"Eko " 10/23/2008 08:39 AM To <[EMAIL PROTECTED]> cc
Subject Terjangan Dahsyat Tsunami thdp Ekonomi Amerika -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Bambang Putra Sent: Wednesday, October 22, 2008 9:59 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [AlumniSSQ] Terjangan Dahsyat Tsunami terhadap Ekonomi Amerika Assalamualaikum wr. wb. Saya pingin tahu kira2 gerangan apa yang terjadi pada negaranya bang Bush akhir2 ini. Ini kurang lebih hasil penelusuran saya di dunia maya, agar bisa mengerti dan mampu menarik hikmah dari peristiwa dahsyat krisis ekonomi Amerika/Eropa. Jika ada yang kurang pas, tolong dikoreksi terutama buat teman2 yang paham Ekonomi: Tsunami Aceh: Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2006 yang telah menelan nyawa 230rb jiwa dan menghilangkan rumah 500rb orang, diawali oleh gempa bumi ! berkekuatan 8.7 skala Richter. Konon gelombang yang diakibatkan oleh Tsunami ini bisa mencapai 80ft (~24mtr) yang kurang lebih 13kali tinggi orang dewasa atau dua kali tiang lampu PJU (lihat gambar gelombang terlampir). Kita bisa melihat setelah terjangan tsunami ini, masjid2 yang terselamatkan dan masih berdiri tegak di beberapa lokasi yang sekitarnya ternyata telah luluh lantak. Sepasang suami-istri pengungsi suku Cina yang sempat berlindung di Masjid Agung Aceh, melihat dengan mata kepala sendiri terbelahnya air tsunami disekitar masjid. Dengan kejadian ini mereka akhirnya memeluk Islam. Allah tidak hendak mengecewakan orang2 beriman, dengan cara mempertahankan puluhan masjid yang masih berdiri dengan tegak termasuk Masjid Agung Aceh ini. Di tempat dimana nama Allah selalu disebut-sebut didalamnya, maka Allah akan menyelamatkan tempat tersebut dari bencana. Ini sesuai dengan hadits nabi yang menyatakan: "Sebaik-baik tempat adalah Masjid dan sejelek-jelek tempat adalah Pasar" Tsunami Amerika: Tujuh tahun yang lalu (bahkan sebelum Tsunami Aceh terjadi), kita dikejutkan dengan runtuhnya menara kembar WTC hanya dalam sehari. Dua gedung kembar yang sangat kokoh ini ternyata hancur luluh tanpa bekas (ground zero). Akhirnya sekarang kita tahu bahwa pernyataan Nabi itu mengandung kebenaran dengan runtuhnya bangunan WTC yang notabene adalah sebuah Pasar Uang/Saham di New York. Ternyata runtuhnya WTC ini seolah gempa yang mengawali terjadinya Tsunami harga minyak terhadap ekonomi Amerika. Kita tahu setelah kejadian ini Amerika mulai melakukan kampaye anti Terorisme secara besar2an di seluruh dunia. Amerika akan melindas setiap negara yang tidak sejalan dengan kebijakannya. Bahkan 2 tahun setelah kejadian ini Amerika mulai melakukan serangan besar2an kepada Iraq yang sampai saat ini masih belum selesai. Untuk membiayai semua ini termasuk mempertahankan intervensi militernya ke Afganistan, Amerika harus mengeluarkan biaya $1.2milyar dollar setiap bulannya yang tentunya diambilkan dari anggaran negaranya (baca: Pajak). ! Sejak saat itu harga minyak dunia mulai merangkak naik yang dimulai dari $27 pada saat peristiwa WTC, $29 pada saat perang Iraq dimulai, $70 pada saat terjadi terjangan Katrina di New Orleans, sempat turun di kisaran $50 (Januari 2007) dan kemudian menerjang naik menuju level $150 di bulan Juli 2008. (Lihat chart record harga minyak terlampir) Inilah gelombang Tsunami minyak yang mencapai ketinggian sekitar $150 yang menanjak kurang lebih 7kali dari harga normal dalam waktu hanya beberapa bulan saja. Akibat terjangan ini, harga2 komoditi otomatis meningkat proporsional terhadap harga minyak. Ekonomi mengalami downturn (penurunan). Perusahaan2 korporasi harus melakukan merevisi proyeksi target2nya di tahun 2008. Akibat harga yang membubung, banyak orang Amerika yang akhirnya gagal bayar terhadap kewajiban hutangnya di KPR (Mortgage dan Sub-prime Mortgage) dan utang2 Kredit card. Konon rata2 setiap orang Amerika memiliki kewajiban hutang sekitar $480rb (Rp. 4.6 Milyar). Tercatat sudah 1.3juta jumlah properties yang mengalami gagal bayar sejak tahun 2007. Banyaknya masalah di sektor perumahan inilah yang telah menyebabkan 2 perusahaan negara pemegang hak pengucuran KPR (Fannie Mae & Freddie Mac) mengalami kerugian total sebesar $4milyar di tahun 2007. Akhirnya pada tanggal 7 September 2008 (hari Ahad), kedua perusahaan ini managementnya diambil alih oleh ne! gara lewat Federal Housing Finance Agency (FHFA). Saya tidak tahu mengapa pengambil-alihan ini dilakukan pada hari Ahad. Runtuhnya Korporasi Amerika: Runtuhnya bisnis perumahan ini, telah juga menarik perusahaan2 bidang perbankan, pendanaan, investasi, penjaminan kredit, asuransi mengalami kejatuhan. Diawali dengan pernyataan bangkrut perusahaan raksasa Lehman Brother pada tanggal 15 Sep 