Gelar Doctor ITB Hasil Plagiat !!!
                                               
Zuliansyah berhasil memboyong gelar doctor melalui disertasinya yang berasal 
dari contekan.  Enggak ketahuan perbuatan orang yang satu ini sudah yang 
keberapa ratus kalinya, tapi baru satu ini yang ketangkep dan dipermalukan 
karena disertasinya ini dipresentasikan diluar negeri yaitu dikota Chengdu di 
China.  Akibatnya ibarat maling ketangkep basah, ITB pura2 malu dan berjanji 
akan mencbut gelarnya.

Tetapi sebenarnya soal plagiat begini memang bukan cuma dilakukan oleh 
Zuliansyah saja, tapi semua tak ada satupun doktor ITB yang tidak nyontek 
karena memang Indonesia miskin ilmu dan miskin teknologi bagaimana mungkin bisa 
mencipta ???

Menurut Rektor ITB kasus ini baru pertama kali, mungkin maksudnya baru pertama 
kali yang ketangkep basah ini.  Untuk bisa plagiat juga harus ada 
pembimbingnya, tanpa nyogok pembimbing darimana bisa dapat sumber2 plagiatnya 
???

Bukan cuma di Indonesia, bahkan di Arab Saudia itu juga ada engineering dan 
semua lulusannya adalah hasil plagiat yang dijual oleh professor2 Amerika yang 
mengajar disana.

Sekali lagi saya tekankan disini, negara Syariah tidak mungkin rakyatnya yang 
beriman bisa menemukan teknologi, justru Syariah Islam itu adalah cara2 
menghancurkan teknologi dan budaya kemanusiaan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke