Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr

yang sampai sekarang sudah dikunjungi  lebih dari  628 450  kali



 = = = =   = = =   = = =





Bung Karno : »Revolusi itu berarti

menjebol dan membangun ! »



Menyambung tulisan « Bangsa Indonesia perlu meneruskan revolusi !!! »
beberapa waktu yang lalu, berikut ini disajikan kutipan-kutipan dari pidato
Bung Karno pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1964 (artinya 1 tahun sebelum
terjadinya peristiwa G30S) yang pernah terkenal dengan judul « Tahun Vivere
Pericoloso »  disingkat TAVIP (hidup secara berbahaya, bahasa Italia).



Bagi mereka yang pernah mendengar (atau membaca) pidato « Tahun Vivere
Pericoloso » akan melihat bahwa Bung Karno memang satu-satunya pemimpin
Indonesia yang betul-betul kranjingan untuk mengajak  bangsa Indonesia
menjadikan diri sebagai bangsa revolusioner dengan melakukan Revolusi
terus-menerus¸ demi kepentingan rakyat banyak.



Dalam satu pidato 200 kali kata Revolusi



Kranjingannya atau gandrungnya Bung Karno kepada kerevolusioneran bangsa
Indonesia ini tercermin dalam banyak sekali  pidato-pidatonya (atau
karya-karyanya). Boleh dikatakan bahwa Bung Karno-lah satu-satunya pemimpin
Indonesia yang telah mencurahkan banyak tenaga dan fikirannya supaya bangsa
Indonesia menjadi bangsa yang menempuh perjuangan revolusioner dan mempunyai
cita-cita dan watak patriotisme yang tinggi dalam mengabdi kepada tanah-air
dan bangsa.



Salah satu contohnya yang tipikal dan jelas  (serta kuat !)  sekali
menunjukkan siapakah Bung Karno, bagaimana sikapnya terhadap Revolusi, apa
hukum-hukum Revolusi menurutnya, adalah pidatonya « Tahun Vivere
Pericoloso » tersebut.  Dalam satu pidatonya yang ini saja, Bung Karno
menyebutkan kata-kata Revolusi  (atau revolusioner) sebanyak lebih dari 200
kali. Sungguh, luar biasa !



Bagi semua orang yang masih juga mempunyai fikiran bahwa Revolusi yang
selalu dianjurkan Bung Karno kepada bangsa Indonesia adalah sesuatu yang
menakutkan, yang selalu merupakan tindakan yang berdarah-darah, atau
kegiatan yang hanya bunuh-membunuh, atau pembrontakan  dan amuk-amukan yang
sembarangan saja,  dan pengrusakan yang hanya menimbulkan anarchi atau
kekacauan,  seyogianya berusaha membaca atau mempelajari  (dengan baik-baik)
karya-karya Bung Karno. Bukan, bukan, dan sekali lagi bukan hal-hal negatif
yang begituanlah yang menjadi ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno.



Dengan  membaca karya-karyanya (dan mendengarkan pidato-pidatonya) kita
semua akan mengerti bahwa Revolusi yang dikobarkan dan digemuruhkan Bung
Karno  bersama-sama rakyat Indonesia selama bertahun-tahun adalah mobilisasi
rakyat Indonesia untuk menempuh patriotisme kerakyatan, nasionalisme
revolusioner, dan internasionalisme, yang semuanya ditujukan untuk
menghilangkan « exploitation de l’homme par l’homme » (pemerasan manusia
oleh manusia) dan « exploitation des nations par  les nations «   (pemerasan
bangsa-bangsa oleh bangsa-bangsa).  Tujuan Revolusi yang begitu besar,
begitu luhur dan begitu indah inilah yang menjadi tujuan Bung Karno bersama
pendukung-pendukungnya.



Dalam pidato « Tahun Vivere Pericoloso » (dapat dibaca di buku Dibawah
Bendera Revolusi, jilid II, hal 559 – 598) terdapat banyak kalimat-kalimat
atau ungkapan Bung Karno yang sangat penting sekali untuk diketahui oleh
semua orang yang ingin menilai dan menghormatinya sebagai seorang tokoh
revolusioner yang sungguh-sungguh besar.



