Abd. Moqsith Ghazali
Tue, 17 Jan 2006 03:49:11 -0800
Temans,
Cukup beragam orang mengomentari tulisan saya di koran tempo itu, mulai dari
yang santun hingga yang tidak. Banyak keberatan yang diajukan mulai dari
penggunaaan kata yang tidak tepat hingga gagasan pokok dari tulisan itu yang
dianggap ngawur.
Misalnya kata pengepungan yang menjadi keberatan saudara Gieys. Dia mengira
kata itu murni dari saya. Padahal, kata itu saya ambil dari berita di Koran
Tempo tertanggal 28 Desember 2005. Inilah rujukan saya. Keberatan mestinya
tidak diajukan sama saya, melainkan sama Koran Tempo. Kalau tidak keliru,
Trans TV dan Metro TV juga menggunakan kata "kepung" dengan segala
derivasinya. Mohon dicek!
Begitu juga tentang penggunaan fatwa MUI dalam kasus Lia Aminuddin. Saudara
Rahman, jemaat Salamullah yang telah dikokohkan oleh Lia sebaga reinkarnasi
Nabi Muhammad turut membenarkan adanya fakta perihal penggunaan fatwa MUI itu.
Saya tidak tahu, mana yang benar; apakah Geiys yang menyangkal adanya fakta
itu atau justeru Rahman. Mana di antara keduanya yang berbohong? Wallahu A'lam.
Selebihnya, apa yang saya tulis sebagai sebuah opini sungguh sangat absah.
Setiap orang punyak hak untuk membantah. Tapi, haraplah dicatat bahwa poin
yang hendak dituju dari tulisan itu adalah bahwa Lia tidak bisa dianggap
melakukan tindakan kriminal karena keyakinan yang ia jalankan. Sejauh tidak
ada unsur kekerasan di sana, Lia punya hak penuh untuk mengekspresikan
keyakinannya. Kebebasan berkeyakinan, sebagaimana saya tulis dalam artikel
itu, dijamin oleh UUD. Walau saya banyak tidak setuju terhadap ajaran Lia itu
tidak berarti bahwa saya boleh secara sewenang-wenang merampas hak dia. Itu
aja.
Moqsith
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lia Aminuddin dan tulisan Abd Moqsith Ghazali di Koran Tempo
Koran Tempo edisi Senin 2 Januari 2006 memuat tulisan Abd Moqsith Ghazali
berjudul "Kriminalisasi Komunitas Eden". Buah pikiran dari seorang
aktivis JIL ini sebenarnya wajar-wajar saja, namun ternyata mengundang
kontroversi. Tak heran kalau di milis-milis penuh dengan berbagai
komentar: pro dan kontra. Apalagi di milis yang dipenuhi 'pemandu sorak'
(cheer-leaders) sebuah partai politik dan organisasi massa tertentu. Sungguh
penuh hujatan dan caci maki. Seperti biasanya, mereka sekadar asal 'njeplak',
tak mampu memberikan tanggapan dan penilaian secara jernih. Mereka berkilah,
ini negara demokrasi bung, bebas berkomentar apa saja! Tetapi di milis-milis
punya kalangan mereka sendiri, kalau ada yang berbeda pendapat sedikit saja
langsung 'diserang'. Yang bernasib buruk langsung 'ditendang', 'dikucilkan',
dan 'dibuang' untuk selamanya.
Bahkan ada yang usil menuding si Mogqsith ini menulis atas pesanan Yahudi
(ups, kasihan ya Yahoo kok selalu jadi kambing hitam). Ada pula yang asal
komentar
bahwa Moqsith menulis artikel ini karena diiming-imingi beasiswa ke
Boston seperti halnya Ulil-Absar Abdalla (ups, sebegitu mudahkah untuk meraih
beasiswa ke mancanegara?).
Kini saya coba tampilkan komentar dari Geys Chalifa, ketua Majelis
Pemuda PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Kebetulan Geys bertetangga dengan
Lia Aminuddin. Pada intinya, penjelasan yang disampaikan oleh Geys
benar, bahwa pemicu kerumunan massa di rumah Lia Aminuddin memang karena
adanya tayangan Metro TV, seperti juga pernah saya tuliskan sebelumnya
("Unsolved Cases 2005" tayangan Metro TV memicu penggerebegan
"Kerajaan Eden").
TV ibarat si tukang sihir. Segala yang ditayangkan oleh TV cenderung membuat
penasaran masyarakat untuk menyaksikan secara langsung, apalagi kalau lokasinya
dekat perkampungan padat. Contohnya, rumah hantu di kawasan Pondok Indah.
