Salam Sejahtera, Pak Tantono
Saya mengalami kebingungan mengenai hal ini pak Tantono dan maafkan saya 
bila hal yang saya ketengahkan menyinggung semua peserta diskusi. Saya 
pernah diskusi dengan teman saya mengenai hal ini. Teman saya ini menyatakan 
bahwa hanyalah suatu kesia-sian bila menyatakan keharaman pangan terjadi 
bila tercampur oleh sesuatu hal dari babi. hal ini didasarkan pada babi 
merupakan salah satu mahluk hidup dalam siklus kehidupan sehingga untuk 
'membersihkan' ya babi dilenyapkan saja dari siklus kehidupan. Lalu apa 
gunanya Tuhan ciptakan Babi? padahal sesuatu hal yang diciptakan oleh Tuhan 
pasti ada manfaatnya, walaupun sekecil tungau. Akhirnya saya berpikir bahwa 
babi diharamkan ya sudah nash-nya.
lalu mengenai pupuk dan ajinomoto, saya kok sulit untuk membedakannya proses 
tersebut. sekali lagi maafkan saya.

wassalam


>From: Tantono Subagyo <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Tanggapan tentang Kehalalan produk Pangan
>Date: Tue, 13 Feb 2001 20:06:48 +0700
>
>Pak Anton yth,
>Maafkan saya yang "ignorant".  Sebetulnya apakah telah ada buku petunjuk
>yang memuat tentang kehalalan pangan dari segi teknis pembuatannya
>?.  Misalnya apakah pupuk kandang babi boleh digunakan, atau yang
>menyangkut "porcine" sebagai enzim "antara" atau "terikut".  Saya
>melihat dengan adanya perbedaan pendapat antara Gus Dur dan MUI ini
>dikalangan bawah terjadi ketegangan yang tidak perlu.  Padahal Ajinomotonya
>sudah minta maaf.  Salam, Tantono
>
>
>
>
>
>
>

_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Reply via email to