Jerman hari Senin melarang sebuah organisasi donor yang menyalurkan
bantuan uang untuk Hamas dengan alasan dukungannya bagi kelompok
Palestina tersebut mengorbankan hak keberadaannya sendiri.

Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan bahwa dengan
mendukung Hamas, kelompok donor IHH (Internationale Humanitaere
Hilfsorganisation) telah melanggar sebuah ketentuan dalam konstitusi
Jerman mengenai niat baik internasional.

IHH menyebut larangan itu sebagai sebuah "aib" dan mengatakan, mereka
akan segera mengambil tindakan hukum terhadap hal itu.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menolak mengakui keberadaan Israel.

Jerman mendukung kuat Israel setelah pembantaian Nazi terhadap Yahudi
Eropa dalam Perang Dunia II dan mengecam keras Hamas, yang disebut
Israel sebagai organisasi teroris.

De Maiziere mengatakan bahwa IHH yang berkantor di Frankfurt melanggar
niat baik donor "untuk mendukung sebuah organisasi teroris dengan uang
yang seharusnya disumbangkan bagi tujuan amal".

"Organisasi yang secara langsung atau tidak langsung menyekutukan diri
dari wilayah Jerman untuk menentang hak keberadaan Israel telah
mengorbankan hak keberadaan mereka sendiri untuk membentuk sebuah
perhimpunan," kata De Maiziere dalam sebuah pernyataan.

Ketua IHH Mustafa Yoldas mengatakan, larangan itu mengandung "sifat
kebencian" dan mencegah bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.

Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel
dan Mesir setelah Hamas berkuasa hampir tiga tahun lalu.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah
mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud
Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.
Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang
dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

Kirim email ke