Yth. Peserta ZOA-BIOTEK,

Berikut kami sampaikan tanggapan dari Bapak Ahmad Rusdiansyah menanggapi 
Dr. Anton Apriyantono. Ini kami ambil dari ruang diskusi di website 
sinergy.
http://sinergy-forum.net/zoa/ruangdiskusi.html

Moderator

Dedy H.B. Wicaksono

===================================================


. "Database, Assurance ==> Peluang dan..." 
Posted by Ahmad Rusdiansyah  on Feb-09-01, 03:05 PM (GMT)  
>From: Anton Apriyantono wrote: 
IPB sedang menyusun :
- database ingredien pangan ttg kajian kehalalan
- halal assurance system yang nantinya dapat 
---summarized -----
=====================>
Ass wr wb

Dr. Apriyantono yth,

Saya tertarik dengan kajian-kajian yang dilakukan Jurusan anda di 
IPB. Saya mendukung sekali dilakukannya hal tersebut diatas. Selain 
dari masalah dari sisi agama, sebenarnya bagi Industri Makanan hal 
tersebut merupakan suatu referensi yang sangat penting untuk menembus 
konsumen terutama di negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.
Akan banyak opportunity-opportunity pasar baru timbul dengan produk 
yang berdasarkan kajian tersebut. 
Saya pernah membaca di surat kabar, pada suatu konferensi tentang 
Mie Instant di Bali beberapa tahun lalu, produsen Mie Instant Indonesia 
mengusulkan untuk mensosialiasikan masalah kehalalan mie instant 
ini kepada produsen2 mie instant di seluruh dunia, untuk menembus 
pasar yang lebih luas. Saya lihat di lapangan, produk-produk mie 
Thailand (yang Notabene bukan negara bermayoritas Penduduk Muslim) 
telah mencantumkan label halal di produk-produknya. Kalau saya tidak 
keliru, Indonesia adalah pasar mie Instant terbesar setelah China.

Jadi bagi Industri Makanan seharusnya usaha-usaha yang dilakukan 
Dr. Apriyantono dkk untuk membuat database dan assurance system merupakan 
suatu PELUANG yang harus ditangakap untuk membuka pasar baru.
Mengenai Halal Assurance System, Seandainya belum dilakukan, saya 
mengusulkan, untuk proses produksi dan desain produknya, apakah pembuatannya 
tidak sebaiknya mengadopsi ISO9000 assurance system sehingga tidak 
mulai dari "scratch". Sehingga kalau ada pengembangan ISO14000 yang 
concern terhadap permasalahan Lingkungan, mungkin suatu saat akan 
muncul
"ISO25000" yang berdasarkan kehalalan ? Who knows , Insya Allah. 

Semoga Langkah-langkah Dr. Apriyantono dkk dapat
berhasil merubah suatu "Tantangan" menjadi suatu "Peluang" .........

Wassalam

Ahmad Rusdiansyah
Dept of IE and Management TITech
http://www.e-gagas.com
 







Reply via email to