إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللّهِ الَّذِينَ كَفَرُواْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Ayat diatas menggunakan kata Dabbah yang artinya makhluk hidup dan bisa 
berkorelasi dengan binatang atau manusia atau apapun. Coba perhatikan juga ayat 
ini :

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّهِ رَبِّي وَرَبِّكُم مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلاَّ هُوَ 
آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Ayat diatas diambil dari surah Huud ayat 56, juga An-Nahl 61 ini :

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ 
وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ 
يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
 
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِن مَّاء فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ 
وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ 
يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ayat diatas dari surah An-Nuur ayat 45.,
Kita semua adalah Dabbah, yaitu makhluk hidup, sama seperti para ilmuwan 
menyebut manusia ini sebenarnya adalah binatang tetapi binatang yang berakal. 
Tinggal lagi bila manusia ini tidak menggunakan akal dan panca inderanya dalam 
memahami ayat-ayat Allah maka jadilah dia lebih sesat dari binatang ... coba 
perhatikan kata yang digunakan dalam ayat berikut :

 أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Ayat ini diambil dari surah Al-A'raf ayat 179.

(armansyah)

Karena itu bila tidak mengerti bahasa al-Qur'an, jangan asal bicara karena itu 
hanya memperlihatkan siapa diri anda sebenarnya.


(abdi yono)

Untuk masalah faham bahasa Quran jelas anda lebih pintar dan mengerti,
karena memang saya baru belajar mengenai Islam dan sedang anda memang sudah 
pakarnya.

Anggap aja memang saya bodoh dan saya membaca sebagai orang awam,menurut
pengamatan saya QS.8:55 konteks nya membicarakan orang kafir yaitu non
Muslim yang dianggap sebagai binatang melata yang paling buruk ( bisa
ular,buaya atau kadal dsb ),karena ada kata syarrad-dawabbi yang secara
harafiah berarti “kullu ma yadibbu ‘ala al-ard”, segala hewan yang merangkak 
atau melata di muka bumi.

Dan semua yang anda tulis diatas kan hanya tafsir anda atau para ulama.
Dan tafsir saya sebagai orang awam ya Quran MEMBINATANGKAN non Muslim.

Kalau menurut tafsir anda kata binatang sama dengan makluk hidup apa
Tuhan tidak punya tutur yang lebih baik seperti misal : Sesungguhnya
MANUSIA yang paling buruk disisi Allah ialah orang-orang kafir ...dst.

Coba menurut anda lebih bagus pakai manusia atau binatang kalau itu
memang benar-benar kata2 Tuhan sang pencipta.

wasallam
abdi yono










      

Kirim email ke