Oleh karena itu, akan diusahakan tidak lama lagi adanya  tulisan-tulisan
yang lain, yang menyajikan kutipan-kutipan pidato Bung Karno tentang
Revolusi, yang tidak atau belum bisa disajikan kali ini, mengingat banyaknya
atau panjangnya. Dalam tulisan kali ini baru bisa didahulukan kutipan
mengenai enam hukum-hukum Revolusi, yang lengkapnya  adalah seperti yang di
bawah ini :



Enam hukum-hukum Revolusi menurut Bung Karno


Kata Bung Karno : »Apa hukum-hukum revolusi itu ? Hukum-hukum Revolusi itu,
kecuali garis-besar romantika, dinamika, dialektika yang sudah kupaparkan
tadi, pada pokoknya adalah :



Pertama,  Revolusi mesti punya kawan dan lawan, dan kekuatan-kekuatan
Revolusi harus tahu siapa kawan dan siapa lawan ; maka harus ditarik
garis-pemisah yang terang dan harus diambil sikap yang tepat terhadap kawan
dan terhadap lawan Revolusi ;



Kedua, Revolusi yang benar-benar Revolusi bukanlah « revolusi istana «  atau
« revolusi pemimpin », melainkan Revolusi Rakyat ; oleh sebab itu, maka
Revolusi tidak boleh « main atas » saja, tetapi harus dijalankan   dari atas
dan dari bawah ;  (huruf miring dari teks aslinya  Pen.)



Ketiga, Revolusi adalah simfoninya destruksi dan konstruksi, simfoninya
penjebolan dan pembangunan, karena destruksi atau penjebolan saja tanpa
konstruksi atau pembangunan adalah sama dengan anarchi, dan sebaliknya ;
konstruksi atau pembangunan saja tanpa destruksi atau penjebolan berarti
kompromi, reformisme



Keempat, Revolusi selalu punya tahap-tahap ;  dalam hal Revolusi kita :
tahap nasional-demokratis dan tahap Sosialis,  tahap yang pertama meretas
jalan buat yang kedua, tahap yang pertama harus dirampungkan dulu, tetapî
sesudah rampung harus ditingkatkan ke tahap yang kedua  -- inilah dialektik
Revolusi ;



Kelima, Revolusi harus punya Program yang jelas dan tepat, seperti dalam
Manipol kita merumuskan dengan jelas dan tepat : (A) Dasar/tujuan dan
Kewajiban-kewajiban  Revolusi Indonesia ; (B) Kekuatan-kekuatan sosial
Revolusi Indonesia ; (C) Sifat revolusi  Indonesia, (D) Hari depan Revolusi
Indonesia ; dan (E) Musuh-musuh Revolusi Indonesia. Dan seluruh
kebijaksanaan Revolusi harus setia kepada Program itu ;



Keenam, Revolusi harus punya sokoguru yang tepat dan punya pimpinan yang
tepat, yang berpandangan jauh–kemuka, yang konsekwen, yang sanggup
melaksanakan tugas-tugas Revolusi sampai pada akhirnya, dan Revolusi juga
harus punya kader-kadernya yang tepat pengertiannya dan tinggi semangatnya.



Demikianlah hukum-hukum Revolusi » (Kutipan panjang selesai, dari DBR
halaman 572-573)





Seruan Bung Karno masih relevan untuk sekarang





Hukum-hukum Revolusi yang diungkapkan Bung Karno seperti tersebut di atas
menunnjukkan dengan jelas sekali kepada kita semua bahwa ia benar-benar
memang tokoh politik revolusioner, yang mempunyaii fikiran-fikiran
progressif dan mengandung ciri-ciri Marxisme.



Ungkapannya bahwa Revolusi yang benar-benar Revolusi bukanlah « revolusi
istana » atau « revolusi pemimpin » dan bahwa  Revolusi tidak boleh « main
atas » saja, tetapi harus dijalankan   dari atas dan dari bawah adalah
fikiran revolusioner yang contoh-contohnya bisa dilihat  sekarang (antara
lain ) di Revolusi  China, Vietnam, Kuba, Venezuela, Bolivia, Ekuador



Ketika Bung Karno mengatakan bahwa Revolusi adalah simfoninya destruksi dan
konstruksi atau simfoninya penjebolan dan pembangunan ia dengan tepat dan
juga  bagus sekali memakainya untuk menghadapi situasi negara dan bangsa
kita pada waktu itu, yang memang  masih memerlukan banyak sekali penjebolan
dan pembangunan.



