Yth. (moderator) 
 Terima kasih atas keynote speech-nya
 Karena sudah waktunya shubuh dan istirahat kami ijin dulu untuk  
 meninggalkan forum. Semoga sukses
--

On Thu, 1 Feb 2001 03:18:25   
 Dedy Hermawan Bagus Wicaksono wrote:
>Berikut kami sampaikan posting bagian kedua dari keynote address 
>Menristek RI, Bapak Dr. Muhammad A.S. Hikam.
>
>
>Penanggung Jawab ZoA-Biotek-2001
>SinergY-PPI-Tokodai
>
>Dedy H.B. Wicaksono
>
>http://sinergy.ppi-tokodai.net dan 
>http://sinergy-forum.net
>
>===================================================
>
>Para Peserta Diskusi yang saya muliakan,
>
>Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) telah mempertimbangkan 
>potensi pemanfaatan teknologi ini, seperti yang tertuang dalam kebijakan 
>Strategis Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional (Jasktra 
>Ipteknas) 2000-2004 dan Prioritas Utama Nasional Riset dan Teknologi 
>(PUNAS RISTEK) 2001-2005. Di dalam dua landasan kebijakan ini, bioteknologi 
>diperhatikan sebagai satu metode yang mampu mengatasi masalah-masalah 
>yang tidak dapat diatasi dengan teknik konvensional di bidang pertanian,
>pangan, dan lingkungan hidup. Selain itu, sebagai instansi pemerintah 
>yang memperoleh mandat dalam kebijakan riset dan teknologi, KMNRT 
>telah beberapa kali menyatakan bahwa sebagai sebuah teknologi, bioteknologi 
>tidak mungkin ditahan perkembangannya. Bahwa kemudian timbul adanya 
>kekhawatiran tentang adanya dampak negatif, maka para ilmuwan bioteknologi 
>memiliki kewajiban untuk melakukan klarifikasi secara ilmiah dan 
>mensosialisasikan hasilnya secara transparan kepada masyarakat.
>
>Para Seminar on Air  yang saya hormati,
>
>Menyadari potensi yang ditawarkan oleh bioteknologi modern, Kantor 
>Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) menetapkan bahwa pembangunan 
>iptek di bidang pertanian, pangan, dan kesehatan perlu memanfaatkan 
>pendekatan teknologi ini. Riset dan pengembangan teknologi di bidang 
>pertanian perlu difokuskan pada upaya menciptakan ketahanan pangan 
>yang berkelanjutan, khususnya menyangkut produktivitas, ketahanan 
>tanaman terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (pemasaman 
>tanah dan kekeringan), mutu panen, dan penyediaan benih/bahan tanaman 
>unggul. Perakitan varietas/klon baru perlu memperoleh perhatian, 
>khususnya yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang spesifik,
>melalui pemanfaatan plasma nutfah yang kita miliki. Aplikasi teknik 
>rekombinan DNA, analisis polymerase chain reaction (PCR) seperti 
>Random Amplified Polymerase Detection (RAPD) dan Restriction Fragment 
>Length Polymorphism (RFLP), dan mikrosatelit perlu terus dikembangkan 
>untuk mendukung upaya ini. Formulasi obat dari tanaman dan mikroba 
>(biofarmaka) dan pengembangan perangkat uji (diagnostic kit) untuk 
>penyakit merupakan topik riset pertanian yang terkait dengan bidang 
>pangan dan kesehatan dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Di samping 
>berguna untuk bidang tanaman, pengembangan kit diagnostik juga sangat 
>penting untuk sub sektor peternakan dan perikanan darat dan kesehatan 
>manusia. Formulasi vaksin, baik untuk hewan maupun manusia, perlu 
>terus dikembangkan untuk mengatasi jenis-jenis penyakityang sampai 
>saat ini belum tuntas teratasi. Perangkat uji cepat juga perlu dikembangkan 
>guna mendeteksi secara akurat keberadaan produk transgenik dalam 
>produk-produk pertanian yang kita impor. Teknologi kultur jaringan 
>(tissue culture) masih perlu dikembangkan lebih lanjut guna mengatasi 
>persoalan keragaman mutu dari produk yang dihasilkan, khususnya yang 
>menyangkut abnormalitas. Perbanyakan tanaman yang tidak mungkin dilakukan 
>secara konvensional perlu memanfaatkan teknologi penyelamatan embrio 
>(embryo rescue) seperti yang telah diterapkan pada perakitan bibit 
>kelapa kopyor.
>
>Para peserta diskusi  yang terhormat, 
>
>Kami menyadari bahwa riset dan pengembangan teknologi di bidang bioteknologi 
>modern memerlukan dana yang relatif besar, baik untuk penyediaan 
>fasilitas fisik, maupun operasional kegiatan. Program ristek yang 
>disediakan oleh KMNRT; seperti Riset Unggulan Terpadu (RUT), Riset 
>Unggulan Kemitraan (RUK), dan Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS);
>belum sepenuhnya mampu mendorong percepatan yang tinggi di bidang 
>ini, karena anggaran pemerintah yang tersedia sangat terbats. Mencermati 
>fenomena ini, oleh karenanya KMNRT memfasilitasi semua pihak yang 
>terkait, termasuk industri.swasta dan masyarakat untuk secara bersama-
>sama menggalang kerjasama untuk membentuk sebuah sinergi yang produktif.
>Dalam orientasi sasaran, KMNRT berpegang pada kebijakan nasional 
>pemerintah, yaitu pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
>Walaupun kegiatan riset dan pengembangan produk bioteknologi pertanian 
>melibatkan hal-hal yang rumit dan canggih, namun hasilnya harus sesederhana 
>mungkin agar secara mudah dapat diadopsi oleh IKM dan/atau para petani/pekebun.
>Keunggulan kompetitif dari produk yang dihasilkan merupakan jaminan 
>utama agar bioteknologi yang dikembangkan diterima oleh konsumen.
>Untuk itulah KMNRT menyediakan berbagai jenis insentif yang bersifat 
>kompetitif bagi para peneliti dan IKM, seperti perolehan paten (OLEH 
>PATEN dan SENTRA HaKI) dan jaminan profesionalisme inventor (Asuransi 
>Teknologi).
>
>Para Peserta Seminar on Air yang saya hormati,
>
>Akhirnya, saya mengucapkan selamat berdiskusi untuk menghasilkan 
>persamaan persepsi dan pengkayaan wawasan yang rasional untuk memfasilitasi 
>pengembangan teknologi berbasis biologi ini, tidak saja untuk menjawab 
>keraguan para konsumen terhadap produk transgenik, tetapi juga demi 
>tercapainya sasaran pemanfaatan teknologi bagi kemakmuran masyarakat.
>
>
>Terima kasih.
>
>Wassalammualaikum. wr. wb.
>
>MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI
>
>
>Dr. Muhammad A. S. Hikam, MA, APU
>
>
>
>
>
>
>
>


Get your small business started at Lycos Small Business at 
http://www.lycos.com/business/mail.html

Reply via email to