Assalamu'alaikum wr.wb.
Bapak Apriyantono yang terhormat,
Walaupun saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir di Fak. Biologi UGM, 
saya sangat mendukung usaha-usaha yang saat ini sedang dilakukan Bapak bersama 
rekan-rekan peneliti lainnya di IPB mengenai sertifikasi kehalalan produk makanan 
maupun minuman yang beredar di Indonesia-sebuah negeri dengan mayoritas masyarakat 
adalah muslim.
Dalam sebuah paket informasi penelitian yang ditayangkan oleh TVRI Yogyakarta beberapa 
waktu lalu, saya melihat bahwa ada sebuah lembaga penelitian/laboratorium sebuah 
fakultas di UGM yang mencoba untuk membuat sebuah alat semacam tester untuk mengetahui 
kualitas daging ayam mentah di pasar-pasar tradisional khususnya-apakah ayam itu mati 
dengan disembelih atau merupakan bangkai. Tampaknya diharapkan suatu saat nanti alat 
seperti kertas tester ini dapat dijual bebas dan mudah digunakan oleh konsumen.
Sependapat dengan seorang peserta lain dalam diskusi dengan Bapak terdahulu, bahwa 
lagi-lagi ini merupakan PELUANG EMAS bagi para peneliti yang JUJUR dan CONCERN dengan 
Masalah Kehalalan produk pangan. Terlepas dari masalah meraih keuntungan (ekonomi) 
sebesar-besarnya oleh para pengusaha makanan, para peneliti kehalalan makanan TETAP 
HARUS berusaha menginformasikan hasil penelitiannya terhadap seluruh masyarakat yang 
menjadi konsumennya (sebab selama ini tampaknya peneliti 'kalah suara' dibanding para 
pengambil keuntungan). Mohon tanggapan, terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

-- 
_______________________________________________
dapatkan emailgratis dari http://biosugm.i-p.com

Powered by Instant Portal

Reply via email to