Pada Affair Madiun,PKI mbunuh.
Pada 1965 PKI mbunuh 7 jendral.Nasution waktu mau diculik mikir,kok saya yang 
mo diciduk ini pasti kerjaan PKI.
Di Kentungan Yogyakarta Katamsa dimasukkan sumur oleh PKI.
Di Semarang Suryosumpeno sudah mau diculik,berhasil lolos via pintu butulan.
Hayo Item Abu2 jangan menghapus sejarah PKI yg mbunuhi wong Islam.

Shalom,
Tawangalun.

--- In zamanku@yahoogroups.com, item abu <item...@...> wrote:
>
> Emangnya kapan sih PKI ngebunuh? Justru orang Islam yg dr dulu doyan 
> ngebunuh, dan belum jg tobat sampe sekarang. Ya jelas ga mungkin tobat, 
> soalnya emang disuruh ngebunuh kafir oleh auloh koq.
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: mala mala <citra...@...>
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Sent: Sun, June 27, 2010 1:43:44 PM
> Subject: Re: [zamanku] Tindakan FPI Banyuwangi harus kita lawan bersama
> 
>    
> hihihi..PKI nya sadar..ngak membunuh lagi...FPI nya malah yg jadi PKI...
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: Umar Said <kon...@club- internet. fr>
> To: Zamanku <zama...@yahoogroups .com>
> Sent: Sat, June 26, 2010 9:57:03 AM
> Subject: [zamanku] Tindakan FPI Banyuwangi harus kita lawan bersama
> 
>   
>  
>   
> Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid. free.fr
> yang sampai sekarang sudah dikunjungi  620 230 kali
>  
>  = = = =   = = =   = = =  
>  
> Tindakan FPI Banyuwangi harus
> kita lawan  bersama
>  
>  
> Berikut di bawah ini disajikan pernyataan (statement) Dr Ribka Tjiptaning dan 
> berita Antara tentang tindakan FPI (Front Pembela Islam) Banyuwangi yang 
> dengan menggunakan kekerasan telah membubarkan pertemuan antara  
> anggota-anggota Komisi IX DPR (bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja) dengan 
> masyarakat, dengan alasan bahwa pertemuan itu adalah suatu kegiatan 
> berselubung  untuk menumbuhkan semangat komunisme lagi karena banyak peserta 
> dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang, Menurut Ketua FPI Banyuwangi, 
> pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas anggota PKI dan keturunannya, 
> sehingga pertemuan tersebut harus dibubarkan.
>  
> Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat Islam di Banyuwangi 
> membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas keamanan di kabupaten 
> paling timur Pulau Jawa itu.
> "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena gerakan PKI pada tahun 
> 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya menambahkan.
>  
> Mengingat seriusnya tindakan destruktif FPI Banyuwangi dalam peristiwa ini 
> bagi persatuan bangsa, yang bertentangan dengan Pancasila dan  Bhinneka 
> Tunggal Ika seperti yang selalu dianjurkan oleh Bung Karno dan Gus Dur, maka  
> akan disajikan sebuah tulisan tersendiri mengenai berbagai hal yang berkaitan 
> dengan peristiwa ini.
>  
> Sebab, peristiwa FPI Banyuwangi ini sebenarnya mempunyai dimensi yang tidak 
> kecil, dan yang ada hubungannya juga dengan politik dan praktek-praktek Orde 
> Baru, yang anti-Bung Karno dan anti-komunis. Pernyataan Ketua FPI Banyuwangi 
> bahwa pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas anggota PKI dan 
> keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus dibubarkan, sepenuhnya 
> mencerminkan satunya atau persamaan antara pandangan FPI dengan  rejim 
> militer Suharto mengenai  masalah ini.
>  
> Tindakan FPI Banyuwangi yang destruktif bagi persatuan bangsa dan karenanya 
> juga mencemarkan nama Islam ini perlu kita lawan bersama dengan berbagai cara 
> dan jalan, demi kebaikan bangsa beserta anak cucu kita di kemudian hari. Kita 
> tidak boleh membiarkan FPI terus-menerus menyebarkan racun dan merusak 
> sendi-sendi demokrasi, dan menghancurkan dasar-dasar Republik Indonesia, yang 
> telah dibangun dengan susah-payah oleh para perintis kemerdekaan.
>  
> Paris, 26 Juni 2010
>  
>       1. Umar Said
>  
> = = ==   = = = == 
>  
>  
>  
>  
>  Statement Dr. Ribka Tjiotaning :
>  
>  
> TOLAK POLITIK ANTI DEMOKRASI, 
> TOLAK POLITIK DISKRIMINATIF
>  
>  Pada tanggal 21 Juni sampai dengan 23 Juni 2010, Komisi IX yang membidangi
>  Kesehatan dan Tenaga Kerja melakukan Kuker (Kunjungan Kerja) ke Propinsi
>  Jawa Timur. Rombongan Komisi IX DPR RI tersebut dipimpin langsung oleh Ketua 
> Komisi, dr Ribka Tjiptaning.
>  
>  Kuker tersebut bertujuan memantau langsung pelayanan kesehatan dan
>  kebijakan ketenagakerjaan berbagai kota di Jawa Timur. Sekaligus ingin
>  menghimpun secara langsung aspirasi dan masukan masyarakat.
>  
>  Pada tanggal 24 Juni seharusnya jadwal Kuker sudah selesai, tetapi banyak
>  elemen masyarakat berbagai kota di Jatim ingin bertemu dengan Ketua Komisi
>  IX DPR RI. Selama ini Ketua Komisi IX menerapkan kebijakan yang tidak
>  birokratis kepada elemen masyarakat yang berkeinginan menyampaikan
>  aspirasinya. Walau sudah selesai jadwal resmi, Ketua Komisi dr Ribka
>  Tjiptaning beserta Rieke Dyah Pitaloka dan Nursuhud (semuanya anggota Fraksi 
> PDIP) 
> mau menerima undangan tersebut.
>  
>  Mereka bertiga tanggal 23 berkunjung ke Pondok Pesantren Al Qodiri 1, yang
>  diasuh KH Ach Muzakki Syah. Kunjungan rombongan ini diterima dan disambut
