda, di Pariaman, Sungai Batang, Lubuk Basung dll.

Adakah kebahagiaan yang kita rasakan hari ini, juga dirasakan oleh mereka?
Adakah mereka sanggup kenakan baju baru, celana baru dan sepatu baru?,
Seperti yang dipunyai anak-anak kita?

Adakah mungkin saudara-saudara muslim kita di Bengkulu dapat mencicipi
hidangan selezat yang telah kita tata di meja-meja makan kita?

Kenang, kenang, kenanglah mereka !

Sumbanglah mereka, agar mereka merasa masih punya saudara.
Bantu mereka, do'akan agar Allah memberikan keberkahan atas mereka.
Sekedar meringankan beban, dan saling berbagi kebahagiaan.


"Bukankah balasan suatu kebaikan adalah kebaikan pula".

Selanjutnya marilah kita bedoa, agar dijauhkan dari segala macam
musibah, apalagi musibah dalam agama. Cukuplah musibah di bidang
ekonomi
Politik, jangan ada lagi bencana setelah ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin Rahimakumullah,


-- 
Dinda MU
@ Plangi Sky Dinning
The Plaza Semanggi


------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz


Yahoo! Groups Links



Kirim email ke