Pokoknya, asal ngibul demi auloh, akan dpt pahala dan akan jadi pahlawan Islam. 
Jadi, ngibul aja demi auloh, itu namanya soleh dan bertaqwa.


--- On Thu, 4/22/10, teddy sunardi <teddysuna...@gmail.com> wrote:

From: teddy sunardi <teddysuna...@gmail.com>
Subject: [zamanku] Sejarah Mbah Priok ternyata HOAX
To: 
Date: Thursday, April 22, 2010, 1:56 PM







 



  


    
      
      
      http://forum. detik.com/ showthread. php?t=180948
Dirangkum dari wawancara Metro TV dan Alwi Shahab (ahli sejarah Betawi) dan 
Ridwan Saidi (Budayawan Senior Betawi) pada acara Metro Pagi.


1. Sejarah penamaan Tanjung Priok yang berasal dari Priok yang menyelamatkan 
Habib Al-Haadad dari tenggelamnya kapal lalu kemudian prioknya ditanam 
disamping makam, lalu di atas priok itu tumbuh pohon, adalah hoax

Penjelasan : Sebenarnya, nama Tanjung Priok berasal dari abad 1 Masehi, ketika 
itu masyarakat pribumi yang masih primitif dan belum mengenal Perahu layar yang 
besar menyebut perahu Bangsa china dan Arab dengan nama Sampan Priok, yang 
artinya Periuk raksasa. Perahu-perahu itu bersandar di pantai yang luas, 
sehingga disebut Tunjung Periok, artinya Tanah tempat Periuk besar. Pada 
abad-abad selanjutnya, secara kebetulan pula perdagangan meningkat, masyarakat 
setempat yang banyak pengrajin Periuk menimbun barang dagangan mereka di atas 
rakit-rakit bambu di pantai. 


2. Habib Al-Haadad lahir pada 1727 dan wafat pada 1756 adalah hoax
Penjelasan : Habib Al-Haadad adalah keturunan ketiga (cicit) dari SUltan Hamid 
dari Palembang. Sultan Hamid sendiri wafat pada 1820 dalam usia 70 tahun (lahir 
1750), bagaimana mungkin cicit duluan lahir daripada kakek buyut?


3. Habib Al-Haadad adalah salah satu pe-nyiar agama di Jawa adalah hoax
Penjelasan : Habib Al-Haadad memang berniat untuk melakukan syiar agama di 
Pulau Jawa. Dia mendengar kisah Faletehan dan Para Wali, sehingga merasa 
terpanggil untuk datang ke Jawa.

Pada usia yang sangat muda ia berangkat ke Nusa Kelapa (Jakarta). Tapi di 
tengah perjalanan kapalnya karam, dan diapun selamat karena tertolong periuk 
yang dipakainya buat menopang samapai ke pantai. Setibanya di Pantai, dia 
ditolong masyarakat. Diapun mengakui bahwa dia keturunan Sultan Palembang yang 
ingin melakukan syiar di Jawa. Mendengar hal itu masyarakat setempat menjadi 
senang, karena kebetulan mereka membutuhkan seorang habib untuk mendampingi 
Para Habib di Priok.

Dia sendiri tidak pernah melakukan syiar agama kemana-mana, dia hanya menjadi 
penceramah agama di daerah Tanjung Priok sampai meinggal setahun setelah 
selamat dari tenggelam itu.

4. Tanah Makam adalah milik Habib Al-Haadad adalah hoax

Penjelasan : Habib Al-Haadad adalah Habib ke 11 yang dimakamkan disana. Habib 
pertama yang dikubur disana adalah Habib Abdullah bin ALatas, seorang Habib 
dari Kebun Jeruk yang meninggal pada 1760, selanjutnya masih ada 9 Habib 
lainnya sebelum terakhir adalah Mbah Priok. Yang paling terkenal dari 11 itu 
adalah Habib Luar Batang yang hidup pada masa bersamaan dengan Habib Al-Haadad. 
Habib Luar Batang sangat dihormati oleh orang Betawi, bahkan narasumber (Ridwan 
Saidi) diberi nama Ridwan oleh Habib Luar Batang ini pada awal abad 19.

Keturunan 10 Habib sudah pernah menyerahkan tanah makam tersebut kepada 
Pemerintah Belanda dan Indonesia karena makam tersebut sudah bercampur baur 
dengan makam masyarakat. 
Kecuali (orang yang mengaku) sebagai Ahli Waris Habib Al-Haadad, justru 
mengajukan SUrat Hak Evigendoom.


5. Habib Al-Haadad punya keturunan adalah hoax,
Penjelasan : Habib Al-Haadad sampai saat wafatnya belum pernah menikah, apalagi 
sampai punya keturunan, sehingga dipertanyakan, siapa sebenarnya orang-orang 
yang mengaku Ahli Warisnya?


6. TPU Semper sudah memiliki 11 Makam Habib sejak 1997, sehingga dipertanyakan, 
kalau memang jasad Mbah Priok masih di Koja, lalu siapakah yang dipindah dan 
dimakamkan di Semper?



Pada akhir wawancara, Alwi Shahab meminta agar masalah Makam Mbah Priok jangan 
dikait-kaitkan dengan sejarah yang justru menjadi pengaburan sejarah.

Bila ada yang merasa sebagai ahli waris dan menganggap memiliki tanah tersebut, 
silahkan ditempuh jalur hukum, dan jangan mengaitkannya dengan sejarah, karena 
mereka tahu persis bahwa banyak sejarah yang dilencengkan pada kasus Makam Mbah 
Priok ini.




Nah, sobat-sobat,
bagaimana menurut pendapat sobat?






-- 
Teddy



    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke