At Monday, 5 February 2001, you wrote:

>Pak Tantono, kalau demikian adanya tampaknya apakah ini pengaruh dari
>hukum sudah menjadi "komoditi bisnis" seperti halnya mata uang rupiah 
kita
>yg naik turun itu......memang amat memprihatinkan....kalau begitu
>tergantung political will pemerintah..........bagaimana....
>
>-marno-
>
Pak Marno,
Buka rahasia nih, kalau mau lancar pembahasan, pembahasan ditempat 
kita, uang sidang disiapkan, untuk narasumber dan wakil rakyat.  
1 x sidang sekitar Rp 500.000,-/orang.  Jadi 1 milyar yang saya sebutkan 
itu masih kecil.  Memang mereka juga bekerja keras, satu harian sidangnya,
tetapi dengan jumlah yang cukup banyak, dari DPR dan kita juga menyediakan 
nara sumber, per orang 500 ribu sekali datang ya bonyok, terutama 
untuk instansi miskin.  UU PVT ini termasuk ngirit cuma sekitar 0.
5 milyar.  Saya tidak tahu bagaimana jalan keluarnya kecuali dengan 
kesadaran DPR menolak uang sidang tersebut.  Dan negara mengharamkannya.
Dan.......Dan........

Salam, Tantono







Reply via email to