Yuan Yudistira 
OkeZone<http://suar.okezone.com/read/2010/03/04/58/309003/benarkah-ada-cuci-otak-hipnotis-oleh-anand-krishna>
Kamis, 4 Maret 2010 - 10:54 wib Mengikuti perkembangan berita yang saya baca
di beberapa media yang berkembang saat ini tentang Bapak Anand Krishna.
Bapak Anand Krishna telah dilaporkan oleh dua orang yang konon mengaku
sebagai mantan murid telah melakukan perbuatan pelecehan seksual.

Mengingat ketokohan beliau – isu seperti ini tentu menjadi hal yang menarik
untuk dipublikasikan oleh beragam media baik cetak maupun elektronik .

Apakah benar apa yang dilaporkan kedua “mantan murid” Bapak Anand Krishna
kepada pihak polisi, saya berpendapat biarkan proses hukum yang berjalan
dengan baik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Semuanya harus bisa
dibuktikan oleh pihak pelapor.

Menyimak adanya isu yang berkembang bahwa pelapor telah mengalami brain wash
atau proses cuci otak.  Dan bahkan akhir-akkhir ini apa yang dilakukan oleh
Lembaga Anand Ashram pun tak luput disoroti media dan disebut-sebut sebagai
sebuah lembaga yang menyebarkan ajaran sesat.

Menanggapi semua pemberitaan yang ada, saya terdorong untuk menuliskan
beberapa hal berdasarkan pengalaman pribadi saya yang berkenalan dengan
Bapak Anand Krishna serta lembaga Anand Ashram.
Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa memberikan informasi yang cukup bagi
siapa saja yang penasaran tentang apa yang sebenarnya dilakukan di Anand
Ashram dari sudut pandang yang netral.

Izinkan saya memperkenalkan diri - Nama lengkap saya Yuan Novadhya
Yudistira, kelahiran 28 November 1975. Beragama Islam. Pendidikan terakhir
S2 dan saat ini bekerja sebagai IT Manager sebuah perusahaan media di
Jakarta. Saat ini telah menikah dan dikaruniai dua orang anak.

*Bagaimana Saya Mengenal Anand Krishna dan Anand Ashram*

Mungkin akan saya mulai dengan menceritakan kilas balik saya pertama kali
mengenal Bapak Anand Krishna dan lembaga Anand Ashram.

Sekira tahun 1998 – ketika itu saya kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB)
tingkat akhir.  Seperti kebanyakan mahasiswa yang lain,  saya pernah aktif
di beberapa organisasi – terutama organisasi rohani Islam dan juga musala
kampus.

Rasa pengetahuan tentang Islam – dan mungkin dilatar belakangi – dasar
pemahaman saya yang masih sangat dangkal,  proses pencarian jati diri saya
membawa saya terlibat dalam sebuah organisasi gerakan islam yang cukup
ekstrim dan bergerak di bawah tanah.

Kurang lebih dua tahun saya aktif di sana dan bahkan saya pernah menjadi
salah satu “perangkat pemerintahan” pada level setingkat desa. Walaupun saya
tidak menyebutkan gerakan apa yang saya ikuti, pembaca tentu bisa menerka
kira-kira apa. Pada saat itu, semangat jiwa muda saya yang mendorong dan
bergerak 100 persen. All out.

Gerakan yang saya ikuti ini memberikan semacam doktrin yang cukup ekstrim,
dimana jangankan orang yang beragama di luar Islam, bahkan orang Islam yang
belum masuk kedalam gerakan ini – dalam istilah mereka “melakukan hijrah”
adalah termasuk orang kafir dan layak untuk diperangi!

Begitu terlenanya saya dengan ajaran yang saya terima telah mendorong saya
untuk mencurahkan seluruh perhatian, dana dan waktu saya pada kegiatan
gerakan tersebut. Bahkan pihak keluarga saya merasa “telah kehilangan saya”.
Kerasnya aktivitas di sana dan karena konsentrasi pada pencurahan dana dan
sumberdaya manusia yang sangat tinggi,  mengantarkan saya pada sebuah titik
kulminasi. Sebuah titik dimana saya merasa hati dan jiwa saya kering.  Saya
merasa apa yang sudah saya korbankan tidak membawa saya kemana mana, jiwa
masih saya kering, hidup saya tidak tenang dan yang pasti hubungan saya
dengan keluarga dan orang tua menjadi  berantakan.

