Yth. Peserta ZOA-BIOTEK,

Kami sampaikan tanggapan dari Dr. Budu terhadap pertanyaan Sdr. Embrinita 
Okta.

Moderator Pembantu

Dedy H.B. Wicaksono


Embrinita Okta:
================

>>
>>Mohon penjelasan tentang terapi ozon dan gene therapy ! Bagaimana
>>mekanisme kerjanya, seberapa besar kefektifannya, dan apa saja efek
>>sampingnya?
>>Hewan coba apa yang dipakai dalam study untuk gene therapy ini?
>>Sekian, Terimakasih.
>>Wassalam
>

Dr. Budu:
============

1. Terapi dengan ozon, ini pernah dilakukan di Kuba, dengan jalan 
menginfuskan zat ozon kepada pasien. Hasil nya cukup berefek, pasien 
merasakan ada sedikit perubahan pada kualitas persepsi warna. Cuma itu. 
gejala lain tidak ada perubahan. Dan beberapa pasien kemudian di 
cek ulang 
oleh para oftalmologist di Amerika. Rupanya rekaman elektrik retina nya 
(electroretinogram, ERG) masih tetap seperti sebelum terapi . Pada 
journal 
yg saya pernah baca, tidak ada penjelasan tentang efek samping nya.
Cuma 
sebelum terapi ozon ini kadar tekanan oksigen pasien harus diperiksa 
sebelumnya. Mungkin sih ditakutkan terapi ozon ini bisa berpengaruh 
terhadap kadar oksigen dalam tubuh (??)

2. Kalau terapi gene, baru sih dilakukan pada animal (mice).Caranya, 
rekombinant adeno-assiciazted virus (AAV) yang meng kode salah satu 
gene 
(taruh lah RDS gen) di injeksi kan ke subretinal space. Dan hasilnya, 
terjadi perbaikan (restorasi)fungsi sel-2 photoreceptor retina yang 
berisi 
gene rhodopsin dan rds (efek ini dapat dilihat dengan tes ERG). Bukan 
kah 
pada penderita retinitis pigmentosa sel-2 photoreceptor ini mengalami 
kerusakan  fungsi ?.
Efek samping nya, adalah virus yg diinjeksikan bisa saja menginfeksi 
lapisan-2 retina yang lain. Ada 10 lapis retina, dan sel-2 photoreceptor 

adalah hanya salah satu diantaranya.
Demikianlah semoga bermanfaat.

wassalam,

Budu, M>D
Genetic Diseases of The Eye
Dept. Ophthalmology
Toyama Medical and Pharmaceutical University.
japan.







Reply via email to