Daripada jauh-jauh ke Himalaya, mendingan ikutan penelusuran jejak prasejarah 
di situs Gunung Padang dan Situ Gunung. Siapa tahu ada jejak-jejak alien disana.

--------------------------------------------
Pesona Jawa Mengajak teman teman untuk menelusuri jejak peninggalan manusia 
prasejarah situs gunung Padang Cianjur dan Curug Sawer Situ Gunung Sukabumi.
Situs Gunung Padang terketak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, 
Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur. Merupakan situs megalitik berbentuk 
punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara. Luas bangunan purbakalanya 
sekitar 900 m2 dengan luas areal situs sendiri kurang lebih sekitar 3 ha. 
Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de 
oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914. pada tahun 1979 aparat terkait dalam 
hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya yaitu penilik kebudayaan 
setempat disusul oleh ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke 
lokasi situs. Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang 
mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan 
lainnya.bentuk bangunan punden berundaknya mencerminkan tradisi megalitik (mega 
berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa 
daerah di Jawa Barat.

Situs ini juga dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana 
dalam semalam yang dibantu oleh pasukannya, ia berusaha mengumpulkan 
balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun, malam rupanya lebih 
cepat berlalu. Di ufuk timur semburat fajar telah menggagalkan usaha kerasnya, 
maka daerah itu kemudian ia tinggalkan. Batu-batunya ia biarkan berserakan di 
atas bukit yang kini dinamakan Gunung Padang. Padang artinya terang. 
(www.cianjurkab.go.id)

Berada tak terlalu jauh dari kota besar Jakarta, Taman Wisata Situ Gunung 
Sukabumi dapat dijadikan alternatif wisata alam bersama keluarga tercinta. 
Selain menampilkan pesona alam yang sangat alami, wisata alam Situ Gunung 
termasuk wisata murah yang bisa dinikmati semua golongan. Taman Wisata Situ 
Gunung masih menjadi bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango di Sukabumi. 
Berada di kawasan wisata seluas hampir 100 hektare, banyak yang ditawarkan 
dalam wisata alam Situ Gunung. Di Situ Gunung, selain bisa menikmati wisata 
alam, pengunjung juga bisa melihat langsung beberapa flora dan fauna yang 
dilindungi. Dari data yang didapat Travel Club, ada beberapa flora yang tumbuh 
di Situ Gunung. Di antaranya, Puspa (Schima walichi), Rasamala (Altingia 
exelsa), Damar (Agathis loranthifolia), Saninten (Castania argantea), Gelam 
(Eugenia fastigiata), Lemo (Litsea cubeba), serta Harendong Cai (Medinela 
speciosa). Sedangkan untuk fauna terdapat babi hutan, kijang, macan tutul, 
kera, surili, jaralang, trenggiling, ayam hutan dan tekukur.

Danau Buatan

Namun, yang sulit dipercaya bahwa danau seluas 6 hektare di Situ Gunung 
ternyata danau buatan. Sebab, secara kasat mata, danau tersebut benar-benar 
terlihat alami. Nyatanya, danau ini memang danau buatan oleh salah satu pejuang 
kemerdekaan Indonesia dua abad lalu. Menurut cerita, danau ini dibuat oleh 
bangsawan Mataram Rangga Jagad Syahadana, yang akhirnya dikenal sebagai Mbah 
Jalun. Dia merupakan buronan belanda yang lari dari Kerajaan Mataran karena 
diburu penjajah pada abad 1800-an. Setelah bersembunyi di beberapa kesultanan 
Jawa Tengah, akhirnya Mbah Jalun menetap di Kesultanan Banten. Sebelum ke 
Sukabumi, menurut legenda, Mbah Jalun memperistri perempuan asal Kuningan Jawa 
Barat. Jalur keberangkatannya sendiri melalui Cianjur. Karena masih menjadi 
buron Belanda, jalan yang dilaluinya lebih banyak membuka hutan di pegunungan. 
Salah satu jalan yang dibukanya adalah jalan lewat Gunung Gede dan Pangrango. 
Perjalanan ini penuh tantangan alam, seperti jalan yang berliku dan hutan lebat 
yang dihuni binatang buas. Setelah lama berjalan dengan istrinya, Mbah Jalun 
akhirnya berhenti di suatu lembah yang dialiri sungai yang jernih airnya. Ia 
pun memutuskan menetap di daerah tersebut. Beberapa tahun kemudian, yakni pada 
tahun 1814, pasangan itu dikaruniai seorang putra yang diberinama Rangga Jaka 
Lulunta. Sebagai wujud syukur atas kelahiran anaknya, ia membangun danau kecil 
dalam waktu tujuh hari dengan peralatan sederhana, seperti kulit kerbau sebagai 
alat pengangkut tanah. Selesai dibuat, ia menamai danau itu Situ Gunung, 
artinya danau yang ada di gunung. Namun, Belanda akhirnya mencium keberadaan 
Situ Gunung dan sangat takjub saat melihat keindahan danau buatan itu, apalagi 
ketika tahu danau itu dibuat oleh seorang buronan. Pada tahun 1840, Mbah Jalun 
tertangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Tapi, Sebelum pelaksanaan hukuman 
gantung yang rencananya digelar di alun-alun Cisaat, ia berhasil melarikan 
diri. Syahadana sendiri wafat tahun 1841 di daerah Bogor. Namun, hingga saat 
ini makamnya masih dirahasiakan oleh keturunannya.
(dari berbagai sumber)