Apa yang saya rasakan saat itu sesungguhnya tidak bisa dijelaskan dengan
kata-kata. Saya mengalami goncangan yang cukup dahsyat.  Di satu sisi saya
sudah didoktrin tentang sebuah ideologi, di sisi lain – saya merasa telah
pada satu titik jenuh dan merasa tidak mendapatkan apa yang saya cari.

Dalam situasi dan kondisi tersebutlah saya berkenalan dengan Bapak Anand
Krishna melalui sebuah buku yang beliau tulis. Tertarik dengan apa yang saya
baca, akhirnya saya memutuskan untuk datang pada sebuah acara open house
yang diselenggarakan di sunter.

*Pengalaman yang Benar-Benar Baru Mengenal Meditasi*

Dalam acara open house yang pertama kali saya ikuti,  saya mendapatkan
sebuah pengalaman baru.  Dalam acara tersebut yang dihadiri oleh puluhan
orang,  itulah pertama kali saya melihat Bapak Anand Krishna secara
langsung.

Dalam kesempatan itu, Beliau mengajarkan sebuah teknik yang kala itu terasa
aneh, tapi setelah selesai acara efeknya langsung terasa. Seakan beban berat
yang sedang saya pikul hilang begitu saja.
Singkat cerita saya mengikuti beberapa program. Program pertama yang saya
ikuti adalah  “Seni Memberdaya Diri 1”, Kemudian “Neo Zen Reiki”. Saya
merasakan ketenangan dan merasa mendapatkan apa yang sedang saya cari.

Setelah itu, bisa saya katakan bahwa saya telah mengikuti semua program yang
ada di Anand Ashram. Dan saya mengikuti semua kegiatan Anand Ashram yang
bisa saya ikuti. Salah satu program yang menurut saya menarik dan sangat
berkesan adalah sebuah program yang diberi nama Atisha. Diikuti oleh sekira
20-an orang.  Dan hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang telah mengikuti
seluruh program.

Di sana kami  diajarkan banyak hal.  Intinya adalah untuk lebih
mengapresiasi berbagai agama yang ada. Bahwa tuhan ada di mana mana. Saya
beberapa kali mencatat dan mengaris bawahi ceramah Bapak Anand Krishna
tentang agama. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Agama adalah jalan
2. Tidak perlu pindah agama, semua peserta diminta untuk mendalami dan
menjalankan agama masing masing dengan penuh ketekunan

Kalau saya tidak salah, dua tahun kurang lebih saya “berguru” di Anand
Ashram. Dan dari dua tahun tersebut tidak pernah sekalipun saya mendengar
atau diajarkan tentang sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan saya yaitu
sebagai muslim.

Yang ada adalah saya menjadi seorang yang baru dalam hal memandang agama dan
keyakinan orang lain.  Apresiasi saya terhadap beragam keyakinan membuat
saya merasa lebih damai. Bisa dikatakan saya sudah “jinak”. Jika saya amati
kebanyakan dari kita terlanjur masuk dalam kotak-kotak kecil. Dan hal ini
tentu bukan tanpa alasan. Semuanya bermuara pada kekuasaan. Dalam kotak
kotak kecil rakyat dengan mudah dapat diadu domba dengan dalih Agam.

Apa yang diajarkan oleh Bapak Anand Krishna di Anand Ashram adalah solusi
yang dibutuhkan oleh Indonesia Raya!  Rakyat Indonesia yang sudah terlanjur
masuk dalam kotak kotak kecil harus memahami ada kemungkinan kebenaran di
luar kotak mereka. Apresiasi! Dan ini sejalan dengan semboyan Negara kita
yaitu Bhineka Tungggal Ika.

