Berikut kami sampaikan posting bagian kedua dari keynote address 
Menristek RI, Bapak Dr. Muhammad A.S. Hikam.


Penanggung Jawab ZoA-Biotek-2001
SinergY-PPI-Tokodai

Dedy H.B. Wicaksono

http://sinergy.ppi-tokodai.net dan 
http://sinergy-forum.net

===================================================

Para Peserta Diskusi yang saya muliakan,

Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) telah mempertimbangkan 
potensi pemanfaatan teknologi ini, seperti yang tertuang dalam kebijakan 
Strategis Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional (Jasktra 
Ipteknas) 2000-2004 dan Prioritas Utama Nasional Riset dan Teknologi 
(PUNAS RISTEK) 2001-2005. Di dalam dua landasan kebijakan ini, bioteknologi 
diperhatikan sebagai satu metode yang mampu mengatasi masalah-masalah 
yang tidak dapat diatasi dengan teknik konvensional di bidang pertanian,
pangan, dan lingkungan hidup. Selain itu, sebagai instansi pemerintah 
yang memperoleh mandat dalam kebijakan riset dan teknologi, KMNRT 
telah beberapa kali menyatakan bahwa sebagai sebuah teknologi, bioteknologi 
tidak mungkin ditahan perkembangannya. Bahwa kemudian timbul adanya 
kekhawatiran tentang adanya dampak negatif, maka para ilmuwan bioteknologi 
memiliki kewajiban untuk melakukan klarifikasi secara ilmiah dan 
mensosialisasikan hasilnya secara transparan kepada masyarakat.

Para Seminar on Air  yang saya hormati,

Menyadari potensi yang ditawarkan oleh bioteknologi modern, Kantor 
Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) menetapkan bahwa pembangunan 
iptek di bidang pertanian, pangan, dan kesehatan perlu memanfaatkan 
pendekatan teknologi ini. Riset dan pengembangan teknologi di bidang 
pertanian perlu difokuskan pada upaya menciptakan ketahanan pangan 
yang berkelanjutan, khususnya menyangkut produktivitas, ketahanan 
tanaman terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (pemasaman 
tanah dan kekeringan), mutu panen, dan penyediaan benih/bahan tanaman 
unggul. Perakitan varietas/klon baru perlu memperoleh perhatian, 
khususnya yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang spesifik,
melalui pemanfaatan plasma nutfah yang kita miliki. Aplikasi teknik 
rekombinan DNA, analisis polymerase chain reaction (PCR) seperti 
Random Amplified Polymerase Detection (RAPD) dan Restriction Fragment 
Length Polymorphism (RFLP), dan mikrosatelit perlu terus dikembangkan 
untuk mendukung upaya ini. Formulasi obat dari tanaman dan mikroba 
(biofarmaka) dan pengembangan perangkat uji (diagnostic kit) untuk 
penyakit merupakan topik riset pertanian yang terkait dengan bidang 
pangan dan kesehatan dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Di samping 
berguna untuk bidang tanaman, pengembangan kit diagnostik juga sangat 
penting untuk sub sektor peternakan dan perikanan darat dan kesehatan 
manusia. Formulasi vaksin, baik untuk hewan maupun manusia, perlu 
terus dikembangkan untuk mengatasi jenis-jenis penyakityang sampai 
saat ini belum tuntas teratasi. Perangkat uji cepat juga perlu dikembangkan 
guna mendeteksi secara akurat keberadaan produk transgenik dalam 
produk-produk pertanian yang kita impor. Teknologi kultur jaringan 
(tissue culture) masih perlu dikembangkan lebih lanjut guna mengatasi 
persoalan keragaman mutu dari produk yang dihasilkan, khususnya yang 
menyangkut abnormalitas. Perbanyakan tanaman yang tidak mungkin dilakukan 
secara konvensional perlu memanfaatkan teknologi penyelamatan embrio 
(embryo rescue) seperti yang telah diterapkan pada perakitan bibit 
kelapa kopyor.

Para peserta diskusi  yang terhormat, 

Kami menyadari bahwa riset dan pengembangan teknologi di bidang bioteknologi 
modern memerlukan dana yang relatif besar, baik untuk penyediaan 
fasilitas fisik, maupun operasional kegiatan. Program ristek yang 
disediakan oleh KMNRT; seperti Riset Unggulan Terpadu (RUT), Riset 
Unggulan Kemitraan (RUK), dan Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS);
belum sepenuhnya mampu mendorong percepatan yang tinggi di bidang 
ini, karena anggaran pemerintah yang tersedia sangat terbats. Mencermati 
fenomena ini, oleh karenanya KMNRT memfasilitasi semua pihak yang 
terkait, termasuk industri.swasta dan masyarakat untuk secara bersama-
sama menggalang kerjasama untuk membentuk sebuah sinergi yang produktif.
Dalam orientasi sasaran, KMNRT berpegang pada kebijakan nasional 
pemerintah, yaitu pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Walaupun kegiatan riset dan pengembangan produk bioteknologi pertanian 
melibatkan hal-hal yang rumit dan canggih, namun hasilnya harus sesederhana 
mungkin agar secara mudah dapat diadopsi oleh IKM dan/atau para petani/pekebun.
Keunggulan kompetitif dari produk yang dihasilkan merupakan jaminan 
utama agar bioteknologi yang dikembangkan diterima oleh konsumen.
Untuk itulah KMNRT menyediakan berbagai jenis insentif yang bersifat 
kompetitif bagi para peneliti dan IKM, seperti perolehan paten (OLEH 
PATEN dan SENTRA HaKI) dan jaminan profesionalisme inventor (Asuransi 
Teknologi).

Para Peserta Seminar on Air yang saya hormati,

Akhirnya, saya mengucapkan selamat berdiskusi untuk menghasilkan 
persamaan persepsi dan pengkayaan wawasan yang rasional untuk memfasilitasi 
pengembangan teknologi berbasis biologi ini, tidak saja untuk menjawab 
keraguan para konsumen terhadap produk transgenik, tetapi juga demi 
tercapainya sasaran pemanfaatan teknologi bagi kemakmuran masyarakat.


Terima kasih.

Wassalammualaikum. wr. wb.

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI


Dr. Muhammad A. S. Hikam, MA, APU







Reply via email to