Yth. Peserta ZOA-BIOTEK-2001,

Berikut kami sampaikan tanggapan Dr. Hardaning Pranamuda atas pertanyaan 

Bpk. Isbu Im.

Moderator
Dhany Arifianto
Son Kuswadi

>>>Saya ingin tahu plastik jenis apakah yang digantikan
>>oleh Plastik Biodegradabel ini,  bukankah ada jenis
>>plastik yang dapat didaur ulang?.
>>>Kira-kira akan dibutuhkan berapa banyak tanaman
>>penghasil pati untuk secara signifikan dapat
>>mengurangi pemakaian plastik konvensional ?
>>Jangan-jangan kita nanti kelaparan.
>>
>
>Terima kasih atas pertanyaannya dan saya akan mencoba menjawabnya.
>
>(1) Jenis plastik konvensional yang dapat digantikan oleh plastik 
>biodegradabel
>Dilihat daripada titik lelehnya, plastik biodegradabel jenis poli 
>butilena suksinat (PBS ; titik leleh sekitar 113C) mempunyai titik 
>leleh yang hampir sama dengan polietilen, maka diharapkan dapat 
menggantikan 
>plastik polietilen. Selain daripada itu, karena kemajuan processing 
>technology, PBS dapat dibentuk foaming dan dapat menggantikan plastik 
>konvensional jenis polistirena. 
>Sedangkan PLA karena titik lelehnya yang tinggi (sekitar 175-180C) 
>dan karena kemudahannya dibentuk menjadi film dan fiber, maka diharapkan 

>PLA dapat digunakan sebagai pengganti poli etilen tereftalet atau 
>nylon.
>
>(2) Daur ulang plastik
>Dalam melakukan daur ulang plastik terdapat kesulitan dalam memisahkan 
>bahan plastik dengan bahan non-plastik yang menyertainya (seperti 
>bahan organik). Dan juga karena dalam produk plastik itu sendiri 
>bukan hanya mengandung polimer plastik saja tetapi juga bahan aditif,
>sangat sulit untuk me-recover bahan polimernya saja. Dan juga ada 
>kecenderungan bahwa harga bahan plastik asli (virgin) jauh lebih 
>murah daripada bahan plastik daur ulang, merupakan masalah dalam 
>daur ulang.
>
>(3) Jenis pati yang diharapkan dapat dipakai sebagai bahan baku 
plastik 
>biodegradabel
>Memang benar masalah dalam memanfaatkan pati untuk plastik biodegradabel 

>adalah masalah harus bersaing dengan pemanfaatan pati sebagai pangan.
>Salah satu cara pemecahannya adalah dengan memilih sumberdaya pati 
>yang pemanfaatannya untuk pangan masih relatif sedikit. Indonesia 
>kaya akan sumberdaya pati-patian, salah satunya adalah pati sagu 
>dimana potensi kita sangat terbesar. Namun demikian pembudidayaan 
>tanaman sagu di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan negara 
>tatangga Malaysia. Banyak tanaman sagu dalam hutan sagu yang masih 
>belum dapat kita manfaatkan. Pemanfaatan pati sagu untuk pangan 
relatif 
>sedikit dibandingkan dengan pati sagu yang dibiarkan tidak termanfaatkan 

>dalam hutan tanaman sagu di wilayah Indonesia Timur. Kami berharap 
>bahwa penelitian kami tentang pemanfaatan sagu sebagai bahan plastik 
>biodegradabel dapat membuka peluang pemanfaatan pati sagu dengan 
>lebih efektif. 
>
>Terima kasih.
>
>HARDANING PRANAMUDA
>







Reply via email to