Sebenarnya HKI berlaku universal dan sebaiknya dilaksanakan di mana-
mana, karena dengan manajemen HKI yang baik, implikasi hukum yang 
menyulitkan tidak akan terjadi.  Jika tidak dilakukan di Perguruan 
Tinggi maka kan timbul kerancuan, misalnya saya membuat suatu produk 
komersiil dari mikroba yang dipatenkan oleh Sdr Rukman maka hak siapakah 
itu ?.  Pertukaran materi untuk penelitian dapat melalui Material 
Transfer Agreement yang jelas,  Di MSU pernah ada produk yang bagus 
yang tidak bisa dipasarkan karena mengandung 2 gen yang diperoleh 
dari 2 perusahaan berbeda dan masing-masing tidak mau memberikan 
lisensi HKInya.  







Reply via email to