Seperti bahan lelucon saja

---------- Forwarded message ----------
From: anantö/ アナント <ananto.em...@gmail.com>
Date: 2010/8/4
Subject: [mediacare] Boncengan Motor dengan Bukan Muhrim, Haram
To:




 Dukungan Pemkab Lebak

Boncengan Motor Bukan Muhrim Haram

Lebak, 2 Agustus 2010 16:48


Pemerintah Kabupaten Lebak mendukung pernyataan Majelis Ulama Indonesia
(MUI) setempat, bahwa boncengan sepeda motor berbeda jenis kelamin dengan
bukan muhrimnya haram hukumnya, karena mengundang pornografi maupun
pergaulan bebas.


"Saya sangat prihatin banyak anak-anak baru gede mereka saling
bermesra-mesraan dan pegang-pegangan di atas kendaraan sepeda motor," kata
Kepala Bagian Humas Pemkab Lebak, Alkadri, Senin (2/8).


Ia mengatakan, pihaknya meminta menjelang bulan suci Ramadhan jangan sampai
anak-anak muda naik sepeda motor berlainan jenis, apalagi mereka melakukan
perbuatan yang mengundang kemaksiatan.


Saat ini, banyak pasangan muda-mudi mereka boncengan sepeda motor mencari
lokasi yang gelap tanpa penerangan listrik dan sepi dari penduduk untuk
memadu kasih.


Ia mencontohkan, jalan Irigasi Sentral, Stadion Ona, dan Cileuweung
Perkebunan Kelapa Sawit sangat rawan dijadikan tempat memadu kasih para
remaja.


Kemungkinan mereka di tempat tersebut bisa melakukan perbuatan mesum karena
lokasinya jauh dari penduduk juga tanpa penerangan.


Oleh karena itu, pihaknya mengimbau orangtua yang memiliki anak usia remaja
jangan sampai dibiarkan jika anaknya naik motor berbeda jenis saling
berboncengan.


Imbauan tersebut untuk mengantisipasi perbuatan pornografi maupun mencegah
pergaulan bebas seks, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.


Ia juga mengatakan, pihaknya mengimbau pedagang nasi agar menghentikan
kegiatanya selama Ramadhan, kecuali mulai pukul 17.30 WIB.


Selain itu juga pengusaha warung internet agar memblokir situs porno maupun
permainan game karena bisa mengganggu ketenangan Ramadhan.


"Kita jadikan Bulan Ramadhan itu dengan kesucian juga melakukan kegiatan
keagamaan," katanya.


Kepala Bagian Tata Usaha Satuan Polisi Pamomg Praja Pemerintah Kabupaten
Lebak, Saeful Husni, mengatakan pihaknya akan terus melakukan patroli dan
razia terhadap pasangan muda-mudi yang memadu kasih di atas sepeda motor
yang sebagian besar mereka memanfaatkan tempat gelap maupun sepi penduduk.


Operasi tersebut untuk mencegah perbuatan pornografi juga menjaga kesucian
Bulan Ramadhan.


"Jika ditemukan pasangan muda-mudi saling bermesra-mesraan di atas kendaraan
bermotor dan di tempat gelap akan dikembalikan ke orang tuanya," katanya.


Sementara itu, Hj Tuti, 45 tahun, warga Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan
Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku prihatin dengan banyaknya pasangan
remaja berboncengan sepeda motor saling pegang-pegangan seperti suami
isteri, padahal mereka belum menikah.


Ia berharap Pemkab Lebak dan kepolisian mengintensifkan patroli, terutama
pada malam minggu banyak remaja naik motor berboncengan mencari tempat sepi
untuk memadu kasih.


"Dengan patroli itu tentu bisa mencegah perbuatan buruk bagi mereka,"
katanya. [TMA, Ant]



Sumber:

http://gatra.com/artikel.php?id=140278


-- 
yasir wa la tu’asir

Sent from Androiddd

Kirim email ke