<Bagian 2>

 Teknologi Panen dan Agroindustri
        Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi yang kita pakai masih tradisional.
Kita masih memanen padi dengan tenaga manusia dan menjemur padi 
dipanas matahari.  Kedua cara ini menyebabkan kehilangan panen dan 
pasca-panen yang tinggi.  Sering terjadi, padi busuk disawah karena 
petani tidak bisa memanen dengan cepat.  Demikian juga halnya dengan 
komoditi hortikultura dan agroindustri.  Padi, atau tanaman lain,
busuk karena tidak ada panas matahari.  Pengkajian penggunaan mesin 
pemanen dan teknologi pasca-panen yang sesuai dengan kondisi spesific 
suatu daerah sangat diperlukan.  Perlu dicari teknologi yang memadai 
untuk mengolah produk-produk hortikultura dan agroindustri yang efisien.
Teknologi yang dikembangkan haruslah spesifik untuk kabupaten atau 
malah kecamatan dimana suatu produk pertanian diusahakan.
        Aplikasi teknologi orgoindustri yang selaras lingkungan mutlak dilakukan 
kalau produk pertanian Indonesia ingin kompetitif. Kasus Ajinomoto 
merupakan contoh agroindustri yang tidak mempertahankan produknya 
selaras dengan lingkungan relegi.
"...adalah porcine (enzim dari babi) yang digunakan dalam salah satu 
rangkaian produksinya, tepatnya adalah salah satu nutrient media 
untuk pertumbuhan mikroba ....  Pada proses-proses bioteknologi yang 
melibatkan mikroba, semua media (mengandung nutrien untuk pertumbuhan 
mikroba) bercampur dengan mikroba dan produk yang dihasilkan.  Pada 
waktu membuat starter, jika salah satu nutriennya mengandung komponen 
turunan babi maka starter tersebut akan bercampur dengan komponen 
tersebut.  Starter yang didalamnya terikut komponen haram ini kemudian 
digunakan untuk memproduksi MSG...." (Apriyantono, 2001).
        Pertimbangan biaya produksi yang lebih rendah menggiurkan Ajinomoto 
Indonesia untuk melanggar kaidah lingkungan dalam memproduksi MSG 
(monosodium glutamate).  Padahal Jepang sendiri mulai mempertimbangkan 
produk-produk halal untuk ekspornya ke negara-negara Islam.

Teknologi Pengolahan Limbah
        Kemampuan suatu budidaya pertanian dan agroindustri dalam mengelola 
limbahnya juga akan menentukan daya saing produknya, karena ISO (Environmental 
Management System) akan diberlakukan secara internasional.
        Pengomposan merupakan salah satu contoh pengelolaan limbah tanaman 
dan ternak yang paling populer.  Sebagai contoh, pengomposan jerami 
padi dapat mereduksi emisi metan sampai separohnya (Table 2)

Table 2.  Pengaruh pengomposan terhadap laju emisi metan ke atmosfir

JenisTanah      Jenis Perlakuan(ton/ha) Emisi metan
(g/m2/musim tanam)      % emisi perlakuan thd kontrol
Gley    Segar (12)       19,9   100
        Kompos (12)      10,5   54
Andosol Segar (6)        12,6   100
        Kompos (9)        5,6            46
        Kompos (12)       9,8            70


        Kebijakan Perdagangan dan Promosi
        Bagaimanapun, keuntungan akhir ditentukan oleh kemampuan untuk memasarkan 
produk-produk.  Karena itu, perlu kebijakan nasional mengenai perdagangan 
produk-produk pertanian yang selaras lingkungan.  Termasuk pelabelan 
produk yang sesuai dengan lingkungan relegi, sosial dan budaya dimana 
barang tersebut akan dipasarkan.  Perlu juga digencarkan promosi 
regional dan international mengenai produk yang selaras lingkungan.
Produk-produk yang quality-oriented perlu ditekankan agar bisa 
bersaing dipasar global.  Harga perlu dipatok cukup tinggi, karena 
harga rendah akan memacu produsen untuk tidak menjaga keamanan lingkungan 
dari produknya.  Kebijakan yang transparan pada tahap budidaya, panen,
pasca-panen dan pemasaran akan sangat menentukan daya saing komoditas.


Penutup
        Apa yang saya kemukakan di sini hanya merupakan hasil pengamatan 
sesaat yang mungkin keliru.  Saya berharap, makalah ini menjadi pengantar 
untuk diskusi yang lebih terarah dan relevan dengan tema ZoA.

Daftar Pustaka
1. Abdul Hadi, Inubushi,K., Razie, F., Purnomo, E., Yusran, F.H. 
and Tsuruta, H.  2000.  Dynamics of methane and nitrous oxide in 
the tropical peatlands.  Proceedings of International Workshop on 
Land-use/cover Change and Greenhouse Gas Emission.  p. 1-17.
2. Watanabe, A., Katoh, K. and Kimura, M.  Effect of rice straw application 
on CH4 emission from paddy fields: Effect of weathering of rice straw 
in the paddy field during off-crop season.  Soil Sci. Plant Nutr.
, 39, 701-706.
3. Wibowo, ISW., 2001.  Belajar banyak dari dosa Ajinomoto, B.Post,
11 Jan. 2001 (http://www.indomedia.com/bpost/012001/opini/opini2.
html).

-----------
Demikian posting makalah dari Dr. Abdul Hadi.  Berhubung ada sedikit 
kesulitan dalam memcopy utuh seluruh makalah tersebut ke mailing 
list ini (seperti Fig. 1 yang tidak muncul, serta Tabel 1 dan 2 yang 
formatnya menjadi tidak rapi), bapak-ibu peserta diskusi Zoa-Biotek-
2001 dapat mengakses ke http://sinergy-forum.net/zoa/jadwal.html 
untuk melihat makalah yang lengkap.

Selamat berdiskusi

Moderator ZOA-Biotek Sesi Pertanian

Teuku Tajuddin






Reply via email to