Alangkah masih relevannya ungkapan Bung Karno  itu kalau dihubungkan dengan
situasi negara dan bangsa kita dewasa ini !!! Begitu banyak yang harus
sama-sama di-destruksi (dijebol) dan di-konstruksi (dibangun) oleh bangsa
kita  Terlalu banyak kebrengsekan dan kebusukan yang melanda hampir di
seluruh bidang yang harus dijebol untuk kemudian dibangun kembali demi
kepentingan rakyat banyak.



Mengenai tahap-tahap Revolusi, Bung Karno juga amat jelas merumuskannya
dengan  mengatakan bahwa  untuk  Revolusi kita perlulah dirampungkan dulu
tahap yang pertama , yaitu Revolusi nasional demokratis yang meretas jalan
buat tahap yang kedua , yaitu tahap Sosialis. Inilah jalan yang harus kita
tempuh bersama, menurut pandangan jauh Bung Karno.

Jadi, seperti yang sering dinyatakannya dalam berbagai kesempatan, Bung
Karno adalah - pemimpin Indonesia yang jelas-jelas menganjurkan jalan
Sosialisme untuk hari kemudian bangsa dan negara Indonesia.



Situasi dewasa ini  yang penuh dengan kebejatan moral



Seperti sudah disebutkan diatas, pidato « Tahun Vivere Pericoloso » adalah
pidato Bung Karno yang penuh dengan kata-kata Revolusi, yang diutarakannya
secara menggebu-gebu, menggeledeg, menggelora dan berkobar-kobar. Meskipun
dalam pidato-pidatonya yang lain ia juga bicara banyak tentang Revolusi,
namun yang kali ini adalah yang paling menonjol.



Oleh karena itu adalah sangat penting bagi kita semua, terutama yang mau
ikut dalam usaha bersama dalam perjuangan besar-besaran yang oleh Bung Karno
dirumuskan dengan  kata-kata Revolusi (yang berarti penjebolan dan
pembangunan) untuk menghayati ajaran-ajaran revolusionernya, dan berusaha
bersama-sama mewujudkannya dalam praktek.



Seruan Bung Karno kepada bangsa Indonesia (waktu itu) untuk mengobarkan
terus-menerus Revolusi, pada dasarnya berlaku juga bagi kita semua dewasa
ini, kalau kita memang benar-benar ingin melakukan perubahan besar-besaran
dan fundamental di segala bidang, dengan terus-menerus mengadakan penjebolan
dan pembangunan.



Situasi negara dan bangsa kita dewasa ini sudah demikian rusaknya  dan
busuknya, dengan melandanya kebejatan moral dan kemerosotan akhlak serta
kebusukan iman (terutama di kalangan elite atau atasan) , sehingga tidak
mungkin bisa diatasi atau diperbaki dalam waktu dekat dan dengan
tindakan-tindakan yang hanya merupakan tambal sulam saja.



Revolusi rakyat dari dari atas dan dari bawah



Begitu besarnya kerusakan dan parahnya pembusukan itu sehingga tidak adalah
pemikiran  atau tindakan, dari pemimpin Indonesia yang mana pun atau partai
politik yang mana pun yang mampu memperbaikinya. Inilah yang sudah terjadi
selama ini, dan juga akan tetap terjadi di masa depan,  kecuali dengan
Revolusi, Yaitu Revolusi yang berupa penjebolan dan pembangunan (destruksi
dan konstruks), yang dilakukan dengan rakyat, atau dari rakyat, oleh rakyat,
dan untuk rakyat, dan juga dari atas dan dari bawah, seperti yang diajarkan
oleh Bung Karno.



Namun, Revolusi yang harus dilancarkan  bersama-sama oleh sebagian terbesar
rakyat kita itu bukanlah soal yang gampang dan  bisa dilakukan sembarangan
saja. Enam hukum-hukum revolusi yang dikemukakan Bung Karno tersebut di atas
merupakan pedoman penting bagi kita semua, di samping perlunya kita terus
mempelajari juga ajaran atau pengalaman dari tokoh-tokoh  revolusioner besar
dunia lainnya beserta pelaksanaan perjuangan mereka.



Kiranya kita semuanya menyadari bahwa  pekerjaan atau tugas  Revolusi yang
harus diselesaikan bangsa adalah berat dan besar, dan juga rumit sekali.
Sebab,  yang perlu dijebol, diganti, atau dirobah adalah amat banyak. Di
antaranya adalah bertumpuknya  segala hal-hal negatif dan menyengsarakan
rakyat yang sudah dilakukan rejim militer Suharto selama 32 tahun, dan
sisa-sisanya  masih diteruskan sampai sekarang.