Jadwal Acara
12 Juni 2010 
7.30-8.00 Registrasi dan persiapan Berangkat Museum Mandiri
8.00.13.00 Menuju Situs Gunung Padang 
13.00-14.00 Ishoma
14.00.17.00 Menjelajahi Situs Gunung Padang 
17.00- bermalam di perkampungan Situs Gunung Padang
13 Juni 2010
5.00-6.00 Sholat subuh, sarapan pagi
6.00-9.00 Menikmati matahari terbit disitus Gunung Padang dan keliling 
perkampungan
9.00-11.00. Menuju Situgunung
11.00-14.00 Keliling situ Gunung dan Curug Sawer
14.00 - selesai Pulang menuju jakarta 
Biaya
Rp.325.000 Sudah termasuk
1. Transportasi pp (Menggunakan mobil elf AC)
2. Makan 3 x
3. Minum
4.Guide
5 Pin
6. Tiket masuk gunung padang dan situ gunung
7. penginapan (dirumah penduduk)
Perlengkapan yang dibawa
no Nama Keterangan
1 Backpack/Ransel.Carrier Tas yang cukup untuk membawa Makanan, alat 
mandi/makan/sholat,pakaian, perlengkapan dan obat2an pribadi
2 Sepatu/Sendal jalan
3 Topi/payung
4 Pakaian Ganti & Jaket/sweater/kain sarung Udaranya cukup dingin di kala Malam 
hari
5 Sleepingbag
6 Senter
7 Perlengkapan makan
8 Obat-obatan Pribadi.
9 Kamera digital/Pocket/ Handycam Buat foto foto dan yang narsis hehe
10 Makanan dan cemilan pribadi

Contac person
Marsad (02194007574/081384805996)

Iuran
1. Mentransfer iuran tersebut ke :
o BANK MANDIRI
o KC Jakarta kota no rek 115-00-0451323-2
atas nama Marsad
o (Mohon tambahkan tiga digit terakhir no. HP untuk memudahkan pengecekan. 
Misal no. HP 02194400***174, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp 325.174)
2. Konfirmasian pembayaran melalui SMS ke 02194007574/081384805996 (hanya sms) 
berisi:
o Nama Lengkap
o Nama Panggilan
o Tempat/Tgl Lahir
o Alamat e-mail
o Tanggal transfer
o Jumlah Transfer
bisa juga melalui email dan Facebook
3. Kami akan mengirimkan konfirmasi keikutsertaan via e-mail segera setelah 
kami mendapatkan konfirmasi pembayaran dari bank.
4. Konfirmasi pendaftaran ditunggu paling lambat tanggal 8 juni 2010 atau jika 
kuota peserta (minimal 30 orang maksimal 60) sudah terpenuhi.
5. Bukti transfer harap di bawa pada saat keberangkatan
*Pembayaran iuran kepesertaan yang telah dilakukan tidak dapat diuangkan 
kembali tetapi dapat dialihkan atas nama orang lain (peserta pengganti).

Yang patut diketahui
1 Semua peserta diharapkan sopan dan menjaga sikap selama diperjalanan
2 Peserta diharapkan mematuhi pemimpin rombongan
3 Lain lain akan meyusul kemudian
4. Kita menginap di rumah penduduk (mohon maklum atas keterbatasan tempat)

lain lain akan menyusul kemudian
atau bisa juga menghubungi Marsad mrd via facebook
Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare

Kirim email ke