Yth. Peserta ZOA-BIOTEK-2001,

Mudah-mudahan e-mail pengantar sesi IV, merupakan akhir dari rangkaian 
Zemi On Air ini, menjumpai Peserta dalam kondisi dan stamina diskusi 
yang bisa membuat diskusi semakin semarak.
Topik utama sesi penutup ini adalah "Bioteknologi LINGKUNGAN untuk 
Indonesia ABAD-21"
Bidang garap dalam sesi IV ini adalah untuk mencari pemecahan masalah 
yang dibuat oleh manusia sendiri berupa limbah dan tentu saja diupayakan 
tanpa menimbulkan masalah baru.
Dari sedemikian banyak pendekatan untuk mengatasi masalah limbah,
para pembicara undangan akan menampilkan beberapa alternatif yang 
menjadi "state-of-the-art" dari disiplin ilmu Bioteknologi ini.
Berturut-turut akan disampaikan oleh pemakalah, sesuai alokasi waktu 
dari 11 - 14 Februari 2001, adalah Bapak Suhendrayatna, PhD Candidate 
dari Kagoshima University, yang akan mengusulkan pemanfaatan mikroorganisme 
untuk menguraikan limbah logam berat.
Adapun biodata beliau secara ringkas,
S-1 diselesaikan di Universitas Syiah Kuala tahun 1991, dan mulai 
1998 sampai sekarang sebagai mahasiswa Doktor Departemen Kimia terapan 
dan Kimia Rekayasa, Kagoshima University. Aktif sebagai anggota The 
Chemical Society of japan, Japanese Arsenic Scientist Society dan 
Istecs.
Lengkapnya bisa dirujuk,
http://sinergy-forum.net/zoa/cv/cvsuhendrayatna.html
@
Pemakalah kedua adalah Dr. Hardaning Pranamuda, peneliti dari BPPT.
Kalau bicara limbah biasanya langsung menunjuk hasil sampingan dari 
suatu proses. Dr. Hardaning Pranamuda memiliki cara semacam "pencegahan" 
timbulnya satu jenis limbah. Permasalahan limbah akan dicegah dari 
sisi "hulu" yaitu plastik yang ramah lingkungan.
Beliau menyelesaikan program Doktoralnya di Tsukuba University 1996 
dan aktif di organisasi profesi Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia 
dan Masyarakat Peneliti dan Pendayaguna Sagu Indonesia. Dan aktif 
dalam kegiatan ilmiah yang publikasinya serta biografi lengkapnya 
bisa dilihat pada http://sinergy-forum.net/zoa/cv/cvHardaningPranamuda.
html

Pembicara terakhir Bapak Agus Supriyanto, akan membawakan makalah 
yang tidak kalah menariknya, berupa "sinergi" antara industri besar 
dan industri kecil dalam masalah limbah ini. Pendekatan yang dipakai 
adalah limbah dari kedua jenis ini bila terpisah akan menganggu, 
tetapi dengan metode yang diusulkan berupa "sinergi" kedua limbah 
justru akan memecahkan masalah limbah itu sendiri, ramah dengan lingkungan,
dan dimungkinkan pula bernilai ekonomis.
Bapak Agus Supriyanto bekerja sebagai praktisi di PT Novartis Biochemie 
(d/h PT Sandoz Biochemie Farma Indonesia) sebagai HSE Officer & Manager 
Solvent Recovery, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan sarjananya 
di Jurusan Kimia, Universitas Indonesia sekitar 17 tahun yang lalu.


Mudah-mudahan dari yang disampaikan oleh pemakalah dapat bisa diterapkan 
secara mudah dan praktis untuk memecahkan masalah limbah lingkungan.


Selamat Berdiskusi.
Moderator sesi IV

Dhany Arifianto






Reply via email to