Gagal Merebut Israel, Yordania Jadi Sasaran Palestina
Lokasi Kerajaan Palestina yang dulunya dijajah Inggris bukanlah cuma wilayah
Israel, tetapi lebih luas lagi yaitu termasuk kerajaan Yordania, Libanon,
sebagian Syria, dan juga Turki:
http://gulfnews.com/opinions/columnists/jordanians-fear-refugee-influx-1.623746
http://www.mideastweb.org/palmaps.htm
Sewaktu Israel memproklamirkan kemerdekaannya, negara ini diserang dari segala
penjuru oleh negara2 Arab disekitarnya, tapi semua serangan mendadak ini
berhasil ditaklukkan, namun sekitar dua ribu orang2 Arab Palestina yang berhak
akan kewargaan negara Israel telah menolak kewarganegaraan Israel bahkan
melakukan demo besar2an melakukan long-march keluar dari Israel dan bermukim di
Yordania. Dengan bantuan Amerika, Inggris bersama UN, didirikanlah camp
pengungsian di Yordania untuk menampung sekitar 2000-an pengungsi ini.
Ternyata belakangan jumlah pengungsi ini membengkak berdatangan dari negara2
Arab lain tetangganya yang karena solidaritas Islam-nya ikut membantu memerangi
Israel.
Membludaknya para pengungsi Arab Palestina di Yordania telah menggaggu keamanan
Yordania, tapi raja Islam Yordania ini tidak berani mengusirnya bahkan terpaksa
membantu membiayai teror2nya ke Israel agar jangan berbalik Yordania jadi
sasaran teror itu sendiri.
Dengan berbagai negosiasi oleh Raja Yordania dengan Amerika, Inggris, dan UN,
maka akhirnya disetujui untuk memindahkan camp pengungsi Arab2 Palestina ini ke
wilayah Libanon. Kembali para mujahidin jihad teror ini melakukan long-march
menuju camp pemukiman baru yang dibangun UN di Libanon. Sambil melakukan
serangan2 teror ke Israel, para pengungsi ini juga melakukan pembunuhan2
terhadap kelompok Kristen Druze, sehingga di Libanon juga para pengungsi Arab
Palestina ini melakukan perang domestik diLibanon.
Barulah setelah Yasser Arafat menanda tangani perjanjian camp David, semua camp
pengungsi di Libanon dibubarkan dan dalam kesempatan ini kelompok radikal
Kristen Druze melakukan pembunuhan balas dendam terhadap terorist Arab
Palestina ini. Pembantaian ini kemudian oleh pihak Arab disalahka kepada
Israel tapi Israel menolaknya.
Demikianlah, akhirnya Arab Palestina mendapati tempatnya sekarang di Gaza dan
Westbank. Tetapi ini cuma untuk sementara saja, setelah Yasser Arafat mati,
maka kelompok Arab Palestina ini terpecah menjadi banyak kelompok tapi kelompok
terbesar adalah Hamas dan PLO-Abbas. Baik Israel maupun negara2 Arab tidak
mampu mempersatukan pendapat dari Arab Palestina yang terpecah belah ini
sehingga tidak mungkin bisa terwujud pertemuan untuk menanda tangani perjanjian
damai karena setiap pihak memilik syarat2 perdamaiannya sendiri. Jundullah
Islam yang menjadi musuh Hamas telah banyak merugikan kepentingan Hamas dan
akhirnya dibantai secara besar2an, namun pengikut2 lainnya berhasil
menyelamatkan diri untuk melakukan balasa dikemucian hari.
Akibat masih terus diserang roket2 oleh Hamas, terpaksa Israel menggerakan
pasukannya menduduki kedua wilayah yang tadinya sudah dihadiahkan kepada Arab
Palestina. Sambil melakuka penyapuan pagar betis terhadap para teroris Hamas
ini, Israel juga melakukan embargo ekonomi sehingga menyebabkan keadaan chaos
dikedua wilayah ini.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel, namun dari pembicaraan2
di senat yang berasal dari masukan2 pendapat rakyatnya, diyakini bahwa semua
Arab Palestina akan diusir keluar Gaza dan Westbank karena kedua wilayah ini
sebelumnya memang sudah jadi milik Israel akibat menang perang 6 haru 1967.
Akibat semua kegagalan ini, raja Yordania menjadi resah, karena sekarang sudah
banyak sekali pengungsi yang masuk kewilayah Yordania. Dengan jumlah pengungsi
sekitar 700ribu hingga satu juga, maka bisa diprediksi raja Yordania akan
ditumbangkan dari singgasana kekuasaan kerajaannya ini.
Apapun yang dikuatirkan raja Yordania, tetap tidak bisa menolak kedatangan para
pengungsi Arab Palestina, bahkan pemimpin Hamas saja boleh tinggal di Yordania,
kenapa rakyatnya harus dilarang untuk pindah juga ke Yordania ??? Sangat
mungkin kelompok2 Arab Palestina yang bermusuhan ini akan dipisah, kelompok
Abbas akan pindah ke Yordania, dan kelompok Hamas akan berdomisili di Libanon.
Tetapi dipastikan semua kelompok bersenjata dilarang masuk dengan senjatanya,
semua senjata wajib dilucuti oleh petugas dan tenara Yordania maupun Libanon.
Damikianlah akhir dari perjuangan yang licik, curang dan penuh fitnah ini,
mulanya merancang mau menggarong Israel berakhir dengan senjata makan tuan,
negaranya sendiri yang jadi sasaran garong2 yang dulu dipeliharanya. Kiranya
raja Yordania tidak akan dibantu pihak Barat lagi, dia kemungkinan besar
diminta untuk mengungsi ke Kuwait atau mati digantung orang2 Arab Palestina ini.
Kasus seperti ini sudah ada pepatahnya di Indonesia, yaitu: "memercik air
didulang akhirnya terpercik muka sendiri".
Ny. Muslim binti Muskitawati.