Polisi jaga salat Jumat di Manis Lor

Sekitar 600 aparat polisi dari Polres Kuningan dan kesatuan brigade mobil
(Brimob) disiagakan di lokasi sekitar Masjid Ahmadiyah di Manis Lor,
Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.

Mereka ditempatkan di masjid milik warga Ahmadiyah maupun warga penentang
Ahmadiyah, akibat kekhawatiran akan terulang bentrokan seperti terjadi kamis
(29/07) kemarin.

Bentrokan itu berawal dari upaya penyegelan Masjid An-Nur milik jamaah
Ahmadiyah yang dilakukan polisi, Brimob dibantu Satpol PP setempat.

Penyegelan diikuti pula oleh sekelompok massa penentang Ahmadiyah. dari
berbagai daerah.

Melihat penyegelan itu jamaah Ahmadiyah marah dan melempari mereka dengan
batu hingga bentrokan tak terhindarkan.

Polisi tidak menahan satu orang pun dari pihak penentang maupun warga
Ahmadiyah, namun memutuskan tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi usai
shalat Jumat (30/07) akan kembali muncul bentrokan.

"Kita berjaga di dua masjid, milik Ahmadiyah dan milik warga, karena
khawatir nanti ada provokasi lagi," kata Kapolres Kuningan, AKBP Yoyoh
Indayah.

Menurut Yoyo, provokasi yang sama sudah beredar sejak beberapa pekan
sebelumnya dalam bentuk pesan pendek yang beredar antar telepon genggam
menyerukan agar warga menghentikan kegiatan peribadatan warga Ahmadiyah di
Manis Lor.

Yoyoh mengatakan masjid milik kelompok Ahmadiyah tersebut sudah dua kali
disegel atas perintah Pemda Kabupaten Kuningan serta Kejaksaan Negeri
setempat, namun ditolak warga Ahmadiyah sehingga segel dibuka kembali.

Peyegelan, pengusiran dan tindak kekerasan kerap diterima kelompok Ahmadiyah
di Indonesia karena dianggap menyebarkan ajaran menyesatkan.

Majelis Ulama Indonesia dalam beberapa fatwanya menyebut kelompok ini sesat,
tetapi fatwa ini banyak ditolak oleh berbagai kalangan Islam lain di
Indonesia.

Pada tahun 2008 pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama
SKB 3 menteri yang tidak secara tegas meminta pembubaran Ahmadiyah namun
menyatakan akan mengenakan sanksi pidana bila Ahmadiyah masih melanjutkan
kegiatan penyebaran agama seperti selama ini.

Kirim email ke