Demokratisasi Gampang Dimanipulasi Jadi Syariah Islam !!!
Dalam sebuah negara yang ada sedikit pendukung terorist Jihad Islamnya, maka
demoratisasi justru menjadi media yang sangat menunjang untuk menjerumuskan
negara tsb kedalam jurang kekalutan dengan membentuknya sebagai negara Syariah
Islam.
Sebaliknya negara yang komunis, susah bahkan tidak mungkin Syariah Islam bisa
tumbuh subur, selalu tertumpas sebelum tumbuh.
Meskipun Syariah Islam merupakan ideologi yang sangat Anti-Demokrasi, namun
akan tumbuh subur dalam alam yang demokratis yang akhirnya dengan mudah akan
membunuh demokrasi itu sendiri menjadi kekuasaan tribal ter-kotak2 yang
keamanannya hanya bergantung dari kekuatan2 diluar yang mendukungnya.
> "pemerhatidunia" <pemerhatidu...@...> wrote:
> tapi disisi lain yg resmi didukung
> amerika melalui badan2 dana spt USAID
> dan yang lain adalah demokratisasi
> dan anti korupsi. Itu kelihatan dari
> agenda mereka memberikan bantuan.
> jadi ini permainan mata uang dua sisi.
> mungkin untuk menciptakan suasana
> konflik devide et impera. Dua2 pihaknya
> disokong. Pinter kan??
>
Bukan, sama sekali bukan unsur divide et impera, melainkan strategi
managementnya memang demikian, disediakan dua pilihan, dan keduanya akan sama2
akan terjerumus ke jurang yang sama tetapi dengan pilihan masing2.
Demokratisasi gampang disalah gunakan oleh kelompok syariah untuk memaksakan
Syariahnya. Selama tidak ada unsur dominant dari luar yang mengganggu maka
negara itu otomatis terjerumus dalam syariah Islam dengan sendirinya dengan
kekuatan dan biaya dari dalam itu sendiri. Sebaliknya memaksakan Syariah
melalui kekuatan dari luar tentunya terlalu besar dananya.
Amerika tetap secara politik harus anti-Syariah dan mendukung demokrasi,
sehingga apabila ada negara yang terjerumus menjadi Syariah, maka cukup teriak2
menuduh musuhnya sambil menikmati hasil bumi murah yang oleh para pemimpin
syariah ditawarkan untuk tetap bisa berkuasa. Jadi enggak masalah kalo
diluarnya se-olah2 bermusuhan tapi dari pintu belakang mereka bergantung kepada
kekuatan Amerika.
Apalagi, Indonesia itu bukan favor bagi Amerika untuk mendirikan investasi
jangka panjang, lebih baik membangun konflik jangka panjang karena semua negara
Syariah selalu konflik internal sejak zaman nabi Muhammad masih hidup. Ini
menghemat biaya, karena untuk menciptakan konflik itu bila tidak ada syariah
biayanya terlalu mahal.
Jadi Amerika tidak perlu provokasi sia2 mengeluarkan biaya, semuanya akan
otomatis bekerja untuk kepentingannya tanpa harus berpihak kepadanya.
Agama itu khan cuma kelompok bukan ide sebuah negara, jadi kalo Islam dijadikan
ide sebuah negara, maka sebetulnya sudah ambruk sebelum bisa berdiri dan untuk
bisa berdiri harus ada yang menyokongnya dari luar.
Ingat, tugas negara adalah mengatur kebijaksanaan sedemikian rupa sehingga
kesejahteraan rakyatnya bisa dipenuhi. Untuk itu antara lain dikelola system
perpajakan dan system jaminan sosial. Jadi semua negara memiliki rakyat yang
beragama aneka warna, dan negara tidak ingin mencampurinya karena urusannya
justru mensejahterakan mereka semua bukan cuma satu agama saja, apalagi pajak
itu juga ditarik tanpa membedakan agamanya.
SEBALIKNYA, Islam itu cuma kelompok agama, tapi kalo diciptakan jadi ide
negara, maka ambruklah system dari ide negara yang normal karena system
perpajakan dan system jaminan sosialnya jadi berantakan, system perpajakannya
dipenuhi korupsi dengan adanya zakan, infaq, sadoqah dll yang apabila
didiskusikan cuma benang kusut yang tidak pernah ada jalan keluarnya. Demikian
juga sytem jaminan sosial dalam Islam bukan kewajiban negara karena system
kelompok dulu adalah system tribal sehingga apabila mau diaplikasikan kombinasi
dengan system modern akan cuma menghabiskan waktu yang tidak ada akhirnya.
Buntut peneyelesaian yang paling umum di negara syariah adalah pembantaian,
membantai yang dianggap musuhnya. Dengan demikian keamanan bisa tercipta dan
penguasanya bisa gampang didikte oleh Amerika.
Ny. Muslim binti Muskitawati.