Assalamu'alaikum wr.wb.

Terimakasih banyak atas ulasan dan tanggapan Bpk Anton Apriyantono 
atas pertanyaan saya tersebut. Kajian ttg sebab2 ilmiah kenapa suatu 
bahan makanan itu diharamkan dalam Islam memang merupakan suatu 
tantangan besar bagi ilmuwan Muslim di mana saja. Bukan hanya untuk 
kemashlahatan ummat Islam, tapi saya yakin larangan Alloh SWT itu juga 
ada manfaatnya bagi ummat non-Muslim yang lain. Bukankah Islam itu 
adalah rahmat bagi seluruh alam semesta ? 

Contoh kecil misalnya kejadian di NZ beberapa waktu yang lalu, ketika ada 
teman nonMuslim yang kami suguhi daging kambing halal, dia bilang kok 
rasanya lebih enak dan lebih empuk daripada daging kambing yang biasa 
dia makan, padahal waktu itu dia sendiri yang mengolah dan memasaknya 
(jadi tidak ada modifikasi sama sekali dari saya sehingga daging itu lebih 
empuk atau lebih enak :-)). Saya belum bisa jawab waktu itu, cuma berpikir 
dalam hati, mungkin itulah salah satu manfaat daging halal (yang 
disembelih dengan nama Alloh dan dengan cara Islami). Mungkin saja 
daging yang biasa dia makan disembelih dengan cara2 yang dilarang 
(dibius dulu atau disetrum listrik dsb sehingga kurang empuk dan kurang 
enak).......Wa Allohu a'lam bishowwab.....hanya Alloh yang tahu bagaimana 
daging2 di industri jagal (butchery) di NZ disembelih selama ini.

Itu salah satu ilustrasi kecil ttg daging halal. Masih banyak keterangan2 
ilmiah lain yang diperlukan untuk menjelaskan ttg bahan makanan haram, 
terutama untuk lebih meningkatkan keimanan kita sebagai Muslim tentunya. 
Mari kita kaji bersama2......

Wassalamu'alaikum wr.wb.
hanies.



On 7 Feb 2001, at 3:35, Anton Apriyantono wrote:

> 
> Ass. Wr. Wb.
> 
> 
> 
> > >
> > >Kalau anda sebut dengan trigliserida pada daging babi, bagaimana
> >bila bila
> > >diteruskan dengan akan mempengaruhi kadar lemak dalam darah manusia
> >yang
> > >akan berpengaruh pada terjadinya aterosklerosis (penyempitan pembuluh
> >darah)
> > >dan dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke
> > >Demikian BTK.
> > >
> > >Iwan Hernawan
> > >
> 
> Masalahnya, hal itu pun terjadi untuk jenis lemak dari hewan lainnya.  Jadi 
> terus terang saja, banyak argumentasi kelemahan daging babi yang kita 
> sampaikan dapat dimentahkan.  Adanya cacing pita?  Kan bisa dihilangkan 
> dengan sterilisasi!  Nah, jadi apa? Mari kita kaji!
> 
> Wassalam Wr. Wb.
> 
> Anton Apriyantono
> 


Reply via email to