Islam yang mana yang bakalan bangkit? Sunni, Syiah, Ikhwan, HTI, JT, JI, 
Taliban, LDII, Darul Arqam, Salafi, Wahabi, atau malah Ahmadiyah.

Harusnya kita tanya apa yang ditakutkan dari kebngkitan islam?

Kalau jawabannya karena pemaksaan kehendak dan intoleransi tentunya perlu 
dipertimbangkan kembali kemajuan islam seperti itu dan ketakutan mereka adalah 
wajar sebagaimana orang islam pun perlu khawatir kalau di Indonesia misalnya 
Umat non muslim bersikap memaksakan kehendak dan intolerant. 

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Yudi Yuliyadi" <y...@...> wrote:
>
> 
> Sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan selalu diberitakan oleh para
> agen atau misionaris barat terutama yang tergabung dalam JIL
> 
> Yang tanpa malu2 mengatakan bahwa islam adalah sekulerisme
> 
> Sesungguhnya islam adalah sebuah ideology (mabda) yang mengatur seluruh
> aspek kehidupan baik segi politik, hukum, pergaulan, ekonomi ataupun social
> budaya
> 
> Inilah yang ditakutkan oleh barat, islam akan bangkit kembali tidak akan
> lama lagi. Dan kembali menegakkan syariat islam secara kaffah
> 
> APA ITU SEKULARISME ?
> 
> 
> Oleh
> Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
> 
> 
> Pertanyaan:
> Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa itu sekulerisme? Dan
> bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? 
> 
> Jawaban
> Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan untuk
> memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan sibuk
> dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai satu-satunya
> tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat dan
> tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhatikannya. Sabda
> Rasulullah berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler,
> 
> "Artinya : Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah (sejenis
> pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika
> diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan merugilah
> (sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, maka dia tidak mengeluarkannya"
> [Al-Bukhari, al-Jihad (2883)]
> 
> Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan
> ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. Barangsiapa
> menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan
> hukum-hukum syari'at, maka dia adalah seorang sekuler. Siapa yang
> membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras,
> musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya
> bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki
> mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang
> mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh terhadap
> si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong
> tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi
> sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka dia
> masuk ke dalam sekulerisme.
> 
> Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Swt
> tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi,
> 
> "Artinya : Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan
> ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat
> demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. " [Al-Baqarah
> :85].
> 
> Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal
> Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa yang
> tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat ini.
> 
> Demikian juga firmanNya.
> 
> "Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya
> kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna
> dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak
> memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang
> telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka
> kerjakan." [Hud:15-16]
> 
> Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan kenikmatan
> pelampiasan hawa nafsu sekalipun diha-ramkan dan mencegah dari melakukan
> kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat
> berikut,
> 
> "Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami
> segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami
> kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya
> dalam keadaan tercela dan terusir." [Al-Isra :18]
> 
> Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, wallohu a' lam.
> 
> [Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40]
> 
> 
> [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min
> Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul
> Haq]
> 
> 
> 
> 
> Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo
> <http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1353&bagian=0>
> re&article_id=1353&bagian=0
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke