http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/08/159795/18/1/Lulusan-Jerman-belum-Kuasa-Bendung-Kebobolan-di-Jaringan-Komputer-DPR/ya

JAKARTA--MI: Sekretaris Jenderal DPR RI Nining Indra Saleh menyatakan sudah
melakukan upaya investigasi untuk menemukan siapa pelaku yang memunculkan
situs porno di komputer kios informasi DPR. Namun satu-satunya harapan
Nining, yakni menyelidikinya melalui CCTV pupus sudah.

"Sudah di cek ke kepala bagian pengamanan dalam (pamdal) DPR, CCTV memang
ada di lobby Nusantara III. Tapi CCTV itu mengarah ke pintu masuk, tidak
menyorot ke komputer di depan ruang wartawan tersebut," ungkap Nining,
Selasa (2/8).

Begitu juga dengan upaya yang sebelumnya dijanjikan pihak IT akan menesuri
melalui teknologinya.

Tenaga ahli Pusat Pengkajian Pengelolaan Data dan Informasi (DPR) Andi
Mardinsyah menyatakan hal tersebut tidak mungkin lagi dilakukan. "Sudah
sangat susah untuk saat ini. Kami hanya mengetahui melalui log filenya bahwa
situs porno tersebut diakses pukul 13.15. Sangat kecil harapannya," papar
Andi.

Untuk ke depannya, pihaknya akan membatasi secara ketat penggunaan komputer
kios informasi tersebut dari penggunaan diluar yang terkait dengan sistem
kedewanan. "Sekarang sudah strict 100 persen tidak bisa. Hanya bisa untuk
informasi kedewanan saja melalui www.dpr.go.id yang ditampilkan di layar,"
tegas Nining kembali.

"Tanpa maksud menyombongkan diri, mereka ini (staff P3DI) lulusan-lulusan
Jerman," tambah Nining.

Namun ketika salah seorang wartawan menanyakan mengapa masih bisa sistem
pengamanan ciptaan lulusan Jerman itu masih bisa diusili, Andi yang juga
lulusan Jerman itu hanya mengangkat kedua tangannya mengindikasikan
penyerahannya.

Terpantau untuk Selasa (3/8) siang ini, komputer-komputer kios informasi DPR
sudah kembali menyala. Sebelumnya, seluruh komputer yang tersebar di sepuluh
titik kompleks parlemen tersebut dimatikan guna disempurnakan keamanannya
jaringannya. (Mar/OL-2)









-- 
Teddy

Kirim email ke