Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Terima kasih atas masukannya, insya Allah hal ini akan mendorong saya untuk 
melanjutkan kajian masalah ini, saya sudah juga bicara dengan teman saya 
yang ahli daging untuk mencoba mengkaji dan menuliskan hal ini.

Wassalam Wr., Wb.

Anton Apriyantono


At 10:46 AM 2/7/01 +1300, you wrote:
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>Terimakasih banyak atas ulasan dan tanggapan Bpk Anton Apriyantono
>atas pertanyaan saya tersebut. Kajian ttg sebab2 ilmiah kenapa suatu
>bahan makanan itu diharamkan dalam Islam memang merupakan suatu
>tantangan besar bagi ilmuwan Muslim di mana saja. Bukan hanya untuk
>kemashlahatan ummat Islam, tapi saya yakin larangan Alloh SWT itu juga
>ada manfaatnya bagi ummat non-Muslim yang lain. Bukankah Islam itu
>adalah rahmat bagi seluruh alam semesta ?
>
>Contoh kecil misalnya kejadian di NZ beberapa waktu yang lalu, ketika ada
>teman nonMuslim yang kami suguhi daging kambing halal, dia bilang kok
>rasanya lebih enak dan lebih empuk daripada daging kambing yang biasa
>dia makan, padahal waktu itu dia sendiri yang mengolah dan memasaknya
>(jadi tidak ada modifikasi sama sekali dari saya sehingga daging itu lebih
>empuk atau lebih enak :-)). Saya belum bisa jawab waktu itu, cuma berpikir
>dalam hati, mungkin itulah salah satu manfaat daging halal (yang
>disembelih dengan nama Alloh dan dengan cara Islami). Mungkin saja
>daging yang biasa dia makan disembelih dengan cara2 yang dilarang
>(dibius dulu atau disetrum listrik dsb sehingga kurang empuk dan kurang
>enak).......Wa Allohu a'lam bishowwab.....hanya Alloh yang tahu bagaimana
>daging2 di industri jagal (butchery) di NZ disembelih selama ini.
>
>Itu salah satu ilustrasi kecil ttg daging halal. Masih banyak keterangan2
>ilmiah lain yang diperlukan untuk menjelaskan ttg bahan makanan haram,
>terutama untuk lebih meningkatkan keimanan kita sebagai Muslim tentunya.
>Mari kita kaji bersama2......
>
>Wassalamu'alaikum wr.wb.
>hanies.
>
>

Reply via email to