Yth. Peserta ZOA-BIOTEK-2001,

Berikut kami sampaikan tanggapan Dr. Pranamuda atas pertanyaan 
Bpk. Nugraha Edhis 12 February yang lalu.

Moderator
Dhany Arifianto
Son Kuswadi
======================================
>>>Yang ingin saya tanyakan ke Bapak adalah:
>>>bagaimana spesifikasi PLA yg bapak gunakan untuk
>>>penelitian, terutama menyangkut Berat molekul dari
>>>PLA.  Bukankah degradabilitas dari polymer sangat
>>>tergantung dari berat molekulnya.  Khusus untuk PLA
>>>saya membaca paper dari Hakkarainen, et al, Journal of
>>>Applied Polymer Science, 76 (2000) 228-239; hasil
>>>penelitiannya menunjukkan bahwa keberadaan BM PLA yg
>>>rendah akan meningkatkan degradabilitasnya.  Ini
>>>sebagai alasan mengapa saya tertarik untuk menanyakan
>>>spesifikasi PLA yg Bapak gunakan.
>>>
>>>Kemudian saya juga ada saran untuk penggunaan kata uji
>>>penguburan, apakah tidak sebaiknya kita gunakan kata
>>>pengomposan?? soalnya kata Kompos kan sudah menjadi
>>>bahasa baku di Indonesia.  Ini cukup penting untuk
>>>keseragaman pemakaian istilah.
>>
>
>Terima kasih atas pertanyaan anda dan saya akan mencoba menjawabnya.
>
>Mengenai berat molekul dari plastik biodegradabel jenis PLA yang 
>saya pakai adalah polimer PLA dengan Mn=140000. Memang benar bahwa 
>biodegradabilitas polimer plastik dipengaruhi oleh bobot molekulnya.
>Semakin besar bobot molekul semakin rendah biodegradabilitasnya 
>(baik biodegradibilitas oleh enzim maupun mikroorganisme). Untuk 
>PLA, karena PLA mempunyai kelemahan dapat terhidrolisa secara kimiawi,
>asam laktat yang dihasilkan dari hidrolisa kimiawi dapat berperan 
>sebagai autokatalis dalam hidrolisa polimer PLA (berdasarkan laporan/tulisan 

>Prof Vert dari Perancis ; jikalau perlu akan saya tuliskan referensinya).

>Selain daripada bobot molekul, bentuk polimer (powder, fiber atau 
>film) juga berpengaruh terhadap biodegradabilitas. Biasanya bentuk 
>film paling rendah biodegradabilitasnya. 
>Bekerjasama dengan lembaga penelitian Jepang, kami tengah mempelajari 
>biodegradabilitas (enzim dan mikroorganisme) dari PLA. Sampai saat 
>ini ternyata informasi mengenai biodegradabilitas PLA masih relatif 
>sedikit dibanding dengan biodegradasi polimer lainnya. Saya akan 
>memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai biodegradasi PLA jikalau 
>diperlukan.
>
>Mengenai penggunaan istilah pengkomposan sebagai pengganti istilah 
>penguburan, saya agak kurang setuju. Karena metode evaluasi biodegradabiltas 

>dalam kompos sudah ada tersendiri (ISO 14855), dimana dilakukan 
pengujian 
>biodegradabilitas dalam lingkungan bersuhu 60C. Sedangkan yang saya 
>lakukan adalah penguburan sampel plastik dalam tanah tanpa pengontrolan 

>suhu.
>
>Demikian kiranya jawaban saya, dan saya berharap anda puas terhadap 
>jawaban saya. Terima kasih. 
>
>HARDANING PRANAMUDA
>







Reply via email to