Saya gembira ada forum ini, mudahan-mudahan ini merupakan jalan keluar
dari keterkotak-kotakan masyarakat kita yg terlalu ber"gap". Memang
sebaiknya ilmuwan dan ulama membaur dalam pemikirannya, demikian juga
pengusaha muslimnya serta masyarakatk muslimnya karena semuanya berjalan
menuju ahirat bersama meski waktunya untuk tiap orang berbeda-beda.

> Ayat tersebut diatas jelas-jelas telah menyuruh kita hanya memakan 
> makanan yang halal dan baik saja, dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,
> yang dapat diartikan halal dari segi syariah dan baik dari segi 
> kesehatan, gizi, estetika dan lainnya.

Agar semua pihak dapat menjunjung tinggi kebutuhan masyarakat akan
makanan yg baik diperlukan kejujuran baik dari pengusahanya, pedagangnya
kepada LPPOM MUI yg memegang amanah sertifikasi halal dari masyarakat
muslim Indonesia. Dan LPPOM MUI perlu mensosialisasikan jenis-jenis bahan
baku makanan haram kepada para pengusaha siapapun yg mau juwalan di
Indonesia. Link database LPPOM MUI dengan perguruan tinggi dan lembaga
riset perlu dibangun secara kokoh baik secara administrasi maupun program
kerja dan jaringan komputernya dengan penerapan teknologi internet, shg
bisa diharapkan adanya kinerja yg sinergis dan bisa dipantau oleh
masyarkat luas tanpa ada waktu tunda yg terlalu lama. Selanjutnya juga
dari sini bisa diharapkan memperkecil risiko jumlah korban karena
koordinasi dilakukan secara sigap dan cepat.

Kalau tidak demikian, atau akan dibiarkan saja masyarakat menggunakan
common sense masing-masing. Amatlah riskan akibatnya. Khususnya kalau
dibiarkan masyarakat memutuskan sendiri-sendiri atas hal itu (karena
masyarakt kita yg berpendidikan tinggi masih kurang).

> memabukkan tersebut yaitu suatu sifat dari suatu bahan yang menyerang 
> syaraf yang mengakibatkan ingatan kita terganggu.

benar, penentuan patokan-patokan yang tegas yg berkaitan dengan fungsi
manusia yg menjadi umat Tuhan (parameter pentingnya pengaruh thdp akal,
nafsu dan kesehatan jasmaniah-nya) perlu diungkapkan dan diberitakan dalam
wacana yg mudah didapat masyarakat baik itu media masa cetak, elektronik
dan internet, sehingga masyarakat juga yg sekarang sedang dibebani beragam
kesulitan akibat efek samping krisis monyeter bisa dengan cepat dan mudah
serta murah untuk mencari tahu informasi berguna buat dirinya khususnya
agar dari informasi tsb dirinya bisa tetap menjaga kebaikan dan
kesehatannya sebagai umat Tuhan yang waras, meski tanpa melalui program
proyek penyuluhan yg biasanya butuh biaya besar dari kocek pemerintah.

Polemik ilmiah yg ruwet sebaiknya hanya dibahas dalam link LPPOM MUI -
Perguruan Tinggi dan lembaga riset. Karena kalaupun hendak diterbitkan
beritanya secara gamblang kepada masayrakat malahan menambah beban pikiran
masyarakat sehingga bisa-bisa mereka merasa sangat susah hidup dinegeri
sendiri ini.

Mudah-mudahan kekakuan birokrasi, keterkotak-kotakan masyarakat dalam
perbedaan-perbedaan tajam karena iklim politik kita, bisa
segera mencair agar semua bisa berjalan secara baik di dunia ini dan 
menuju ahirat secara baik dan diridhoiNya. Amin.

Wassalam
-marno-

Reply via email to