Moderator Yth,
Kembali saya, Budi Supriyanto (pemerhati masalah lingkungan dari PT Starwin Indonesia) akan mengajukan pertanyaan kepada Bapak Dr. Abdul Hadi, sebagai berikut:
1. Benarkah bahwa pemanfaatan lahan pasang surut untuk diolah menjadi lahan pertanian mampu menekan (mereduksi) emisi metan yang diemisikan oleh lahan pertanian non pasang surut ? Bagaimana penjelasan hal tersebut ? Saya ingat kembali dengan kasus Amdal lahan pasang sejuta hektar yang mana pada waktu itu saya ikut membahas dokumennya di komisi Amdal PU dan Amdal pusat (Bapedal).  Disampaikan dalam dokumen tersebut bahwa salah satu isu penting yang kemungkinan muncul adalah emisi gas metan (CH4).  Klausul tersebut berlawanan dengan hasil penelitian bapak dan kawan-kawan.  Bagaimana hal tersebut dapat dijelaskan ?
2. Andaikata suatu saat kemajuan teknologi transgenik sanggup menemukan mikroorganisme yang mampu mensintesa enzym porcine yang aslinya diproduksi dari hewan babi, maka bagaimana hal tersebut dapat diklarifikasi dan disosialisasikan kembali ke masyarakat ? Apakah inovasi teknologi tersebut dapat dikategorikan selaras lingkungan (baca religi dan sosial) ?
3. Apa pendapat dan komentar bapak kalau pada suatu saat kebijakan perdagangan dan proposi bertentangan dengan hasil inovasi teknologi selaras lingkungan ? Sebagai contoh suatu barang komoditi mampu diproduksi dengan teknologi selaras lingkungan dengan biaya produksi yang rendah, tetapi kebijakan perdagangan dan promosi menetapkan bahwa harga barang tersebut jauh di atas harga produksinya ? Kalau itu ketetapannya, bukankah barang yang bersangkutan itu tidak mempunyai daya saing di pasar bebas ? atau tidak laku dijual. mohon penjelasan.
Atas perhatian dan tanggapannya dihaturkan terima kasih.
Salam
Budi Supriyanto
 

Reply via email to