Sdr Isbu Im yth.,

Terima kasih atas tanggapan Sdr. dan berikut ini saya sampaikan beberapa 
hal yang terkait.

1.  Bioteknologi perlu dipandang sebagai sebuah teknologi atau tool 
dengan segala kelebihan dan kekurangannya.  Teknologi apapun memerlukan 
dukungan SDM dan dana yang memadai agar mampu memberikan manfaat 
yang sebesar-besarnya bagi pengguna/masyarakat.  Masalah keadilan 
yang anda sampaikan menurut saya kurang relevan, karena hal ini dapat 
berlaku untuk teknologi apapun.  Negara-negara miskin tidak harus 
menyerah, tetapi harus terus berupaya memanfaatkan seluruh kekuatan 
nasionalnya, terutama sumberdaya genetik yang dimilikinya, guna memperoleh 
manfaat dari teknologi ini.

2.  Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggungjawab atas pembangunan 
iptek, KMNRT tentu tidak akan setengah-setengah menangani bioteknologi.
Dengan memadukan seluruh kekuatan nasional, termasuk LPND Ristek,
perguruan tinggi, litbang departemen, dan lembaga masyarakat lainnya,
kami yakin akan mampu menghasilkan teknologi di bidang ini dan mampu 
bersaing dengan yang lain-lainnya dari LN.

3.  Bioteknologi modern memberikan peluang untuk mengatasi persoalan 
yang dihadapi oleh umat manusia yang tidak dapat atau terlalu mahal 
jika diatasi dengan teknologi konvensional.  Selama tidak menyangkut 
bidang penciptaan individu manusia, kami berpendapat temuan-temuan 
bidang ini layak untuk dipatenkan asal memenuhi syarat-syarat invensi 
layak paten.

4.  Di Indonesia telah ada Konsorsium Bioteknologi Indonesia yang 
anggotanya terdiri dari lembaga yang melakukan litbang bioteknologi.
Sebuah teknologi selalu mengandung nilai ekonomi.  Jadi, walaupun 
dikembangkan secara komersial, manfaat yang sebesar-besarnya bagi 
kemakmuran manusia merupakan tujuan utama.

5.  Saya sependapat dengan anda bahwa pengembangan bioteknologi memerlukan 
kewaspadaan dan kehati-hatian.  Namun, perlu disadari bahwa masalah-
masalah yang dihadapi saat ini tidak semuanya mampu dipecahkan secara 
konvensional.  Jadi terlalu jauh berpretensi bahwa bioteknologi merupakan 
pelarian dari satu masalah ke masalah lain.

Terima kasih.

Salam,
a.n. Bapak Meneg Ristek,
Didiek H. Goenadi



At Thursday, 1 February 2001, you wrote:

>>Kegiatan bioteknologi tampaknya spesifik pada SDM
>yang baik dan Dana yang besar. Hal tsb. ujung-ujungnya
>adalah keberpihakan terutama kepada pemilik modal
>besar sehingga muncul ketidak adilan pada ummat
>manusia terutama dari negara miskin.
>>Perlu usaha yang kuat dan habis-habisan untuk
>mengimbangi keadaan tsb. dan KMNRT tidak bisa
>setengah-setengah. Sanggupkah ? termasuk mengejar
>ketinggalan yang telah terjadi.
>>Layakkah secara MORAL bahwa hasil bioteknologi
>DIPATENKAN mengingat bioteknologi sangat dekat dengan
>hayat hidup manusia (HAM ?) dan bergerak didaerah
>abu-abu antara MURNI CIPTAAN TUHAN dan REKAYASA
>MANUSIA..
>>SEHARUSNYA BIOTEKNOLOGI DIKEMBANGKAN OLEH SEBUAH
>KONSORSIUM ATAU KELOMPOK LEMBAGA-LEMBAGA ATAUPUN
>NEGARA-NEGARA DAN BERSIFAT NIRLABA.DAN DAPAT
>DIMAFAATKAN SELUAS-LUASNYA BAGI KEMAKMURAN UMMAT
>MANUSIA.
>>Perbaikan Genetik secara Transgenik sebenarnya
>bergerak keluar dari hukum sebab akibat alam dan akan
>menimbulkan ketidak seimbangan yang untuk mencapai
>keseimbangan yang baru perlu waktu lama dan bisa
>menimbulkan akibat-akibat berantai yang tidak terduga
>sehingga perlu kewaspadaan yang tinggi dan jangka
>panjang. Untuk aplikasi lapangan saya lebih setuju
>untuk tidak terburu-buru. Lebih baik berkosentrasi
>dahulu pada pengembangan dan pemanfatan secara
>maksimal kepada Perbaikan Genetik secara Konvensional.
>>JANGANLAH BIOTEKNOLOGI DIJADIKAN PELARIAN DARI SATU
>MASALAH KEMASALAH LAIN.
>
>isbu im - univ.winaya mukti - jatinangor
>
>__________________________________________________
>Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 
>a year!  http://personal.mail.yahoo.com/
>



a.n. Menristek RI
Dr. Didiek H. Goenadi (Asisten MNRT-RI)







Reply via email to