>  meriah oleh ribuan santri. Pada tanggal 24 Juni kami bertiga berencana
>  bertemu dengan PPNI (Persatuan Perawat Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan
>  Indonesia) pada pukul 13.00 WIB di Banyuwangi. Pada pukul 10.00 kami
>  bertemu  terlebih dahulu dengan masyarakat di satu rumah makan di Kelurahan 
> Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Intiya Ketua Komisi IX memberi 
> materi 
> tentang hak masyarakat untuk memperoleh kesehatan secara gratis, dan juga 
> sosialisasi RUU BPJS yang sedang dibahas di DPR.
>  
>  Acara tersebut dibubarkan secara paksa oleh Ormas Islam  : Front Pembela
>  Islam Banyuwangi, Jawa Timur bersama Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak.
>  Polisi yang berada di sana justru turut membubarkan seperti permintaan dan
>  tututan ormas tersebut. Mereka menuduh acara tersebut adalah pertemuan kader 
> komunis.
>  
>  Atas peristiwa ini, kami menyatakan sikap :
>  
>  1. Bahwa yang dilakukan Front Pembela Islam Banyuwangi, Jawa Timur bersama
>  Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak merupakan tindakan anti demokrasi dan
>  melanggar HAM.
>  
>  2. Hapuskan sikap politik diskriminatif. Meniadakan satu kelompok dalam
>  realita kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kebijakan yang
>  diskriminatif terhadap korban ’65 merupakan tindakan yang tidak menghargai
>  pluralisme, tidak toleran, dan tidak berbudaya.
>  
>  3. Aparat yang turut membubarkan acara tersebut cermin kegagalan
>  pemerintahan SBY dalam mereformasi tubuh Polri.
>  
>  Dengan begitu, saya akan melaporkan tindakan pelanggaran HAM tersebut ke
>  Komnasham pada Senin tanggal 28 Juni 2010.
>  
>  Jakarta, 25 Juni 2010
>  
>  Dr Ribka Tjiptaning
>  
> * * *
>  
> FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
>  
> Kamis, 24 Juni 2010 
>  
> Banyuwangi (ANTARA News) - Front Pembela Islam (FPI) bersama Forum Banyuwangi 
> Cinta Damai dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi kesehatan gratis yang 
> digelar Komisi IX DPR di salah satu rumah makan di Kelurahan Pakis, Kabupaten 
> Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
>  
> "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis Indonesia). Kenapa ada di 
> sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman, kepada sejumlah peserta 
> pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota FPI itu.
>  
> Acara sosialisasi kesehatan gratis itu dihadiri Ketua Komisi IX DPR, dr. 
> Ribka Tjiptaning Proletariati dan anggota Komisi IX, Rieke Dyah Ayu Pitaloka.
>  
> Melihat suasana yang semakin memanas, panitia segera mengevakuasi Ribka dan 
> Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan 
> Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi.
>  
> Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas 
> anggota PKI dan keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus dibubarkan.
>  
> "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya sebagai kedok. Saya curiga 
> acara itu merupakan kegiatan terselubung untuk menumbuhkan semangat komunisme 
> lagi karena banyak peserta dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang," kata 
> Aman.
>  
> Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat Islam di Banyuwangi 
> membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas keamanan di kabupaten 
> paling timur Pulau Jawa itu.
>  
> "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena gerakan PKI pada tahun 
> 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya menambahkan.
>  
> Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa dengan sikap FPI yang 
> membubarkan secara paksa acara sosialisasi kesehatan gratis Komisi IX DPR. 
> Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat 
> di daerah.
>  
> "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota atau keturunan PKI di 
> Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX DPR tentang sosialisasi 
> pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di daerah," katanya.
>  
> Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu pada 2002 mengaku sudah 
> terbiasa mengalami intimidasi seperti itu. 
>  
> "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum demokratis sehingga orang lain masih 
> berpikir awam tentang latar belakang saya," katanya.
>  
> Sementara itu, Rieke menambahkan, kegiatan sosialisasi kesehatan gratis 
> tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa saja, termasuk bekas 
> anggota atau keturunan PKI.
>  
> "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI karena bekas anggota atau 
> keturunan PKI juga warga negara Indonesia," katanya.
>  
> Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Abas, mengatakan undangan 
> yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kesehatan gratis tersebut berasal dari 
> berbagai elemen, namun beberapa peserta yang hadir merupakan keturunan 
> keluarga bekas anggota PKI.
>  
> "Memang benar, ada beberapa peserta yang keturunan keluarga bekas anggota 
> PKI," kata Abas yang juga menjadi panitia dalam kegiatan tersebut.(*)
>  
>  * * *
>


Kirim email ke