Begitu ada sebuah stasiun tv menayangkan kemisteriusan rumah itu, esoknya
lokasi itu langsung dipadati masyarakat luas. Mereka ingin menyaksikannya
secara langsung, tak cuma dari layar kaca. Inilah TV, bisa jadi tukang sihir!
Namun Moqsith juga tak sepenuhnya keliru. Adanya Fatwa MUI adalah
fakta (tertanggal 22 Desember 1997). Adanya penyerbuan massa
dan pengejaran terhadap kelompok yang dicap sesat adalah fakta
(Ahamadiyah, Madi, dan lainnya). Adanya orang-orang FPI di sekeliling
rumah Lia Aminuddin adalah fakta. Tersebarnya poster tabligh akbar
yang ingin menghujat ajaran Lia adalah fakta. Adanya kerumunan massa adalah
fakta (Moqsith menyebutnya pengepungan). Adanya provokasi di tengah kerumunan
massa juga fakta, walau kenyataannya mayoritas massa memang sekadar ingin
menonton kejadian 'pengamanan' Lia dan para pengikutnya, bukan ingin
menyerbu rumahnya. Kalau kita saksikan tayangan di SCTV dan Metro TV
disana terlihat jelas sekumpulan orang berteriak-teriak ketika Lia Aminuddin
dan komunitasnya sedang akan diangkut ke bus polisi. Sementara polisi
membentuk pagar betis agar mereka tak mendekati rumah Lia. Nugroho
Dewanto dari Majalah Tempo berkisah di milis Mediacare, "Teriakan yang
terdengar adalah "masukin" (mungkin maksudnya masukkan mereka ke dalam
bus), dan "ancurin" (jelas menghancurkan rumah milik Lia). Saya memang
tak melihat adegan itu di Trans TV".
Yang tidak diulas oleh Moqsith adalah pengaruh tayangan televisi terhadap
psikologi massa dan pengaruh dari buku "Ajaran Sesat" karya Hartono Ahmad Jaiz.
Menurut Gumiwang aka He-Man yang mantan pengurus remaja masjid di Bandung dan
kini moderator milis Wanita-Muslimah, buku tersebut telah menjadi
referensi utama kaum radikal untuk melakukan persekusi. "Nyaris
semua kelompok yang diungkap di buku itu saat ini sudah diserang. Beberapa
kelompok itu memiliki anggota yang cukup militan juga, jadi bukan tidak
mungkin di masa depan akan ada darah berceceran. Saya berani meramalkan,
target berikutnya adalah giliran jama'ah Syi'ah di Bandung," tulisnya.
Menurutnya, organisasi NU (Nahdatul Ulama) juga adalah salah satu kelompok
yang dianggap sesat oleh Hartono.
Soal tayangan Metro TV tersebut apakah bermaksud ingin memprovokasi massa
atau tidak, dan apa landasan Metro TV sekonyong-konyong mencap kelompok
Lia Aminuddin sebagai ajaran sesat, lebih baik tanyakan langsung kepada
pengelolanya. Di balik layar kaca, segala sesuatunya bisa terjadi. Pihak Metro
TV rupanya 'pasang banyak mata' di milis-milis. Begitu derasnya protes atas
tayangan itu
membuat stasiun TV milik Surya Paloh ini juga menayangkan program lain
yang mengupas tentang ajaran Lia Aminuddin dengan sisi berbeda - agaknya
untuk menetralisir tentang pencapan ajaran sesat di program sebelumnya.
Misal di Metro Realitas (mungkin teman-teman di Metro Realitas bisa kirimkan
narasinya?). Saya juga sempat menyaksikan acara Today's Dialogue di Metro TV
dengan bintang tamu Hartono Ahmad Jaiz dan seorang pengikut ajaran Lia - entah
siapa namanya.
Si cantik Mutia Hafidz yang memandu acara tersebut sempat kerepotan untuk
menyetop Hartono agar tak nerocos bicara karena memang bukan gilirannya untuk
bicara. Di penghujung acara Mutia berujar, "Acara ini bukan dimaksudkan untuk
menentukan pihak mana yang salah dan mana yang benar." Cukup fair kan?
Namun yang jelas, lewat suratnya sebelum ia diseret polisi, Lia sudah
"mengutuk" Metro TV" habis-habisan. Akankah kutukannya terwujud?
Walahualam.
Apa komentar Anda?
"Malu bertanya sesat di jalan"
(tapi tergantung kepada siapa kita melempar tanya)
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
Corporate culture
Corporate culture change
Business culture of china
Corporate culture training
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "kmnu2000" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays,
whatever.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/