Yth. Peserta ZOA-BIOTEK-2001,

Berikut kami sampaikan tanggapan dari Dr. Anton Apriyantono atas 
tanggapan Bapak Ahmad Rusdiansyah berkenaan dengan pembuatan database 
bahan makanan.

Moderator

Dedy H.B. Wicaksono

===============================================


Bapak Ahmad Rusdiansyah:
==========================
>Ass wr wb
>
>Dr. Apriyantono yth,
>
>Saya tertarik dengan kajian-kajian yang dilakukan Jurusan anda di 
>IPB. Saya mendukung sekali dilakukannya hal tersebut diatas. Selain 
>dari masalah dari sisi agama, sebenarnya bagi Industri Makanan hal 
>tersebut merupakan suatu referensi yang sangat penting untuk menembus 
>konsumen terutama di negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.
>Akan banyak opportunity-opportunity pasar baru timbul dengan produk 
>yang berdasarkan kajian tersebut. 
>Saya pernah membaca di surat kabar, pada suatu konferensi tentang 
>Mie Instant di Bali beberapa tahun lalu, produsen Mie Instant Indonesia 

>mengusulkan untuk mensosialiasikan masalah kehalalan mie instant 
>ini kepada produsen2 mie instant di seluruh dunia, untuk menembus 
>pasar yang lebih luas. Saya lihat di lapangan, produk-produk mie 
>Thailand (yang Notabene bukan negara bermayoritas Penduduk Muslim) 
>telah mencantumkan label halal di produk-produknya. Kalau saya tidak 
>keliru, Indonesia adalah pasar mie Instant terbesar setelah China.
>
>Jadi bagi Industri Makanan seharusnya usaha-usaha yang dilakukan 
>Dr. Apriyantono dkk untuk membuat database dan assurance system 
merupakan 
>suatu PELUANG yang harus ditangakap untuk membuka pasar baru.
>Mengenai Halal Assurance System, Seandainya belum dilakukan, saya 
>mengusulkan, untuk proses produksi dan desain produknya, apakah 
pembuatannya 
>tidak sebaiknya mengadopsi ISO9000 assurance system sehingga tidak 
>mulai dari "scratch". Sehingga kalau ada pengembangan ISO14000 yang 
>concern terhadap permasalahan Lingkungan, mungkin suatu saat akan 
>muncul
>"ISO25000" yang berdasarkan kehalalan ? Who knows , Insya Allah. 
>
>Semoga Langkah-langkah Dr. Apriyantono dkk dapat
>berhasil merubah suatu "Tantangan" menjadi suatu "Peluang" .........
>
>Wassalam
>
>Ahmad Rusdiansyah
>Dept of IE and Management TITech
>http://www.e-gagas.com
>



Jawaban Dr. Anton Apriyantono:
================================

Ass. Wr. Wb.Pak Rusdiansyah Yth,
Alhamdulilah konsep kasar database sudah jadi, cukup tebal, dengan 
entry 
lebih dari 3000 meliputi bahan tambahan pangan (food additives) dan 
bahan 
flavor (masih ada PR untuk bahan baku utama), sekarang sedang diedit,
dicek 
ulang ke referensi, juga typing errornya.  Saat ini kami sedang dibantu 
oleh dua orang bimbingan mahasiswa saya yang baru lulus, mereka bekerja 
secara voluntir.  Mudah-mudahan bisa selesai dalam bulan ini juga 
sesuai 
dengan rencana.
Terima kasih sekali atas sarannya, memang benar kami mengacu pada 
sistem 
ISO, tadi selepas sholat Jumat saya berdiskusi dengan kolega (satu 
jurusan) 
yang sudah mendapat sertifikat auditor ISO, kelihatannya tidak semua 
point 
ISO akan diterapkan, beliau menyarankan mungkin hanya 5 point penting 
saja 
yang diadopsi.  Penerapan di industri juga sebenarnya sudah mulai 
dijalankan, dan memang untuk sementara ini disisipkan dalam dokumentasi 
dan 
sistem ISO, khususnya bagi mereka yang telah menerapkan standar ISO.
Benar, saat ini sedang dilakukan sosialisasi kehalalan mie instan ke 
seluruh dunia, saat ini saya diminta oleh salah satu staf Indofood 
untuk 
bersama-sama menulis paper mengenai hal ini.

Wassalam Wr. Wb.






Reply via email to