Yth. Peserta Diskusi ZOA-BIOTEK,

Rupa-rupanya di ruang diskusi ZOA (http://sinergy-forum.net/zoa/ruangdiskusi.
html) di bagian poster, terjadi pula diskusi yang cukup ramai. Coba,
tengok, deh! :-))

Berikut kami sampaikan penyemangatan (=encouragement ?) dari Dr. 
Abdul Hadi untuk para teknokrat Indonesia agar mengembangkan bioteknologi 
produk halal; menanggapi makalah Dr. Anton Apriyantono.

Moderator

Dedy H.B. Wicaksono 

===================================================

2. "RE: PENENTUAN KEHALALAN PRODUK PANG..." 
Posted by Abdul Hadi  on Feb-05-01, 01:45 PM (GMT)  
>Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Wa'alaikum salam 
Saya mengikuti uraian-uraian Bapak, baik di ZoA ini maupun di kesempatan 
lain. Saya sangat mendukung terhadap usaha knowledge transfer tentang 
aspek relegi biotek ke para ulama dan masyarakat luas.

>Saya sangat mengharapkan sekali masukan-masukan dan 
>pemikiran-pemikiran dalam masalah kehalalan produk 
>bioteknologi ini karena dalam waktu 
>dekat masalah ini akan dibicarakan 
>di tingkat komisi fatwa MUI. 
> Pada saat ini saya 
>diminta untuk menyusun pokok-pokok permasalahan 
>yang akan didiskusikan di komisi 
>fatwa MUI, khususnya yang menyangkut 
>media fermentasi yang dianggap urgen 
>untuk dibicarakan karena implikasinya sangat 
>luas sekali, juga masalah etanol. 
===== partly cut =====

Saya hanya ingin memberikan courage kepada bioteknokrat untuk terus 
mengkaji sumber dan proses biotek yang jelas kehalalannya. Ini akan 
mendapat ganjaran fahala dan meningkatkan kemampuan kompetisi produk 
INA di pasar global (karena akan laku di pasar). Banyak sekali pilihan 
diantara megabiodeversity yang kita miliki. Tidak mustahil nanti 
akan ditemukan enzym porcine yang tidak berasal dari babi, sehingga 
halal. Para ilmuan Jepang (dibawah koordinasi kementerian luar negeri) 
sekarang sedang mempelajari pasar produk pangan mereka (termasuk 
kehalalannya) untuk orang-orang islam. Ini merupakan tantangan juga 
bagi para ilmuan dan industriawan INA, kalau produk kita ingin bersaing 
di pasar global. 

>Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
>Anton Apriyantono 

 







Reply via email to