Dinilai Maksiat, Foto "Pre Wedding" Dinyatakan Haram
Jum'at, 15 Januari 2010 | 09:58 WIB


TEMPO Interaktif, Kediri - Forum Bahtsul Masail Putri ke-12 yang 
diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri kemarin juga menetapkan 
haram bagi kegiatan fotografi pra nikah (pre wedding). Forum santri tersebut 
menganjurkan pemotretan itu dilakukan setelah akad nikah untuk menghindari 
perbuatan maksiat.

Ketua panitia Bahtsul Masail Putri dari Pondo pesantren Lirboyo Iswatun Hasanah 
menjelaskan aktivitas fotografi yang lazim dilakukan calon pengantin tersebut 
saat ini sudah menjadi tren di masyarakat. Bahkan hampir semua calon mempelai 
mencantumkan foto-foto mesra mereka dalam undangan maupun souvenir. 

"Kami menganggap persoalan ini perlu dibahas di forum Bahtsul Masail," kata 
Iswatun kepada Tempo, Jumat (15/1).

Menurut dia, penjatuhan haram atau larangan ini berlaku kepada kedua calon 
mempelai dan juru gambar atau fotografer yang bersangkutan. Sebab Islam telah 
mengatur secara tegas tata cara bergaul dengan lawan jenis di luar muhrim, yang 
kerap ditabrak oleh calon pengantin yang notabene belum berstatus suami istri. 

Iswatun mencontohkan perbuatan ini terjadi manakala calon pengantin dengan 
sengaja berangkulan, berduaan, dan berciuman hingga menimbulkan tindakan 
percampuran yang melanggar batas kesusilaan. Bahkan beberapa calon pengantin 
perempuan dengan sengaja mempertontonkan auratnya kepada calon suami dan 
fotografer sekaligus. "Karena itu juru gambarnya juga haram karena membolehkan 
kemaksiatan," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, forum santri yang diikuti 258 perwakilan 
pondok pesantren di seluruh Provinsi Jawa Timur dan Madura ini menganjurkan 
calon mempelai untuk melakukan akad nikah terlebih dulu. Selanjutnya mereka 
diperkenankan melakukan pemotretan pre wedding sebagai pelengkap pelaksanaan 
pesta pernikahan. 

Sebelumnya forum tersebut juga telah menghasilkan kesepakatan haram tentang 
penggunaan gaya rambut rebounding yang berpotensi membuka aurat perempuan yang 
belum berkeluarga. Sayangnya karena keterbatasan waktu forum tersebut belum 
berhasil membahas persoalan lain seperti hukum olahraga perempuan, menonton 
acara sihir, hingga pemberian amplop dari calon kepala daerah perempuan kepada 
kyai. 



HARI TRI WASONO 

  a.. Share on Facebook 
  b.. Print 
  c.. Send 
  d.. Share 
Topik : 
  a.. Fatwa Ulama 
Komentar Anda [75] :
  a.. Kebelet jadi nabi palsu ya?
  Listya, Sukabumi, 15/01/2010 17:23:33 wib 
  Emangnya sapa kalian? Nabi? kebelet ya jadi Nabi ya? sok banget suka nentuin 
haram atau halal! Emangnya dapet wangsit dari mana?


  b.. Penyakitnya mulai kambuh nih,,
  Tukang poto keliling, Jkt berbenah, 15/01/2010 17:10:47 wib 
  mentang2 gus dur udah gak ada.. gilanya mulai pada keluar dah..

  prewet haram...

  kalo gw gak bisa makan, lu mo ngasih gw makan?
  lo mo ngasih bini gw makan?
  lo mo bayarin spp anak gw?
  susu anak gw?

  see the big picture guys.. cmon.. dont be so shallow


  c.. Apa maning kue
  Goeruh, Semarang, 15/01/2010 16:55:36 wib 
  walah ana2 bae marai photograper pada ora laku yak. Jgn2 nanti keterusan 
Hidup di Indonesia yg Indah ini di Fatwa haram juga ya......
  jaman wis susah gawe2 wae marai tambah susah


  d.. Sakit
  HANCUR, Kiel, 15/01/2010 16:48:59 wib 
  ntar lagi computer, gitar, dan hape juga di haramkan..kacau nih..


  e.. Aseeekk tuhhh
  Ayin, Pondok Bambu, 15/01/2010 16:23:59 wib 
  Makanya ga usa pake pre wedding pre weddingan..yg halal2 aja bosss..neh 
katanya kan haram..yg halal tuh biasanya ngebom, perang melawan amerika dan 
semacamnya lah..

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/15/brk,20100115-219308,id.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Facebook:
Radityo Djadjoeri

Kirim email ke