Yth. Peserta ZOA-BIOTEK-2001,

Berikut kami sampaikan ulasan dari Dr. Anton Apriyantono tentang 
mengapa daging babi haram secara ilmiah. Tanggapan ini menanggapi 
pertanyaan dari Ibu Hanies Ambarsari.

Moderator

Dedy H.B. Wicaksono

--------------------------------------------------


Hanies Ambarsari:
--------------------

>>Yth. Dr. Anton Apriyantono,
>>
>>Terimakasih banyak atas artikelnya yang sangat menarik ttg Halal-
Haram 
>>produk bioteknologi. 
>>Saya ingin menyampaikan satu pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh 
>>seorang teman, yaitu....apa alasan illmiahnya kenapa daging babi kok 
>>diharamkan dalam Islam ? Pendapat umum bilang karena kemungkinan 
>>besar karena babi hidup di tempat kotor dan dagingnya sebagai sarana 
>>penular cacing pita. Tapi bagaimana bila peternakan modern membuat 
>>babi itu tidak berkubang lagi dalam tempat2 yang kotor dan kebersihannya 

>
>>selalu terjaga sehingga cacing pita tidak lagi menular lewat babi 
>? Mungkin 
>>ada penjelasan ilmiah dari sisi dampak buruk terhadap kesehatan 
>manusia 
>>yang lainnya selain cacing pita itu ?
>>
>>Terimakasih banyak atas perhatian dan bantuannya dalam hal ini.
>>
>>Wassalam,
>>Hanies.


Dr. Anton Apriyantono:
=======================

Ass. Wr. Wb.

Bu Hanies Yth,
Sebetulnya pertanyaan ibu juga sedang menjadi curiousity saya karena 
saya 
yakin, apa-apa yang Allah haramkan pasti memang banyak 
mudharatnya.  Sayangnya, informasi mengenai kelemahan daging babi 
memang 
jarang diekspos, jadi pengetahuan ilmiah saya tentang ini pun sangat 
terbatas sekali.  Sudah lama ingin mengumpulkan informasi mengenai 
hal ini, 
hanya belum bisa berbuat banyak.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca paper seorang ilmuwan dari 
Perancis mengenai mengapa daging babi diharamkan, sayang papernya belum 
ketemu lagi, tetapi masih ada yang saya ingat, kata beliau daging babi 
mengandung trigliserida yang tidak dapat dicerna, dan ini bisa mengganggu 

kesehatan.  Saya tanyakan hal ini kepada kolega saya yang ahli biokimia 
pangan, kata beliau memang ada trigliserida yang asam lemaknya medium 
chain 
fatty acid yang bisa diserap tubuh secara utuh, akan tetapi bagaimana 
pengaruhnya terhadap kesehatan belum diketahui dengan pasti.  Yang 
kedua, 
ilmuwan Perancis tersebut berhipotesis bahwa tabiat babi yang buruk 
dapat 
menurun ke manusia jika kita makan daging babi.  Salah satu kolega saya 
yang mendalami bioteknologi juga berhipotesis demikian dimana beliau 
jelaskan bahwa karena sistem metabolisme babi hampir sama dengan 
manusia, 
maka jika dagingnya dimakan, dapat menyebabkan mutasi gen manusia yang 
dapat membawa sifat-sifat babi.  Saya sendiri setelah berdiskusi dengan 
kolega yang ahli biokimia menduga bahwa sebagian hormon-hormon babi 
bisa 
masuk kedalam tubuh manusia kalau kita makan babi, hormon-hormon 
ini tidak 
semuanya mampu dimetabolisme oleh tubuh manusia sehingga dapat mempengaruhi 

tabiat manusia.  Kesemuanya ini hanya spekulasi, perlu pembuktian 
ilmiah, 
nah siapa lagi yang meneliti atau mengkaji kalau bukan ilmuwan muslim 
yang 
concern?  Ada tambahan informasi lagi dari teman saya yang ahli daging, 
pada saat beliau belajar di Jerman, profesor ahli daging yang beliau 
kenal 
tidak mau makan daging babi karena katanya beliau tahu banyak kerugiannya,

sayang saya belum mendapatkan penjelasan apa saja kelemahannya.
Yang jelas, kalau ditanya mengapa babi diharamkan, tidak perlu dijawab 
ilmiah, jawab saja bahwa ini perintah Allah yang harus kita taati 
dan kita 
yakin dibalik itu ada hikmahnya, yang pada saat ini kita belum tahu dan 
kita ditantang untuk mencari tahu.  Dalam masalah khamr Allah sudah 
mewahyukan dalam Al-Quran bahwa pada khamr ada manfaat, akan tetapi 
mudharatnya jauh lebih banyak dari manfaatnya.  Nah, demikian pula 
halnya babi.

Wassalam Wr. Wb.
Anton Apriyantono






Reply via email to