2008. Perusahaan ini didirikan tahun 1844 (tepat 101 tahun sebelum Indonesia merdeka) dan memiliki 26ribu pegawai saat ini yang terancam jobless. Perusahaan ke-2 yang menyusul bangkrut adalah Washington Mutual pada tanggal 26 Sep 2008. Perusahaan ini di dirikan pada! tahun 1889 dan saat ini memiliki karyawan sebanyak 49ribu. Perusahaan besar lain yang menyusul mengalami kerugian diantaranya adalah: - Northern Rock : Bank di Inggris yang di rush oleh nasabahnya dan kesulitan mendapatkan cash telah di ambil alih oleh negara pada 17 Feb - Merryll Lynch (berdiri tahun 1914) : Direncanakan akan diakuisisi oleh Bank of Amerika pada 14 Sep (60rb karyawan) - American International Gr! oup (AIG) berdiri tahun 1919 : Mendapat dana talangan $122milyar dari pemerintah pada 16 Sep (116rb karyawan) - Bradford & Bingley : Bank Inggris yang diambil alih oleh pemerintah, mengelola KPR dan pinjaman sebesar 50milyar Pounsterling Kita bisa melihat efek Tsunami minyak ini juga melanda Eropa. Pada September 19, pemerintah Bush mengajukan dana talangan sebesar $700milyar untuk menyelamatkan keruntuhan ekonomi Amerika, padahal pasar KPR di Amerika sudah mencapai $12 trilyun dan 10% yang mengalami masalah ($1.2trilyun). Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Prancis dan Inggris. Akankah ini ber! hasil? Rasanya agak pesimis karena kita bisa melihat pasar saham masih belum bergairah, walaupun senat telah menyetujui bailout $700milyar ini. Pemerintah Bush ternyata dipandang sudah tidak credible lagi, apalagi dengan akan diadakannya pemilu presiden baru. Apakah ini akan membantu menahan efek ganas Tsunami harga minyak? Kita sudah tahu bahwa ada jutaan karyawan yang sudah mulai kehilangan pekerjaan di NewYork, tempat dimana gempa itu terjadi di WTC pada 11 September 2001 dan menyebabkan gelombang tsunami harga minyak setinggi 7 kali lipat dan dalam waktu tepat 7 tahun (Sept2001 - Sept2008) gelombang itu balik menghantam pasar Amerika sehingga banyak perusahaan investasi raksasa berumur lebih 100 tahun mengalami kebangkrutan seketika. &nbs! p; Kejadian ini ternyata telah membuka kelemahan sistem ekonomi kapitalis Amerika. Investor mendesak korporasi harus selalu meningkatkan keuntungannya dengan pertumbuhan 20% agar harga saham terus meningkat dan mereka meraup keuntungan, CEO perusahaan juga diiming-imingi bonus dan paket yang sangat menggiurkan untuk bisa mampu mencapai pertumbuhan 20%. CEO perusahaan korporasi besar bisa mendapatkan gaji 100 kali gaji presiden Bush. Politisi juga tidak kalah dalam memainkan peran dalam mengatur kebijakan, termasuk dalam hal ini kebijakan keringanan pajak bagi pembeli rumah lewat KPR. Keuntungan yang didapat oleh politisi adalah dukungan dana kampanye dari para pebisnis pada saat mereka mencalonkan kembali. Dari kolaborasi ini, menghasilkan tingkat konsumsi yang sangat berlebihan di Amerika, bayangk! an saat ini 40% rumah di Amerika tidak berpenghuni walaupun ada pemiliknya, mereka membeli hanya untuk investasi dan sebagai tempat berlibur. Mereka menciptakan pasar yang sebenarnya pasar virtual (bukan kebutuhan pasar yang real). Kita bisa melihat bagaimana akibat dari tsunami harga minyak ini, yang telah menelan korban jutaan orang yang bakal menjadi pengangguran dan kehilangan rumah mereka yang telah disita oleh Bank karena gagal bayar dan ternyata melebihi korban Aceh. Ayo siap-siap: Saya yakin tangan Allah sedang memainkan sesuatu dibalik semua ini. Akankan kekuatan ekonomi akan bergeser dari Amerika/Eropa ke Asia? Tidak ada orang yang mampu menghindar dari ge! lombang dahsyat ini, seperti halnya anda menyuruh orang2 di Indonesia berhenti menaiki dan membeli mobil/motor serta meminta mereka menggunakan alat transportasi tradisional (kuda, pedati, kereta kuda, sepeda, dll) karena efek rumah kaca (polusi) sudah sangat kritis, misalnya. Tidak akan ada orang yang mampu menghentikannya, bahkan seorang Presiden-pun. Lambat laun riak2 gelombang tsunami ini akan sampai ke dalam rumah kita, saya pikir hanya ada satu solusi: "Dekatkanlah dirimu pada Sang "Aziizul-Jabbar" (Sang Penakluk Pemaksa) dan Sang "Ghoniyyun Kariim" (Sang Maha Kaya yang Berbeda), serta panggillah nama-Nya dalam setiap dzikirmu agar dirimu dijaga untuk mampu berdiri kokoh bagailkan bangunan2 Masjid! di Aceh......" (Disarikan dari berbagai sumber) Wassalam, Bambang/Bogor __._,_.___ Messages in this topic (2) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Members Ketakjuban dalam mengenal Alloh, dapat menambah Iman . Wariskan file ini kepada anak cucu kita, agar Islam tegak kembali . Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe . __,_._,___ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
