Sdr. M. Agus Setiadhi FKH-IPB yth.,

Terima kasih atas tanggapannya.  Selanjutnya, saya ingin menyampaikan 
beberapa hal terkait sebagai berikut.

1.  Bioteknologi adalah metode atau teknik yang menggunakan jasad 
hidup atau bagian dari jasad hidup untuk menghasilkan produk dan/atau 
proses.  Jadi dari definisi ini jelas bahwa bioteknologi tidak hanya 
rekayasa genetik, tetapi juga menyangkut mikrobiologi terapan, seperti 
fermentasi (tahu, tempe, kecap), antagonistik (biopestisida), dan 
bioremediasi (biofertilizer, biodecomposer).

2.  Indonesia telah meratifikasi perjanjian TRIPs dari WTO.  Yang 
menjadi perdebatan selama ini terutama adalah Article 27, khususnya 
ayat 2 dan 3. Namun menurut saya, perdebatan ini sebenarnya tidak 
relevan, karena tiap negara anggota diberi kebebasan untuk mematenkan 
atan tidak hasil invensinya, kecuali untuk yang bersifat hajat hidup 
orang banyak seperti diagnostik (manusia), therapeutic, dan metode 
surgery dapat tidak dipatenkan.  Perlu diingat pula, bahwa syarat 
invensi layak paten telah ada dan jelas.

Marilah kita berikan ruang yang proporsional kepada kemajuan iptek 
nasional berdasarkan perkembangan global tanpa harus terjebak dalam 
persaingan bisnis dan politik.

Terima kasih.

Salam,
A. n. Meneg Ristek RI,
Didiek H. Goenadi





At Friday, 02 February 2001, you wrote:

>Setelah mencoba mengikuti jalannya diskusi dan beberapa makalah 
yang ada,
>menyangkut "Bioteknologi" yang coba kita diskusikan rasanya terlebih 
dahulu
>kita harus menyamakan presepsi tentang arti bioteknologi. Hal ini 
karena
>menurut saya sebagian besar peserta sudah melangkah lebih jauh sampai 
pada
>tingkat tanaman/hewan transgenik dan produk-produk rekayasa genetik
>lainnya.Padahal sepengetahuan saya dari Kamus bioteknologi yang 
saya baca
>bahwa  bioteknologi didefinisikan sebagai salah satu upaya mengekploitasi
>makhluk hidup atau komponennya (mohon maaf lengkapnya mungkin nanti 
saya
>susulkan).
>Kalau melihat definisi ini, maka bioteknologi tidak hanya mencakup
>produk-produk yang melalui rekaya genetik atau yang orang kenal sebagai
>high technology (Hitech)tetapi juga produk-produk tanpa rekayasa 
genetik
>untuk meningkatkan produktivitas yang pada ujungnya untuk kesejahteraan
>manusia.
>Sebagai contoh dalam bidang Kedokteran Hewan atau Peternakan sebelum
>teknologi produksi Cloning "Dolly", kita berusaha mengupayakan bagaimana
>seekor ternak yang biasanya mengeluarkan sel telurnya hanya satu dalam
>setiap siklus, sehingga hanya akan menghasilkan satu anak juga, 
maka dengan
>berbagai pendekatan teknologi (bioteknology) kita mampu memanipulasi
>ovarium untuk dapat menghasilkan sel telur yang banyak dalam waktu yang
>bersamaan sehingga dihasilkan jumlah anak/keturunan yang banyak 
dan seragam
>dengan pendekatan yang dikenal multiple ovulation and embryo transfer
>(MOET).Dan masih banyak lagi teknik yang menuju kearah pengembangbiakan
>(reproduksi).
>Berdasarkan contoh diatas, saya akan merasa gembira apabila ada 
tanggapan
>tentang kemungkinan persamaan presepsi dulu tentang bioteknologi.
>Kalau kita sependapat tentang definisi tersebut, maka kemungkinan 
kita akan
>bisa memilah-milah kategori biotek-Hitech atau yang lainnya. Selanjutnya
>kita juga akan bisa lebih menjelaskan kepada masyarakat bahwa "produk
>Biotek" tidak selalu harus dicurigai atau menjadi kekhawatiran masyarakat
>konsumen. Pada akhirnya (terkait dengan tanggapan dari salah satu 
peserta)
>apakah betul bahwa pengembangan bioteknologi harus dikelola oleh 
lembaga
>tertentu saja. Demikian sementara tanggapan atau sumbang saran saya.
>
>Wassalam
>M. Agus Setiadi
>FKH-IPB, Bogor 
>
>At 05:13 AM 2/1/01 -0800, you wrote:
>>>Kegiatan bioteknologi tampaknya spesifik pada SDM
>>yang baik dan Dana yang besar. Hal tsb. ujung-ujungnya
>>adalah keberpihakan terutama kepada pemilik modal
>>besar sehingga muncul ketidak adilan pada ummat
>>manusia terutama dari negara miskin.
>>>Perlu usaha yang kuat dan habis-habisan untuk
>>mengimbangi keadaan tsb. dan KMNRT tidak bisa
>>setengah-setengah. Sanggupkah ? termasuk mengejar
>>ketinggalan yang telah terjadi.
>>>Layakkah secara MORAL bahwa hasil bioteknologi
>>DIPATENKAN mengingat bioteknologi sangat dekat dengan
>>hayat hidup manusia (HAM ?) dan bergerak didaerah
>>abu-abu antara MURNI CIPTAAN TUHAN dan REKAYASA
>>MANUSIA..
>>>SEHARUSNYA BIOTEKNOLOGI DIKEMBANGKAN OLEH SEBUAH
>>KONSORSIUM ATAU KELOMPOK LEMBAGA-LEMBAGA ATAUPUN
>>NEGARA-NEGARA DAN BERSIFAT NIRLABA.DAN DAPAT
>>DIMAFAATKAN SELUAS-LUASNYA BAGI KEMAKMURAN UMMAT
>>MANUSIA.
>>>Perbaikan Genetik secara Transgenik sebenarnya
>>bergerak keluar dari hukum sebab akibat alam dan akan
>>menimbulkan ketidak seimbangan yang untuk mencapai
>>keseimbangan yang baru perlu waktu lama dan bisa
>>menimbulkan akibat-akibat berantai yang tidak terduga
>>sehingga perlu kewaspadaan yang tinggi dan jangka
>>panjang. Untuk aplikasi lapangan saya lebih setuju
>>untuk tidak terburu-buru. Lebih baik berkosentrasi
>>dahulu pada pengembangan dan pemanfatan secara
>>maksimal kepada Perbaikan Genetik secara Konvensional.
>>>JANGANLAH BIOTEKNOLOGI DIJADIKAN PELARIAN DARI SATU
>>MASALAH KEMASALAH LAIN.
>>
>>isbu im - univ.winaya mukti - jatinangor
>>
>>__________________________________________________
>>Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 
>>a year!  http://personal.mail.yahoo.com/
>>
>>
>>
>



a.n. Menristek RI
Dr. Didiek H. Goenadi (Asisten MNRT-RI)







Reply via email to