Jangan Propaganda Agama Mencatut Nama Science !!!
                                                             
Benar, hukum alam bisa mengatur semuanya dan juga harus ditambahkan bahwa hukum 
alam juga bisa mengacaukan semuanya, dan harus diingat! Bahwa kita tidak perlu 
menyembah hukum alam, tidak perlu percaya bahwa hukum alam mengirim utusannya 
kebumi ini untuk menegakkan Syariah Islam.

> Kiyai Ngrambyang <kalimal...@...> wrote:
> Hukum alam mengatur dinamika benda2,
> dari yang berukuran besar seperti
> tata surya hingga yang berukuran
> kecil, seperti elektron, misalnya.
>

Bukan hukum alam yang mengatur dinamika benda2, melainkan manusialah yang 
mengaturnya dengan memanfaatkan hukum alam.  Contohnya saja, ada kalanya sebuah 
meteor sebesar bumi mau menabrak bumi kita hingga kiamat, maka dengan 
memanfaatkan hukum alam memungkinkan kita untuk mengalihkan tubrukan meteor 
yang memusnahkan kehidupan manusia ini.  Demikianlah, kita manusia yang 
mengatur dinamika hukum alam ini untuk manfaat dan kepentingan kehidupan 
manusia itu sendiri bukan untuk mematuhi perintah2 Tuhan dengan meledakkan bomb 
ditengah pasar.

Hukum Alam tidak memerintahkan siapapun untuk membunuhi kafir, murtad, yahudi, 
dan penyembah berhala.

> Apabila manusia telah mengetahui
> SEMUA hal di alam semesta ini,
> maka science menjadi "tak terbatas".
> Tetapi kenyataannya, manusia baru
> mengetahui sebagian kecil saja.

Manusia tidak akan mengetahui semuanya, karena semuanya selalu berubah dan 
setiap saat muncul pengetahuan baru.  Hari ini ada gunung meletus, hari ini ada 
gempa bumi, dan hari ini juga bertambah lagi pengetahuan manusia untuk 
menyelidikinya baik tentang perbedaan gunung meletus yang sekarang dan yang 
sebelumnya, menyelidiki perbedaan gempa yang sekarang dengan gempa yang 
sebelumnya, menyelidiki pengetahuan2 baru yang muncul dalam alam semesta ini 
demi keselamatan, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas kehidupan manusia itu 
sendiri.

Jadi tidak ada perlunya mengukur sebagian kecil saja atau sebagian besar dari 
pengetahuan itu diketahui manusia, bukan masalah kecil besarnya melainkan 
manfaatnya, pengetahuan yang tidak bermanfaat seperti bersyahadat, bershalat 
berapa rakaat....  dll semua itu tidak ada gunanya karena bukan pengetahuan 
yang dihafalkan sebagian manusia sebagai pengetahuan.

> Menurut saya di situlah keindahan
> science, sebab selama manusia manusia
> masih eksis di bumi ini, manusia
> bisa terus menikmati proses mencari
> kebenaran yang tiada hentinya.

Keindahan science juga disertai keburukannya tergantung penggunanya, namun 
untuk menjadi seorang ilmuwan atau scientist diperlukan ikatan etika 
professional, etika kedokteran, etika ilmuwan dlsb. yang bertujuan penggunaan 
ilmu pengetahuan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia demi 
kebahagiaan semua.

Jadi penyalah gunaan science misalnya untuk jihad teror Islamiah bukan lagi 
keindahan melainkan kebiadaban yang dikutuk oleh semua umat manusia.  Karena 
science miliki kita semuanya, yaitu milik semua umat beragama apa saja bukan 
cuma milik Islam yang tidak pernah mengembangkan science ini.  Dengan science 
kita menyelamatkan semua umat beragama termasuk orang2 murtad, orang2 kafir, 
orang2 Yahudi, para penyembah berhala, dan juga tentunya orang2 Islam juga.

Tapi Syariah Islam menyalah gunakan science hanya untuk memuliakan muslimin 
saja, menghinakan yang bukan muslimin, menganggap mereka yang menolak menyembah 
Allahnya sebagai musuh2 agamanya yang harus ditumpas yang tidak berhak ikut 
menikmati nikmat Allah mereka.

Demikianlah, science tidak selalu indah, bisa jadi mengerikan kalo disalah 
gunakan oleh teror jihad Islamiah.

> Tuhan yang mempunyai pengetahuan
> tidak terbatas tentang segala
> sesuatu, bukanlah hal aneh. Sebab
> Ia adalah Tuhan, bukan?

Salah, Tuhan tidak perlu pengetahuan, buat apa pengetahuan kalo tidak punya 
perut, tidak punya mata, tidak punya kaki, seperti yang saya definisikan bahwa 
science digunakan oleh manusia bukan oleh Tuhan, dan manusia menggunakan 
science untuk meningkatkan kualitas kehidupan, padahal Tuhan itu bukanlah 
kehidupan.  Tuhan itu tidak mati dan tidak hidup.

> Tetapi manusia -ciptaan Tuhan- 
> yang bisa menemukan sendiri
> bagaimana hukum alam bekerja,
> tanpa disuapi atau diberi
> tahu oleh Tuhan, bukankah itu
> merupakan hal yang menakjubkan.

Alam memang telah memberi manusia pengetahuan, tapi Tuhan enggak ada satupun 
pengetahuan yang pernah diberikannya kepada manusia, dan Tuhan itu bukan mahluk 
yang berpengetahuan, Tuhan disembah bukan karena pengetahuannya, karena 
sorganya, karena mereka yang percaya takut kepada neraka yang merupakan ancaman 
teror psikologis.

Jadi jangan mencatut nama science untuk memuliakan Tuhan, memuliakan Allah, 
menghinakan Berhala, menghinakan Yahudi, menghinakan murtad, dan menghinakan 
mereka yang tidak percaya.


> Bukankah itu justru menunjukkan
> kebesaran Tuhan, yang menciptakan
> manusia itu?
>

Bukan Tuhan yang menunjukkan kebesarannya, tapi alam semesta ini lah yang 
menunjukkan kebesarannya.  Alam semesta ini bukan Tuhan, dan Tuhan bukan alam 
semesta, karena alam semesta tidak memerintahkan manusia untuk menyembahnya, 
sebaliknya Tuhan memaksa manusia menyembahnya dengan ancaman neraka dan pahala 
sorganya.

Sekali lagi, jangan menyesatkan membohongi pembaca agar mempercayai apa yang 
anda percaya dengan membonceng science yang kenyataannya membawa kebahagiaan 
kepada semua manusia.  Ingat, science bukan milik Tuhan, tapi milik kita 
manusia seluruh dunia baik yang percaya Tuhan atau yang tidak percaya Tuhan, 
tidak ada keharusan menyembah Tuhan dalam memanfaatkan science ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke