Pilih Mana, Demokrasi Atau Syariah Islam ???
                                               
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Wahai ikhwan wa akhwat yang 
senantiasa tabayyun,

Sebenarnya kita semua sudah tahu jawabnya, bahwa dimanapun Syariah Islam tidak 
akan mungkin bisa menang suara tanpa memaksa pemilih untuk memberikan suaranya.

Semua negara2 Syariah Islam itu berbentuk kerajaan atau kecaliphan yang adalah 
negara otoriter dimana penguasanya berkuasa turun temurun tidak pernah ada 
pemilu.  Negara itu milik caliph dan keluarganya atau milik rajanya. Sebagai 
tuan tanah, raja atau caliph hanya membuat UU yang menjamin kesejahteraan raja 
dan keluarganya bukan rakyatnya. Bahkan untuk mempertahankan ke caliphan itu 
ada UU jihad, yaitu mati untuk agamanya dan agamanya itu adalah kerajaan itu 
sendiri.

Syariah Islam itu sebenarnya cuma memecah belah muslimin dalam ajang saling 
membantai dan sama sekali tidak benar bahwa Syariah Islam itu bisa membawa 
kedamaian dan perdamaian.  Marilah kita berpikir secara waras, bagaimana 
mungkin Syariah yang memb-beda2kan manusia dari agamanya dan juga mem-beda2kan 
sesama Islam dari taqwa-nya sehingga sesama umat sendiri saling membunuh dan 
juga membunuhi mereka yang diluar umatnya kemudian bisa dipilih umat yang 
memberikan suaranya dalam pemilu ????

Ingatlah, pre pemilu kemaren sengaja ditayangkan FPI sebagai profile Syariah 
Islam yang beraksi brutal dikalangan sesama Islam dan umat lain agama, 
akibatnya pengumpulan suara dari partai2 Islam yang dalam pemilu2 sebelumnya 
masih bisa meraup diatas 10%, maka dalam pemilu baru2 ini malah semuanya 
dibawah 10%.  Mau main kayu menuduh pemilu-nya kotor, banyak kecurangan dll, 
jelas tidak benar, karena cara pemilunya tetap sama seperti yang sudah2, bahkan 
lebih baik lagi system komputerisasinya.  Dan yang lebih meyakinkan adalah 
bahwa perhitungan suara melalui organisasi2 swasta yang melakukan sampling 
ternyata hasilnya tidak berbeda.

Jadi kesimpulannya, pemilu yang terakhir ini dipastikan hasilnya paling 
meyakinkan, dan tuduhan2 macem2 itu pun dilayani ada yang minta diulang...  
tetap diulang dan hasilnya sama.

Demikianlah, Syariah Islam itu tidak bisa dipaksakan karena memang ditolak baik 
oleh mereka yang beragama Islam apalagi mereka yang bukan Islam.  Padahal 
negara ini bahkan dunia ini pluralistik dimana kebebasan beragama dijamin dalam 
arti mau pindah2 agama juga dijamin oleh HAM.

Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan para pendukung 
Syariah Islam untuk jangan memaksakannya karena hanya menyebabkan jatuh lebih 
banyak korban dikalangan muslimin yang tidak akan bisa menikmati kedamaian dan 
perdamaian dalam hidup ini.  Kalopun anda percaya Islam, percayalah untuk anda 
sendiri karena tidak perlu anda memaksakan orang lain juga harus percaya 
seperti anda meskipun sama2 Islamnya.

Memang betul, Quran mewajibkan umatnya untuk menegakkan Syariah Islam dimuka 
bumi ini.  Tapi sebagai umat kita khan harusnya bisa memikir dan membandingkan 
apakah hal itu mungkin atau cuma khayalan.  Kalo ditolak orang seluruh dunia 
dan ditolak juga oleh umat Islamnya, bagaimana mau dipaksakan???  Meskipun 
jihad dan korban sesama Islam berjatuhan sekalipun tetap saja Syariah Islam 
tidak bisa berdiri.  Karena syarat untuk bisa mendirikan sebuah negara, bukan 
cuma Syariah, tidak cukup hanya ada syariah-nya saja tapi tidak ada penghasilan 
negaranya, rakyatnya pengangguran, produktivitasnya rendah, ilmu pengetahuan 
ketinggalan, dan yang lebih parah adalah politiknya itu cuma gontok2an hanya 
karena tafsir2 yang berbeda.

Dalam negara Demokrasi, setiap umat dilindungi hak2nya untuk beragama dan 
beribadah sepanjang tidak mengganggu yang lainnya.  Sedangkan sebaliknya, dalam 
negara Syariah malah dilarang agama apapun selain Islam, dan Islamnya inipun 
harus Islam yang ditafsirkan penguasanya yang tidak mungkin bisa sama dengan 
Islam2 lainnya.  Akibatnya, umat yang bukan Islam maupun sesama Islam dari 
aliran lainnya akan dijadikan korban karena mereka dituduh memusuhi Islam.

Oleh karena itu, saya ajak anda untuk ikut mendukung negara Demokrasi, karena 
kalo hanya mengandalkan pemilu tidak akan mungkin negara Syariah bisa terwujud. 
 Tetapi kalo main paksa maka meskipun akhirnya bisa berdiri tetapi penguasanya 
pasti akan se-wenang2 karena cara main paksa begini hanya mungkin dalam bentuk 
Kerajaan atau ke Caliphan dimana penguasanya berkuasa seumur hidup secara turun 
temurun.  Jadi meskipun suatu saat Syariah Islam itu bisa dipaksa berdiri, 
akhirnya juga akan jatuh lagi karena saling gontok2an sambil bunuh2an yang 
tidak pernah ada akhirnya.  Semua ini sudah jadi catatan sejarah, semua Caliph 
yang pernah naik akhirnya mati terbunuh, dan saling bunuh antar Caliph 
berkembang menjadi saling bunuh sesama umat turun temurun hingga sekarang ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke