Yth. Peserta ZOA-BIOTEK,

Berikut kami sampaikan jawaban dari Dr. Anton Apriyantono atas pertanyaan 
Dr. Alphons

Moderator

Dedy H.B. Wicaksono

===================================================


drg. Alphons Quendangen:
-------------------------
>Pak Anton Yth.
>Saya sangat menghormati pandangan mengenai haramnya daging babi
bagi umat
>Islam.
>Namun, mempelajari ulasan pak Anton (terlampir), dari segi biotechnology/
>genetika ada yang ingin saya tanyakan:
>" Apakah masih ada kemungkinan terjadinya mutasi gen manusia (dalam
hal ini
>mungkin insersi sepotong DNA babi) akibat makan daging babi? ".
Ada beberapa
>pengghalang yang mungkin saya pertimbangkan yaitu: banyaknya enzim
restriksi
>yang berkeliaran diudara terbuka , dilanjutkan dengan proses memasak,
lalu
>adanya asam lambung dan enzim-enzim pencernaan, yang saya kira cukup
merusak
DNA."
>Mohon pendapat dari pak Anton.
>
>                       drg. Alphons R Quendangen
>                       Dental Clinic Rumbai Hospital
>                       Phone: 0761-594264
>                       e-mail: [EMAIL PROTECTED] <mailto:alphons@ptcpi.




Dr. Anton Apriyantono:
=======================

Pak Alphons Yth,

Terus terang saja saya belum tahu jawabannya karena seperti saya 
tuliskan, 
saya hanya mengutip hipotesis kolega saya, jadi saya harus bertanya 
kembali 
kepada beliau, pengetahuan saya di bidang ini sangat terbatas.  Nah,
saya 
sendiri, seperti telah saya tuliskan lebih menyoroti adanya hormon-
hormon 
yang tidak dicerna oleh manusia, bisa masuk kedalam sistem tubuh 
manusia 
dan ikut mempengaruhi kerja tubuh.  Jangan lupa saya juga menuliskan 
bahwa 
untuk saat ini banyak alasan mengilmiahkan larangan makan babi ternyata 
dapat dimentahkan dengan argumentasi ilmiah lainnya.

Terima kasih.

Anton Apriyantono








Reply via email to