Bapak Ibu Peserta

Untuk lebih menyemarakkan jalannya diskusi, berikut ini
ada tanggapan berdasarkan makalah Dr. A.S. Hikam via forum diskusi BBS

Yang pertama dari Dr. Tantono Subagyo, berikut kutipan lengkapnya.
Yang kedua menyusul dalam email berikutnya

Silakan ditanggapi ....

Wassalam

Moderator 

*********************************
TOPIK : "BUNGA BANK"

Kendala utama dari pengembsngsn spliksdi bioteknologi didalam bisnis 
adalah tingginya bunga bank di Indonesia. Dengan bunga bank setinggi 
ini maka jarang sekali ada yang bisa memulai, kecuali sudah dengan 
"captive" market. Disamping itu beberapa industri yang sudah terkuasai 
oleh modal asing tidak bisa ditembus, kecuali dengan modal khusus 
pemerintah, contoh : bidang obat dan vaksin Pertanyaan saya :
1. Apakah KMNRT mempunyai program "insentif", bunga bank yang bersaing 
untuk bisnis yang berdasarkan bioteknologi ?
2. Indonesia sudah sangat terpuruk di bidang obat dan vaksin. Apakah 
KMNRT mempunyai kiat-kiat gebrakan tertentu untuk membangkitkan bidang 
tersebut. Perlu saya kemukakan bahwa satu-satunya pabrik farmasi 
kita Indofarma belum sampai kepada ekstraksi "active ingredient".

3. Berdasarkan survai web saya di Jepang saja telah dipatenkan 24 
bahan obat kosmetik kita. Mohon KMNRT dapat mempelopori team terpadu 
untuk membatalkan paten tersebut yang diduga keras berasal dari "prior 
art" (seperti halnya sikap Meksiko terhadap paten yellow bean Enola 
atau India/Pakistan terhadap Basmati), atau meminta royaltinya untuk 
masyarakat tradisional (CBD pasal 8j) atau menegosiasi seperi kasus 
Gesang dengan Bengawan Solo. Salam, Tantono 

********************************************








Reply via email to