Beratnya dan besarnya serta rumitnya pekerjaan Revolusi yang harus
diselesaikan bangsa kita ini disebabkan karena segala kebusukan dan
keburukan yang merugikan kehidupn rakyat itu dibela atau dipertahankan oleh
berbagai macam sisa-sisa Orde Baru beserta simpatisan-simpatisannya yang
masih terdapat di mana-mana beserta segala macam kekuatan reaksioner lainnya
yang anti-Bung Karno dan anti-kiri.  Karenanya, kekuatan anti-Revolusi ini
adalah amat besar dan kuat sekali.



Penggalangan front yang seluas-luasnya untuk Revolusi



Mengingat  itu semuanya, maka segala jalan dan usaha perlu ditempuh oleh
semua kalangan dan golongan yang menginginkan terjadinya perubahan besar dan
fundamental di negeri kita, untuk menggalang bersama-sama berbagai macam
front atau persekutuan atau aliansi (walaupun sementara)   yang luas dan
kuat guna menghadapi kekuatan anti-Revolusi.



Semua peserta dalam perjuangan besar ini harus berusaha mentrapkan enam
hukum-hukum Revolusi yang sudah dirumuskan Bung Karno dan memperhatikan
semua unsur dan syarat-syaratnya (siapa kawan dan lawan, sifat Revolusi
rakyat, dilaksanakannya Revolusi dari atas dan dari bawah, simfoninya
penjebolan dan pembangunan, tahap-tahap Revolusi sampai tahap Sosialis,
Program Revolusi yang tepat, pentingnya sokoguru dan pimpinan yang tepat
dan berpandangan jauh, dan kader-kader yang bersemangat tinggi.



Untuk bisa terbangunnya kekuatan besar yang berupa pendukung, pendorong atau
penggerak Revolusi yang demikian ini dibutuhkan waktu yang panjang , banyak
tenaga dan fikiran, dan pengorbanan-pengorbanan  yang tidak sedikit.
Penggalangan kekuatan  revolusioer ini bisa dilakukan melalui  berbagai cara
atau jalan dan dengan macam-macam bentuk, antara lain  mengadakan aksi-aksi
untuk membela kepentingan rakyat dan memperjuangkan tuntutan massa luas demi
kehidupan lebih baik, dan dengan gerakan-gerakan untuk melawan segala macam
penindasan oleh bangsa sendiri maupun bangsa asing,.



Segala macam aksi atau kegiatan revolusioner untuk membela kepentingan
rakyat ini merupakan cara penting untuk meningkatkan kesedaran massa rakyat
untuk mendukung revolusi dan juga langkah penting sekali untuk mempersiapkan
pelaknsanaan revolusi. Kesedaran politik revolusioner yang tinggi dari massa
rakyat banyak (terutama dari kalangan buruh, tani, rakyat miskin umumnya)
adalah syarat bagi berhasilnya revolusi.



Jumlah rakyat yang sudah dirugikan  -- dengan  berbagai bentuk dan cara --
oleh pemerintahan Orde Baru adalah amat besar, yang terdiri dari macam-macam
golongan (jadi  bukan hanya golongan komunis saja,  melainkan juga dari
golongan-golongan lainnya, termasuk golongan Islam). Demikian juga mereka
yang jadi korban politik neo-liberalisme yang dianut pemerintahan dewasa
ini, termasuk kalangan menengah (pengusaha kecil dll). Mereka ini semualah
yang perlu dipersatukan di bawah bendera revolusi.



Sekali lagi, berdasarkan pengalaman jatuh-bangun  dan kegagalan yang sudah
berkali-kali, yang sudah dilalui selama  lebih dari 40 tahun sejak
pemerintahan Suharto, dan tidak adanya perspektif lainnya untuk menyetop
proses kemerosotan dan pembusukan lebih lanjut, maka makin jleaslah bahwa
tidak ada jalan lain kecuali jalan Revolusi yang sudah ditunjukkan oleh Bung
Karno.



Yaitu jalan destruksi dan konstruksi atau jalan penjebolan dan pembangunan
yang dilakukan terus-menerus, demi kepentingan rakyat banyak dan demi
Negara yang berdasarkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan ajaran-ajaran
revolusioner Bung Karno lainnya.



Paris, 30 Juli  2010



  1.. Umar Said


== ==  ==














Kirim email ke