Ass Wr Wb

Ibu dan Bapak peserta ZOA yang berbahagia,

Kami yakin diantara Ibu dan Bapak sekalian, masih menunggu waktu 
yang tepat untuk memulai suatu topik diskusi. Dalam rangka sesi BIOTEKNOLOGI 
MEDIS, kali ini giliran bidang studi Kimia dan Farmasi untuk memulainya.

Makalah poster berikut ini merupakan tulisan Zeily Nurachman,Dsc.
Beliau adalah alumni Tokyo Institute of Technology bulan oktober 
2000 lalu. Dr. Nurachman dalam makalahnya mengundang peneliti lain 
untuk berkolaborasi ataupun industri untuk bekerjasama dalam pengembangan 
Obat dari Cacing Tanah ini.

Apakah Ibu dan Bapak peserta yang berasal dari Industri Farmasi berminat 
mengembangkannya juga dalam skala produksi ? 

Semoga ZOA ini dapat menjadi starting point dalam mengembangkan kolaborasi-
kolaborasi baru dalam membentuk networking. Insya Allah.

Selamat berdiskusi........


Ahmad Rusdiansyah
-----------------
Moderator on duty


************************
Obat Stroke dan Jantung akibat Trombosis dari Cacing Tanah

Zeily Nurachman
Laboratorium Protein/enzim, Jurusan Kimia, Institut Teknologi Bandung.
Jl.Ganesha 10 Bandung 40132

Poster berikut ini memberikan informasi mengenai kegiatan riset yang 
sedang dikembangkan di laboratorium kami mengenai diversifikasi produk 
dari cacing tanah. Landasan pemikiran topik riset ini didasarkan 
atas pengamatan bahwa mahluk hidup sebagai pabrik molekul/biomolekul.
Organisme cacing dipilih dalam riset ini karena budi daya hewan 
ini sudah berkembang di negara kita dan banyak molekul dan biomolekul 
yang bisa dihasilkan cacing tersebut. Dalam kesempatan ini kami mengundang 
peneliti lain untuk berkolaborasi ataupun industri untuk bekerjasama.


Peristiwa penyakit trombosis adalah satu jenis penyakit yang tersebar 
luas dalam kehidupan modern saat ini. Penyakit yang disebabkan oleh 
penggumpalan darah yang terjadi di otak (cerebral stroke) maupun 
di jantung (myocardial infarction) dapat mengakibatkan cacat (disability) 
bahkan kematian. Serat fibrinogen adalah komponen protein utama di 
dalam darah beku (gumpalan darah). Gumpalan darah ini bisa dihancurkan 
oleh enzim-enzim fibrinolitik. 

Pada manusia, reaksi penguraian serat-serat fibrin terjadi melalui 
kerja enzim plasmin. Plasmin terdapat di dalam aliran daran dalam 
bentuk tidak aktif/zymogen (dinamakan plasminogen). Plasminogen memiliki 
affinitas pengikatan tinggi terhadap gumpalan darah dan membentuk 
kompleks dengan fibrin melalui bermacam daerah pori jaringan fibrin.
Plasminogen diaktifkan menjadi plasmin oleh kerja urokinase atau 
aktivator plasminogen jaringan.
Protein-protein ini, yang juga terikat ke gumpalan darah, mampu mengaktivasi 
pemutusan ikatan-ikatan spesifik di dalam zymogen. Lalu, gumpalan 
menjadi larut oleh kerja plasmin. Urutan gen dan struktur protein 
plasmin telah
ditentukan.

Kegagalan mendegradasi gumpalan darah ditemukan pada penyakit trombosis.
Sebagian besar peristiwa stroke, misalnya, terjadi akibat penutupan 
saluran arteri di otak oleh gumpalan darah. Oleh sebab itu penggunaan 
obat-obat peluntur darah beku dapat mereduksi kerusakan otak akibat 
stroke. Penggunaan enzim-enzim trombolitik dalam medis adalah metode 
efektif yang dipakai dalam terapi penyakit trombosis. Berbagai macam 
enzim fibrinolitik misalnya urokinase, streptokinase, rekombinan 
plasminogen activator jaringan, stafilokinase, dan rekombinan prourokinase 
telah dipelajari secara luas dan dipakai sebagai obat anti trombosis,
melalui intravenous (injeksi, infusi, transfusi, atau aspirasi).
Namun, obat-obat ini harganya mahal dan kemampuannya terbatas (misalnya 
mudah hancur dan dapat menimbulkan pendarahan). Oleh karena itu, 
obat-obat anti beku darah baru yang memiliki
kefektivan lebih baik dan efek samping yang lebih rendah sangat diperlukan.


Cacing tanah telah digunakan sebagai obat antitrombosis di Asia Timur 
selama beribu-ribu tahun. Oleh karena itu cacing diteliti untuk menentukan 
komponen aktif yang digunakan sebagai material awal untuk pengembangan 
obat fibrinolitik baru. Enzim fibrinolitik cacing yang juga dikenal 
dengan nama lumbrokinase adalah enzim fibrinolitik multi komponen 
yang dimurnikan dari biakan cacing. Enzim ini pertama kali dikarakterisasi 
pertama kali tahun 1983 di Jepang. Studi lanjut dari komponen-komponen 
lumbrokinase juga telah dilaporkan oleh kelompok peneliti di Cina,
Korea Selatan, maupun negara lain. Lumbrokinase menunjukkan efektivitas 
penghacur serat fibrin secara in vitro dan tidak beracun dan tidak 
memiliki efek samping pada hewan percobaan sebelum percobaan klinis 
dilakukan pada manusia. Di Korea Selatan dan Cina telah tersedia 
obat baru dari cacing (lumbrokinase) secara komersial untuk pencegahan 
dan pengobatan penyakit jantung dan otak. Lumbrokinase stabil dalam 
lama waktu penyimpanan pada suhu kamar. Obat ini juga nyaman digunakan 
melalui oral. Cacing tanah sebagai bahan baku obat dapat dengan mudah 
diperbanyak untuk pembuatan obat antitrombosis murah dan masal.

Lumbrokinase murni dari cacing tanah Eisenia fetida misalnya telah 
dikarakterisasi dan terdiri lebih dari tiga buah subunit enzim. Masing-
masing subunit adalah satu polipeptida yang memiliki aktivitas protease 
sendiri-sendiri. Pada percobaan in vitro, salah satu komponen subunit 
ini tidak hanya aktif sebagai aktivitas fibrinolitik langsung tetapi 
juga berfungsi sebagai aktivator plasminogen melalui pengubahan plasminogen 
menjadi plasmin yang selanjutnya menghancurkan serat fibrin. Oleh 
karena itu enzim ini memiliki aksi ganda dalam mengobati penyakit 
trombosis.







Reply via email to