Belanda begeser ke kanan dan anti Islam?

 

Catatan Batara R. Hutagalung

Pemilu di belanda yang telah
dilangsungkan pada 9 Juni 2010 yang lalu, membuat kejutan banyak kalangan,
bukan hanya di Belanda, melainkan juga di Uni Eropa.

 

Partai Liberal kanan – VVD,
untuk pertamalainya dalam sejarah Belanda, menjadi partai terkuat di Tweede 
Kamer,
parlemen Belanda. Partai Kristennya Peter Balkenende, CDA, yang telah
memerintah selama 8 tahun belakangan, merosot dari 41 kursi kini tinggal 21
kursi, sedangkan Partai Buruh – PvdA, mantan mitra koalisi CDA, hanya
kehilangan  2 kursi, dari 32 menjadi 30.
Dan mitra koalisi ketiga, partai Kristen fundamentalis ChristenUnie, hanya
kehilangan 1 kursi, dari 6 menjadi 5.

 

Yang sangat mengejutkan
adalah kemenangan telah partainya Geert Wilders, PVV, yang terkenal dengan
pandangannya yang sangat anti Islam, memperoleh tambahan kursi dari 9 menjadi
24, dan menjadi partai terbesar ketiga di Belanda, di atas partai CDA yang
selama puluhan tahun telah memimpin pemerintahan di Belanda.

 

Partai Sosialis –SP,
kehingan 10 kursi, dari 25 menjadi 15. Yang juga memperoleh penambahan kursi di
Tweede Kamer adalah partai Demokrasi D-66, dari 3 menjadi 10, dan partai hijau,
GroenLinks, dari 7 menjadi 10. Partai kecil lainnya tak berubah, karena 
mempunyai
pemilih yang tetap, dan bukan swing
voters.

 

Koalisi Tengah Kiri atau Tengah
Kanan?

 

Apakah Belanda aan menjadi
Negara yang intoleran dan bahkan anti Islam?

Bola kini ada di tangan Mark
Rutte, ketua partai VVD, yang kemungkinan akan menjadi perdana menteri.

 

Ratu Belanda, Beatrix, telah
menugaskan Prof. Dr. Uri Rosenthal, 64 tahun, ketua fraksi VVD di Eerste Kamer
sebagai formatur, yang akan melihat kemungkinan suatu koalisi yang dipimpin
oleh VVD.

 

Scara teoritis, VVD apat
membentuk koalisi kanan, yang terdiri dari VVD, PVV dan CDA. Namun koalisi ini
akan sangat rapuh, karena hanya didukung oleh 76 anggota dari 150 anggota di 
Tweede
Kamer. Beberapa tokoh dari CDA telah menyatakan keberatannya untuk berkoalisi
dengan PVV, partainya Geert Wilders yang jelas-jelas anti Islam. Mereka kuatir
reputasi Belanda sebagai Negara yang toleran akan sirna. Hal ini telah
dikemukakan beberapa Negara di Uni Eropa.

Kalau menjalin koalisi
Tengah Kiri, yaitu VVD dan PvdA, maka baru didukung oleh 61 anggota parlemen,
dan masih membutuhkan satu atau 2 partai lagi.

 

Koalisi ini di atas kertas
akan cukup solid, apabila CDA juga bergabung, namun kesulitannya adalah posisi
masing-masing partai. VVD mengemukakan masalah ekonomi di Belanda. Pecahnya
koalisi CDA dan PvdA di kabinet yang lalu karena pendirian masing-masing yang
tidak ketemu. PvdA ingin mengakhiri keberadaan tentara Belanda di Afghanistan,
sedangkan CDA masih ingin melanjutkan partisipasi Belanda dalam membantu
Amerika Serikat di Afghanistan.

 

Geert Wilders kemungkinan akan
menyetujui semua persyaratan yang diajukan oleh VVD agar dapat menjadi mitra di
kabinet Belana mendatang.

PvdA telah membuktikan,
bahwa partai ini tidak ngotot untuk duduk di pemerintahan, dan lebih
mengutamakan untuk memegang teguh prinsipnya.

 

Kita tunggu saja hasil lobby
Prof. Rosenthal, yang akan memulai tugasnya hari senin, 14 Juni 2010. Uri
Rosenthal adalah warga Belanda keturunan Yahudi.

 

*****

 

Weblogs Batara R.
Hutagalung:

http://batarahutagalung.blogspot.com,

http://10november1945.blogspot.com,

 

Permasalahan antara
Indonesia dengan belanda, dapat dibaca di weblog

http://indonesiadutch.blogspot.com

 

Petisi kepada
pemerintah belanda, silakan klik

http://www.petitiononline.com/brh41244/petition.html

 

 

 

 




      

Kirim email ke