Jika anda pernah melihat kasus tentang bom bunuh diri dll, percayalah ketika
saya aktif dalam gerakan Islam yang saya ceritakan sebelumnya – jika saat
itu saya diperintahkan untuk melakukan hal tersebut – tentu dengan doktrin
yang saya terima sudah tentu saya akan melakukan perintah tersebut tanpa
perlu berfikir dua kali.

Tapi perkenalan saya dengan Bapak Anand Krishna dan Anand Ashram telah
merngbah hidup saya. Pertanyaan yang mungkin saat ini muncul di benak para
pembaca tulisan ini adalah:
1. Apakah agama dan keyakinan saya sekarang?
Jawab: Alhamdulilah, Saya masih seorang muslim dan dengan segala
keterbatasan saya, masih berusaha menjalankan semua syariat Islam dengan
baik
2. Apakah Anda seorang pengikut Anand Krishna?
Jawab: sepengetahuan saya Bapak Anand Krishna tidak pernah merekrut
pengikut. Dan bahkan ketika saya menulis tulisan ini, sudah kurang lebih
tujuh tahun saya  tidak pernah bertemu dengan beliau dan tidak pernah datang
ke Anand Ashram lagi.
3. Apa yang mebuat Anda tidak datang atau aktif belajar di Anand Ashram
lagi?
Jawab: Selama saya aktif, bisa dibilang saya datang beberapa kali dalam
seminggu. Hal itu dimungkinkan karena saya masih belum berumah tangga.
Ketika saya memutuskan untuk menikah, saya memutuskan untuk konsentrasi
bekerja untuk menafkahi anak dan istri saya.

*Hipnotis dan Cuci Otak di Anand Ashram?*

Dari pengalaman saya ketika saya memutuskan untuk menikah dan “keluar” dari
Anand Ashram. Semuanya berjalan dengan normal. Bahkan penggunaan kata
“keluar” mungkin juga tidak cocok, karena tidak ada keanggotaan di Anand
Ashram. Tidak ada proses masuk.

Di Anand Ashram Kami diajari berbagai teknik meditasi – sebuah proses
mengenal diri. Kami juga diajari tentang teknik untuk menjaga kesehatan
misalnya dengan Yoga dan Neo Zen Reiki. Hal ini tentu membantah isu adanya
hipnotis atau brainwash di Anand Ashram.

Karena jika memang benar adanya cuci otak atau hipnotis di Anand Ashram,
maka tentu tidak mungkin saya bisa “keluar” dari Anand Ashram. Sudah pasti
saya akan terus terikat. Kenyataanya justru sebaliknya. Teknik Meditasi yang
saya pelajari justru membebaskan!  Saya terbebas dari beberapa
“conditioning” yang bahkan sebelumnya tidak saya sadari.

Jika saya bandingkan dengan gerakan yang pernah saya ikuti,  waktu saya
putuskan untuk berhenti dan keluar – (karena untuk masuk ada proses hijrah
dan baiat) – saya beberapa kali mendapatkan teror dan bahkan ancaman akan
dibunuh – terutama jika gerakan tersebut suatu saat muncul dan Berjaya.

Jika bisa saya mengambil sebuah kesimpulan tidak pernah ada paksaan di Anand
Ashram.  Apa yang diajarkan oleh Bapak Anand Krishna tidak pernah ada yang
disembunyikan. Semuanya bisa dibaca dari buku buku beliau yang banyak
diterbitkan oleh Gramedia.

Bagi saya, Beliau adalah seorang tokoh yang luar biasa. Beliau –diakui atau
tidak- sedikit banyak telah membawa pencerahan dan damai di Indonesia.
Pemberitaan di media saat ini yang menyudutkan Bapak Anand Krishna dan Anand
Ashram telah berkembang dengan sangat tidak adil. Hal itulah yang mendorong
saya untuk menulis tulisan ini.

Tulisan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Semoga jaya
Indonesia Raya!
*
Yuan Yudistira
yuanyudistiram...@gmail.com*

Kirim email ke