Setelah seminggu saya menunggu tanggapan terhadap tulisan2 Abdi Yono, maka
barulah sekarang saya menanggapinya.

Tanggapan pertama adalah keheranan. Mengapa saya heran? Karena tulisan yang
begitu panjang dan lengkap, tak ada yang berani menanggapinya, terlebih lagi
membahas poin per poin dari pertanyaan-pertanyaan Abdi Yono.

Untuk membantu anda semua yang malas membaca tulisan2nya yang panjang itu,
maka disini saya akan meringkaskan pertanyaan2nya saja. Kalau kurang jelas,
barulah anda bisa mereferensi ke tulisannya kembali. 

Disini saya mulai dengan tulisannya  dengan judul: “Ajaran Tuhan sempat  vacum 
2500 tahun.”. Yang lainnya pada tulisan
terpisah menyusul.

 

Pertanyaan I: Dari Abdi Yono.

Kalau Abraham sekeluarga sudah beragama Islam apa perlunya Tuhan mengutus
Musa dan para nabi lainnya, sehingga keturunannya harus berurusan dengan umat 
Yahudi/Nasrani.?

Jadi kalau Ibrahim sudah Islam, apa perlunya nabi2 lain diutus Allah? Untuk
apa? 

 

Pertanyaan II: Pertanyaan saya.

Kalau nabi Musa dan nabi Isa juga Islam, maka apa inti ajaran Musa yang
Islam? Apa inti ajaran Isa yang Islam?

Maksud saya adalah untuk membandingkannya dengan ajaran Musa menurut Yahudi
dan ajaran Isa menurut Kristen.  

 

Pertanyaan ke III: juga pertanyaan saya berdasarkan tulisan Abdi Yono: 

Apa benar Ibrahim yang mendirikan Kaabah? Apa bukti sejarah dan
arkeologisnya?

Mengapa setelah 2500 tahun, pada waktu Muhammad datang, Islam yang dibawa
Ibrahim sudah hilang, Kaabah penuh dengan berhala-berhala, dan perlu “ditemukan
kembali” oleh Muhammad?

Apakah ibadah haji, yang sudah ada sebelum Muhmammad lahir, diperintahkan
oleh Ibrahim, dan apa buktinya?

 

Pertanyaan ke IV: (mengulangi pertanyaan Abdi Yono). 

Kalau memang tempat beribadah yang mula-mula dibangun ialah Baitullah (Ka'bah)
di Mekah, kenapa pada mula kiblat sholat Muhammad menyuruh para pengikutnya
ber-

kiblat ke Yerusalem ? 

 

Pertanyaan V: (Berdasarkan tulisan Abdi Yono)

Mengapa kenyataanya permohonan Abraham untuk menjadikan Mekah sebagai negeri
yang aman dan semua keturunannya jauh dari berhala tidak dikabulkan oleh Allah?

Karena kenyataannya pada waktu Muhammad datang, Kaabah sudah menjadi pusat
penyembahan berhala-berhala.

 

Didalam Alkitab, tidak ada catatan perjalanan Abraham (Ibrahim) sampai ke
Mekkah dan apalagi sampai mendirikan Kaabah. Namun saya mengerti bahwa agama
Islam ini sepenuhnya adalah berdasarkan kepercayaan belaka, yaitu percaya
kepada Alquran dan Hadits, verifikasi obyektif TIDAK PERLU. Kalau sudah
percaya, itu sudah cukup. Tak perlu lagi diselidiki kebenaran sejarahnya. Betul?











 




      

Kirim email ke